
"A-aku tahu dia sudah menyinggung siapa" jawab Anna yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Sebelumnya Lia dan aku sedang berbelanja di mall dekat sini, dan kami masuk ke sebuah toko tas" Anna menceritakan kronologinya.
"Lalu Lia terlibat adu mulut dengan seorang wanita yang terlihat sangat kaya dan dia juga menginginkan tas yang dipegang oleh Lia, lalu karena Lia tidak ingin menyerahkannya, wanita itu mengancam akan menghabisi Lia" sambung Anna.
"Ya ampun, hanya karena sebuah tas, mereka sampai bertengkar hebat bahkan sampai mengancam? Memang wanita adalah makhluk yang sulit dipahami" gumam Desta sambil tersenyum kecut.
"Lia dan aku mengabaikan ancaman dari wanita itu karena kami pikir itu hanyalah sebuah ancaman kosong saja, tapi aku tidak menyangka Lia akan mengalami ini 2 hari kemudian" Anna tertunduk lemas dan menangis.
"Ini akan menjadi perkara yang sulit karena yang memukul Lia bukanlah wanita itu, ini sangat jelas pukulan dari seorang pria..! Aku akan pergi ke kantor polisi dan ikut menginvestigasi" ucap Desta yang bergegas pergi untuk menemui saksi yang laporannya masih dalam proses penyelidikan.
"Aku akan ikut denganmu" Debby menarik lengan Desta.
“Mmm,..” Desta menganggukkan kepalanya kemudian pergi ke kantor polisi.
Setibanya di sana, Desta melihat seorang gadis muda yang seumuran dengan Lia sedang duduk di depan seorang petugas yang mencatat setiap laporannya, dia adalah temannya Lia yang saat itu melihat langsung kejadian penganiayaan terhadap Lia.
__ADS_1
Desta dan Debby menunggu hingga dia selesai memberikan laporan dan kesaksiannya.
“Deb, apakah kau tidak curiga masalah yang diceritakan oleh ibumu terlalu sepele untuk membuat seseorang seperti Lia dipukuli seperti itu?” Desta mencurigai Anna yang tidak mengatakan dengan jujur.
“Aku sebenarnya juga berpikiran yang sama denganmu, tapi karena itu adalah ibuku, jadi aku percaya dengannya” jawab Debby.
“Jika perlu, aku akan menyelidikinya sendiri walaupun tanpa bantuan dari kepolisian..!” ucap Desta yang berbisik di telinga Debby.
“Tapi berjanjilah untuk tidak menghukum siapapun yang melakukan ini seperti yang kau lakukan terhadap Herman..!” Debby tidak ingin Desta semakin menambah musuh baginya karena urusan dengan Herman saja sudah sangat sulit.
Gadis itu pun sudah selesai memberikan kesaksian dan laporannya, Desta dan Debby segera mendekati untuk bertanya-tanya semua yang dia lihat seperti berapa jumlah orang yang melakukannya, bagaimana wajahnya, dan apakah mereka ada menyebutkan sesuatu saat menganiaya Lia di tempat umum.
“Salah satu dari mereka tidak mengggunakan penutup wajah, anu, kalau tidak salah seperti ini” gadis itu memperlihatkan foto wajah pelaku yang sempat dia ambil di saat terakhir.
“Kirimkan kepadaku..!” ucap Desta, dia bermaksud untuk menyelidiki dan mencari orang yang ada di foto tersebut dengan bantuan Sebastian.
“Lalu, apakah mereka ada menyebutkan sesuatu?” tanya Desta kembali setelah menerima foto dari gadis itu.
__ADS_1
“Aku sempat mendengar ucapan yang kira-kira seperti ini, ini akibatnya jika ibumu tidak mematuhi aturan peminjaman uang pada kami” Debby dan Desta tersentak mendengar kalimat yang ditirukan oleh gadis itu.
“Deb, apakah ibumu pernah bercerita tentang meminjam uang dengan seseorang?” Desta melihat ke arah Debby dengan penuh tanya, namun Debby pun terlihat sangat terkejut yang menandakan dia juga tidak mengetahuinya.
“Oke, untuk sementara itu saja yang akan aku tanyakan, terima kasih” Desta berbalik ke arah pintu keluar sambil menarik tangan Debby dan segera meninggalkan kantor polisi.
Lalu Desta menghubungi Sebastian untuk meminta bantuannya, “Paman aku akan mengirimkan foto seseorang, bisakah kau membantuku untuk melacak identitasnya dan di mana keberadaannya sekarang?” ucap Desta dan kemudian foto tersebut dikirimkan kepada Sebastian.
“Ini masalah yang mudah tuan, aku akan menghubungi Anda kembali dalam 10 menit” ucap Sebastian yang tentu saja membuat Desta dan Debby merasa sangat terbantu.
10 menit kemudian Sebastian menghubungi Desta dengan informasi yang didapatnya.
“Namanya Suwandi, bekerja sebagai montir di sebuah bengkel, pernah dipenjara sebanyak 8 kali karena kasus penganiayaan, dan alamatnya akan segera kukirimkan padamu tuan” Sebastian memberikan detail informasi yang lengkap dan tentu saja itu membuat Desta akan lebih mudah untuk menemukannya.
“Ini..!” Desta dan Debby melihat alamat yang dikirimkan oleh Sebastian, dan dalam kiriman itu juga terdapat sebuah video rekaman CCTV yang merekam kejadian penganiayaan tersebut.
“Video ini akan menjadi bukti kuat untuk menangkapnya” ucap Debby yang terdengar sangat kesal.
__ADS_1