
“Huwow..! Aku tidak bisa melawan ucapan itu karena meskipun memang terdengar tidak mungkin, tapi aku sendiri menyaksikan keasliannya” gumam Desta yang sangat kagum dengan kemampuan mereka semua.
“Mantap, kalau begitu selanjutnya apa ya?” ucap Desta sambil memegang dagunya.
“Bagaimana kalau data kliennya saja tuan muda?” ucap salah satu peretas.
“Memangnya mau diapakan datanya?” tanya Desta.
“Hal sepele tuan muda, aku akan memanipulasinya agar semua klien yang bekerja sama hanya akan melihat kerugian yang sangat besar, sehingga mereka akan memutuskan kerja sama mereka dengan seluruh perusahaan si Brandon ini” ucapnya.
“Haha, ternyata kau jahat juga, tapi aku suka cara itu, lakukanlah..!” ucap Desta sambil tertawa.
“Selanjutnya apa yang bisa kalian lakukan?” tanya Desta lagi, meskipun kedua hal barusan sudah sangat cukup untuk menyiksa Brandon, tapi Desta ingin menghukumnya lebih dalam lagi.
“Aku bisa membuat kabar palsu tapi seolah itu adalah kebenaran tentang perusahaan Sky Drive, dan itu aku pastikan akan sangat merusak nama merek dagang miliknya, sehingga orang-orang yang marah akan datang dan memporak porandakan perusahaan tersebut” ucap salah satu peretas.
“Itu kejam sih, tapi lakukanlah..! Ngomong-ngomong, butuh berapa lama kau menyelesaikannya?” tanya Desta.
“10 menit sudah sampai tahap penyebaran isu melalui media televisi dan internet” jawabnya.
“Hoo, oke kalau begitu aku akan bersantai dulu di sofa, punggungku sedikit pegal” ucap Desta sambil berjalan ke sofa dan duduk menyenderkan tubuhnya di sofa tersebut.
“Huh, dengan begini akhirnya aku tidak perlu turun tangan dan hanya tinggal menunggu hasilnya saja, aku beruntung karena berada di lingkungan seperti ini” gumam Desta memejamkan matanya untuk sejenak dan merasa lebih lega dari sebelumnya.
10 menit kemudian..
__ADS_1
“Tuan muda, semuanya sudah terlaksanakan, untuk langkah selanjutnya, apakah tuan muda ingin melakukan sesuatu?” tanya Sebastian yang membangunkan Desta dari tidurnya.
“Oh sudah selesai? Hmm, nanti akan aku pikirkan lagi, untuk sementara itu saja yang perlu dilakukan, terima kasih banyak paman” ucap Desta dan mengeluarkan ponselnya untuk mengecek berita yang ada di internet.
“Hehe, ternyata benar-benar sudah tersebar isu buruk tentang Sky Drive” lalu dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah para peretas.
“Kerja bagus, aku akan menambahkan bonus untuk kalian..! Sekarang aku akan pulang ke tempat tinggalku terlebih dahulu, aku sangat lelah dan hanya ingin beristirahat sebentar” ucap Desta dan dia pun pamit untuk pulang ke apartemennya.
“Oh dan satu hal lagi..! Buat Brandon tidak mengetahui hal ini terlebih dahulu, aku masih ingin bermain-main sedikit lagi dengannya” ucap Desta yang tersirat sebuah senyuman dingin di wajahnya.
“Huwah, benar-benar melelahkan urusan balas dendam ini..! Andai saja aku bisa menjalani tujuanku tanpa masalah seperti ini” wajah Desta terlihat lesu dan tidak bersemangat tapi dia tidak berencana untuk berhenti hanya karena beberapa masalah orang kaya yang sombong di depannya.
Lalu Desta pun berjalan ke arah mobil milik Jefrey yang terparkir di depan gedung para Dewan petinggi perusahaan.
“Hei kau..!” sebuah suara yang familiar pun terdengar dari arah belakangnya.
Desta berusaha untuk tidak menghiraukannya dan tetap berjalan terus dengan mempercepat langkahnya.
“Hei, aku sedang berbicara denganmu, berani sekali kau mengabaikanku..!” teriak Candra dan memegang bahu Desta dari belakang untuk menariknya agar menoleh kepadanya.
“Ada apa lagi?” tanya Desta memasang wajah kesal.
“Wow, berani sekali kau kepadaku..! Kenapa kau masih datang ke gedung ini hah? Bukankah aku sudah memperingatkanmu agar tidak memarkirkan mobil sampahmu di depan gedung ini?” ucap Candra menghina mobil milik Jefrey yang dipinjamnya.
“Memangnya kau punya hak apa untuk melarangku memarkirkan mobil di sana?” ucap Desta, dia sudah tidak tahan dengan sikap arogan Candra yang semakin menjadi-jadi, terlebih lagi, Desta sangat heran kenapa dia belum juga hilang dari Heir Group jika memang sudah dipecat oleh Sebastian.
__ADS_1
“Aku punya hak apa kau bilang? Hehe, anak muda, kau tidak tahu dengan siapa kau berbicara” ucap Candra dengan senyuman sinis.
“Aku memang tidak tahu, dan aku tidak ingin tahu juga..! Lagi pula, sampah yang menyebalkan sepertimu kenapa masih bisa berada di sini?” tanya Desta dengan alis yang naik sebelah.
“Sampah kau bilang? Hei, kau dengar baik-baik ya, aku ini bos di perusahaan ini..! Jadi, terserah aku mau bersikap bagaimana terhadap semua orang di sini termasuk Sebastian si tua bangka itu..!” ucap Candra.
“Bos? Haha, kau benar-benar tidak tahu cara berakting ya? Ini sungguh menghiburku dengan aktingmu yang payah itu” Desta pun tertawa terbahak-bahak.
“Apa yang kau tertawakan hah?” ucap Candra yang kesal dengan respon Desta, lalu dia menarik kerah baju Desta dan mengangkat tangannya seperti ingin memukul.
“Lepaskan sekarang atau menyesal..!” wajah Desta langsung berubah masam saat kerah bajunya ditarik oleh Candra yang semakin membuat moodnya buruk.
“Cih, kau pikir aku takut? Perusahaan ini adalah milikku, dan aku yang berkuasa di sini, akan sangat mudah untuk menyingkirkanmu dari sini” ucap Candra dengan tingkah yang semakin kelewatan.
“Oh begitu? Bisa kau buktikan omonganmu itu?” tanya Desta menantang ucapan Candra yang sedari tadi dia lemparkan kepada Desta.
“Haha, untuk apa aku membuktikannya kepada sampah tidak berguna sepertimu? Hanya akan membuang-buang waktuku saja..!” jawab Candra menghindari permintaan Desta.
“Oh itu sangat menjelaskan kalau kau hanya membual kalau begitu” ucap Desta tersenyum kecil.
“Cihh, kali ini kau kulepaskan..! Aku masih ada banyak urusan perusahaan yang lebih penting” Candra melepaskan genggamannya dari kerah baju Desta dan berjalan meninggalkan Desta.
“Ah sudahlah, tidak ada waktu untuk meladeni bocah seperti itu” gumam Desta sambil merapikan kembali kerah bajunya yang berantakan lalu segera berjalan ke mobil dan pulang ke apartemen.
“Aku ingin tahu seberapa kuat Cindy dan Brandon menahan malunya , tapi besok saja aku kunjungi kediaman paman Sony” ucap Desta, dia sudah menguap kelelahan sedari tadi dan sekarang berusaha untuk menjaga kesadarannya selama menyetir, karena sekarang juga sudah hampir larut malam.
__ADS_1
Dengan kecepatan di bawah 50 kilometer per jam, 3 jam kemudian Desta pun tiba di apartemen dan segera masuk ke dalam kamarnya setelah memarkirkan mobil milik Jefrey.
“Lelah sekali..!” Desta pun tertidur di atas kasur empuknya tanpa berganti baju terlebih dahulu.