Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Mulai Hari Ini, Aku Adalah Bos Kalian


__ADS_3

"Aku adalah notaris yang mengurus dokumen pembelian saham anda atas perusahaan Gloria, saat ini anda sudah resmi menjadi pemegang saham sebesar 70 persen di perusahaan tersebut" Desta melihat arlojinya dan terkejut karena benar-benar hanya 30 menit untuk membuatnya menjadi pemegang 70 persen saham.


"Saat ini aku sedang mengirimkan dokumen aslinya kepada tuan Sebastian" lanjutnya.


"Baiklah, terima kasih untuk informasinya" dia menutup panggilannya dan segera berjalan ke lobby.


"Paman Sebastian memang bisa diandalkan" Desta tersenyum lebar dan hatinya sudah mulai tenang.


"Paman, kau yang terbaik" Desta mengirim pesan singkat kepada Sebastian.


Keesokan harinya..


Desta berencana mengunjungi perusahaan Gloria untuk mengumumkan kepemilikannya kepada semua petinggi di sana.


"Ah, aku sangat gugup, aku tidak pernah ikut dalam sebuah rapat sebelumnya, baju apa yang harus aku pakai?" Desta benar-benar seperti orang linglung.

__ADS_1


Akhirnya persiapannya telah selesai setelah hampir 1 jam, dia bercermin dan berlatih untuk berbicara sebelum berangkat menuju Gloria.


"Aku pasti bisa, berbicara di depan orang besar adalah hal mudah bagiku, ini juga bagian dari latihanku untuk menggantikan ayah nanti" Desta menepuk wajahnya dan segera berangkat dengan taksi menuju perusahaan Gloria.


Selama di perjalanan, dia tidak henti-hentinya menghafal kalimatnya, dia jadi terlihat seperti merapalkan mantera.


Akhirnya Desta pun tiba tepat jam 8 pagi di depan pintu gerbang perusahaan Gloria.


Saat dia berjalan masuk, terdengar klakson yang mengagetkan Desta dari belakangnya.


"Hei bodoh, cepat minggir aku bisa terlambat gara-gara kau..!" Desta pun menoleh ke belakang dan melihat ternyata itu adalah Albert, karena Desta sedang memakai masker, Albert tidak mengenalinya dan berlalu begitu saja.


Saat akan masuk, dia dihampiri oleh seorang pria yang berwajah galak.


Dia adalah Hendra sang direktur utama di perusahaan Gloria, namun sejak saham perusahaan itu dipegang 70 persen oleh Desta, Hendra pun memberinya hormat.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka seorang kurir bisa menjadi pemegang saham terbesar dan menjadi direktur utama di perusahaan ini, selamat untukmu" ucap Hendra dengan rasa salut yang tinggi.


"Mmm.. Terima kasih" Desta mengangguk dan mengikuti Hendra masuk ke dalam ruang rapat, di sana hanya ada 6 orang termasuk dirinya.


Yang mengikuti rapat hanyalah direktur utama dan para petinggi divisi, yaitu direktur utama, wakil direktur, manager divisi pemasaran, divisi distribusi, manager teknis, dan divisi produksi.


Rapat pun dimulai..


"Selamat pagi semua, seperti yang kalian tahu bahwa ada pemegang saham baru sebesar 70 persen di perusahaan ini, dan mulai hari ini jabatan direktur utama telah menjadi miliknya" Hendra memperkenalkan Desta sebagai direktur utama yang baru membuat Desta tersenyum dan merasa sedikit bangga.


"Silahkan satu atau dua patah kata dari anda" Hendra mempersilakan Desta memperkenalkan dirinya.


Albert yang dari tadi melihat Desta seperti curiga.


"Baiklah, kalau bagitu aku percepat saja, namaku Desta dan mulai hari ini, aku adalah bos kalian..!" ucap Desta sambil melepaskan maskernya.

__ADS_1


Semua orang terutama Albert yang melihatnya jadi tercengang, karena Desta hanya terlihat seperti seorang bocah yang baru lulus kuliah ternyata seorang pemegang saham terbesar sekaligus direktur utama perusahaan Gloria, terlebih penampilannya yang sangat biasa membuat tidak ada yang menyangka itu semua.


"Rapat hari ini hanya untuk memperkenalkan diriku pada kalian semua karena untuk statistik pertumbuhan perusahaan masih stabil dan tidak ada yang perlu dibahas, terima kasih sudah hadir dalam rapat ini" Desta langsung berdiri memberi hormat dan segera keluar dari ruangan rapat untuk menemui Debby.


__ADS_2