
“Selain dari itu, ternyata keberuntunganmu luar biasa juga hingga bisa memenangkan undian yang sepertinya mustahil itu”
“Sudahlah, kau tidak perlu khawatir soal keuangan kita nanti, aku pasti akan menyisihkan sebanyak mungkin untuk ke depannya” Desta mencoba meyakinkan Debby.
“Mmm..” Debby hanya menganggukkan kepalanya dan mereka segera pulang.
Keesokan harinya..
Sebastian menghubungi Desta untuk mengabarkan bahwa pembangunan Heir group dapat diselesaikan lebih cepat dari perhitungannya, dan kemungkinan akan ada banyak pelamar kerja yang datang ke Heir Group, karena setelah pembangunannya selesai, perekrutan tahap 2 akan segera dimulai.
“Jika ini terus berlanjut tanpa hambatan, aku perkirakan dalam waktu 2 minggu pembangunan ini akan selesai” ucap Sebastian dengan percaya diri.
“Sungguh luar biasa” dengan nada datar, Desta hanya menjawab seadanya walaupun dia habis mendengarkan kabar yang begitu bagus.
“Ada apa tuan muda? Sepertinya anda terdengar lesu” tanya Sebastian.
“Ah tidak, aku hanya bingung harus berbuat apa, tadi malam aku ikut di acara makan malam keluarganya Debby yang ternyata itu berubah menjadi seperti sebuah acara lamaran untuk menikahnya” Sebastian langsung menyemburkan teh hijau yang sedang diminumnya.
__ADS_1
“Tuan muda, apakah anda yakin?” dia menanyakan hal itu karena dia tahu Desta masih belum mencapai tujuannya, mempelajari semua yang dibutuhkan untuk menggantikan ayahnya nanti.
“Entahlah, kalau untuk Debby aku sangat yakin, namun untuk keluarganya, aku tidak yakin mereka akan menerimaku yang masih bekerja sebagai satpam” jawab Desta menggerutu.
“Kalau begitu, mengapa anda tidak berpura-pura bahwa anda diterima sebagai karyawan di perusahaan Gloria saja? Lagipula itu tempat itu sudah menjadi perusahaan pribadi anda, hitung-hitung sambil mengawasi kinerja dari bawahan anda, tuan muda” Desta langsung membuka matanya dan kesal karena hal itu tidak terpikirkan olehnya sejak awal.
“Benar juga, itu akan membuat keluarganya sedikit lebih yakin padaku, paman..! Selain itu, aku juga bisa setiap hari bertemu dengan Debby” Desta langsung kembali bersemangat dan berpikir untuk segera berhenti dari pekerjaan satpamnya.
“Terima kasih paman, aku akan segera menghubungi Hendra kalau begitu” Desta mematikan panggilannya dan segera menghubungi Hendra yang sekarang sedang mengerjakan tugasnya.
Desta pun segera bergegas menyiapkan diri dan pakaian layaknya orang kantoran pada umumnya lalu memesan taksi untuk pergi ke perusahaan Gloria.
Sesampainya di Gloria, Desta langsung menuju ke ruangan direktur utama.
“Ah, tuan Desta, sebenarnya ada apa? Anda terlihat seperti merencanakan sesuatu” Hendra mencoba menebak-nebak apa yang ada di dalam pikiran Desta saat ini.
“Jadi begini, aku berencana untuk mengawasi kinerja pegawai di perusahaan ini, terutama di bagian pemasaran” Desta memberitahu niatnya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana tuan akan melakukannya?” tanya Hendra.
“Mudah saja, semua orang kecuali yang berada di ruang rapat waktu itu masih belum tahu bahwa aku adalah pemegang saham terbesar dan direktur baru mereka” lanjut Desta.
“Jadi?” sambung Hendra.
“Jadi, aku berencana untuk masuk ke dalam tim pemasaran sebagai karyawan biasa dan dari sana aku akan mulai mengawasi kinerja para karyawan” jawab Desta.
“Masuk akal juga, karena tim pemasaran adalah jantung perusahaan ini.” Hendra menerima alasan dari Desta, namun dia tidak mengetahui alasan yang sebenarnya.
“Jadi, maksudku adalah, aku akan berpura-pura melamar kerja di sini dan kau sebagai direktur utama akan memasukkanku ke dalam tim itu” Desta menunjuk Hendra dengan tatapan yang tegas.
“Baiklah, itu juga akan sangat membantuku untuk memberikan penilaian terhadap karyawan di sini, kalau begitu anda bisa memulainya hari ini, tuan” jawab hendra menganggukkan kepalanya mengiyakan ide dari Desta.
“Baiklah, pak direktur..!” jawab Desta sambil memberi hormat kepada Hendra.
“Ah tuan Desta, jangan memberi hormat padaku, aku belum pantas menerimanya” Hendra berdiri dan mengangkat Desta yang sedang merunduk memberi hormat padanya.
__ADS_1