
Malam harinya..
Karena mereka rasa urusan di sini sudah selesai, Desta dan debby berpamitan untuk kembali ke Jakarta besok pagi, dan Debby segera memesan tiket pesawat karena Desta tidak ingin berlama-lama di perjalanan.
“Paman, besok sore temanku akan berkunjung dan membawa mobilmu yang rusak ke bengkel miliknya” ujar Desta yang memberitahukan Retno.
“Oke, besok aku akan menunggunya datang” Retno menganggukkan kepalanya.
“Jadi, kapan kak Debby dan kak Desta menikah?” Lia bertanya karena dia tidak sempat mendengarkan kapan resepsi pernikahan kakaknya akan diadakan.
“3 bulan dari sekarang, dan akan diadakan di sini” jawab Desta dengan wajah yang ceria, dia juga sudah memberitahukan kabar itu kepada semua anggota keluarganya termasuk Sebastian, dan mereka semua telah menyetujuinya.
“Oke, aku akan mengundang teman-temanku ke acara pestanya nanti” ujar Lia sambil mengedipkan mata kanannya, dan Desta pun menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Di sisi Herman..
“Aku masih tidak percaya ini, gelandangan itu berubah menjadi seorang yang bisa menghancurkan hidupku dalam sekejap, siapa sebenarnya dia?” Herman masih tidak bisa menerima yang sudah terjadi kepadanya.
Selama ini, dialah memiliki kekuatan untuk melakukan yang dia mau dan menyingkirkan semua orang yang dia tidak sukai.
__ADS_1
Tapi kemudian Desta datang dan memutar balikkan itu semua dengan mudahnya, jelas saja dia jadi penasaran tentang identitas Desta yang sebenarnya.
Herman pun menghubungi kenalannya yang bekerja sebagai peretas, dia ingin mencari tahu identitas Desta yang sebenarnya.
"Azhar, ini aku" Herman menceritakan niatnya untuk mengetahui identitas asli Desta.
"Hal yang sangat mudah, tapi apa kau masih bisa membayarku? Aku tahu kau sudah bangkrut, Herman..!" Azhar membuat Herman yakin dengan kemampuannya untuk meretas.
"Haha, kau memang hebat, tapi untungnya aku masih punya beberapa uang simpanan lagi, sebutkan saja nominalmu..!" Herman merasa sanggup untuk membayar Azhar, dia berpikir paling-paling hanya beberapa ratus juta.
"Oke, kalau begitu aku minta bayaran 10 miliar" jawab Azhar tanpa berbasa-basi lagi.
Tapi karena ambisinya lebih kuat daripada membangun perusahaan baru, dia pun menyetujui permintaan Azhar.
"Wah kau ternyata masih kaya ya? Seharusnya aku minta lebih tinggi lagi" ucap Azhar yang menggoda Herman.
"Itu adalah semua yang aku punya..!" jawab Herman agar Azhar tak meminta lebih dari yang dia sebutkan tadi.
"Haha, oke oke, kau ini memang cepat emosi ya, pantas saja tidak ada wanita yang mau denganmu" ledek Azhar.
__ADS_1
"Cukup basa-basinya, cepat lakukan yang kuminta dan kau akan dapatkan bayaranmu..!" Herman mendesak Azhar agar dia mempercepat pencarian data tentang Desta.
"Siap bos..!" lalu Azhar mematikan sambungan teleponnya.
"Nah, sebentar lagi aku akan mengetahui dirimu yang sebenarnya, dasar gelandangan sialan..!" ucap Herman memasang wajah dengan ekspresi penuh amarah.
Di sisi Desta..
"Ha..Hatchiii.. Sepertinya ada yang sedang membicarakanku" ucap Desta setelah bersin tanpa sebab.
Desta kembali ke kamarnya lalu menghubungi Sebastian untuk membicarakan tentang kejadian hari ini.
Dia tahu Herman tidak akan tinggal diam setelah diperlakukan seperti itu, dengan sifat pendendam dan congkaknya itu, pasti dia akan mencari cara untuk membalas dendam, apalagi dia sudah memberikan uang 50 miliar pada Herman.
"Paman, bisakah kau menutupi identitasku dengan data palsu untuk sementara? Entah kenapa aku merasa aku harus melakukannya jika ingin bergerak bebas melakukan kegiatanku" ucap Desta yang sambil mengerutkan alisnya.
"Aku juga berpikiran yang sama, setelah membuat seseorang menjadi bangkrut, aku rasa dia tidak akan tinggal diam, jadi aku sudah melakukannya terlebih dahulu" ucap Sebastian yang membuat Desta sangat salut padanya.
"Wah paman, kau selalu berpikir 2 langkah lebih maju di depanku, aku sangat beruntung kau menjadi bagian dari keluargaku" Desta benar-benar merasa beruntung.
__ADS_1