
"Ting.." pintu lift terbuka dan dia telah tiba di lantai 3.
Karena Mall itu sangat luas, dia harus bertanya berkali-kali pada satpam untuk mencari food court, dan akhirnya dia melihat dari kejauhan lambaian tangan dari orang yang dia kenal, lalu Desta pun cepat-cepat menghampirinya.
"Hai, maaf ya lama" Desta langsung duduk di sebelah Debby, dia melihat 3 orang lainnya yang menatap dirinya aneh.
"Oh, maafkan aku..! Perkenalkan, namaku Desta, aku pacarnya Debby..!" Desta tersenyum sinis kepada 2 orang laki-laki di depannya.
"Oh kenalkan, dia Rissa, dia Ferry, dan dia Agung, mereka adalah rekan kerjaku di perusahaan Gloria" Debby memperkenalkan ketiga temannya pada Desta.
"Oh, hai salam kenal" Desta melihat tatapan dari kedua laki-laki itu, dia tahu akan seperti apa nantinya, tapi dia memutuskan untuk ikut permainan mereka dulu.
"Jadi, sudah berapa lama kalian berpacaran?" Rissa langsung bertanya pada Desta.
"Ah itu, kami baru saja berpacaran, belum sampai seminggu" Desta menjawab dengan senyuman lebar.
"Sepertinya aku pernah melihatmu" Ferry bertanya pada Desta karena memang dia pernah melihatnya di perusahaan Gloria, namun tidak tahu Desta bekerja sebagai apa.
__ADS_1
"Itu mungkin karena dulu aku juga bekerja di perusahaan Gloria, dan aku bekerja sebagai kurir pengantar barang, tapi sekarang sudah mengundurkan diri" jawab Desta santai.
"Hoo, memangnya sekarang kau kerja di mana?" tanya Agung semakin bersemangat saat mengetahui Desta hanyalah seorang kurir sebelumnya, menurutnya Desta bahkan tidak pantas dibandingkan dengan dirinya yang menjabat sebagai ketua tim divisi pemasaran.
"Aku sekarang bekerja sebagai satpam di perusahaan Dahlia" Desta semakin yakin dan mengerti maksud pertanyaan dari Agung dan Ferry, mereka pasti akan meninggikan omongannya, jadi dia tetap bersikap tenang.
"Haha, ternyata pacarmu seorang satpam ya?" Agung tertawa besar dan jelas sekali maksud dari omongannya adalah untuk merendahkan Desta.
Desta hanya mengangguk dan melihat ke arah Debby mengisyaratkan untuk tetap tenang, biarkan dia saja yang mengurus pembicaraan ini, Debby mengerti dan menganggukkan kepalanya.
"Ya begitulah, aku baru bisa mendapatkan posisi sebagai satpam, mungkin suatu saat aku akan menjadi pemilik perusahaan" Desta mengatakannya sambil tertawa, dia memang akan menjadi pemilik perusahaan nantinya.
"Ya namanya juga berandai-andai, kan tidak ada batasan untuk itu" Ferry menambahkan.
"Oh iya bro, tadi kau ke sini naik apa?" tanya Agung menatap sinis pada Desta.
"Ah aku hanya naik motor saja, maklum aku hanya seorang satpam" Desta memang baru punya motor, tapi bukanlah motor kacangan, Debby hanya tertawa pelan mendengarnya.
__ADS_1
"Hmm, kasihan Debby dapat pacar seorang satpam" perkataan Ferry tidak disaring lagi hingga terdengar sangat tajam bagi Debby.
Desta melihat tangan Debby yang dikepal sangat kuat karena menahan kesal, dan wajahnya yang menjadi masam karena mereka berdua terus menerus merendahkan Desta.
"Bro, kenapa kau tidak jadi supirnya Agung saja? dia pasti menggajimu 10 juta per bulan" ucap Ferry sambil menepuk pundak Agung.
"Kalian ini bicara apa? Tidak pantas kalian berkata seperti itu pada seseorang" Rissa seperti sudah panas mendengar omongan mereka berdua yang dari tadi merendahkan Desta.
"Kenapa? Kau merasa tersinggung karena ayahmu seorang satpam?" Agung melihat Rissa yang kemudian terdiam dan kembali duduk.
Debby sudah muak dengan mereka berdua, akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Desta pergi, namun Desta menggelengkan kepalanya dan menyuruh Debby tenang.
"Oh iya, kalau boleh tahu jabatanmu di perusahaan Gloria sebagai apa?" Desta bertanya sambil tersenyum sinis pada Agung.
"Kenapa? Jabatanku tidak bisa dibandingkan denganmu, aku hanyalah seorang ketua tim divisi pemasaran, sedangkan kau adalah seorang satpam, haha" Desta terus tersenyum karena sarkasme yang dilontarkan Agung akan disesalinya kemudian hari.
"Oh kalau begitu, nikmatilah jabatanmu selagi masih bisa, aku berharap yang terbaik untuk kalian berdua." Perkataan Desta membuat mereka berdua bingung, apa hak Desta untuk berbicara seperti itu.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku dan Debby pamit dulu" Desta berdiri yang diikuti Debby dan Rissa untuk langsung meninggalkan mereka berdua.