Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Denis, Kau Sudah Benar-Benar Gila


__ADS_3

Namun yang terjadi berikutnya sangatlah mengejutkan, Desta memukul parang yang dipegang oleh orang tersebut dan mematahkannya menjadi 2 bagian.


Lalu Desta mengambil bagian yang patah dari parang tersebut dan menusukkannya pada tendon achilles orang tersebut.


tendon achilles adalah urat yang menghubungkan otot betis ke tumit dan merupakan tali berserat yang kuat dan sangat mungkin bagian urat ini robek dan akhirnya cedera jika terjadi kesalahan saat beraktivitas.


Namun karena Desta menusuk urat achilles orang itu dengan serpihan parang yang telah dipatahkannya, maka seketika itu juga dia menjadi lumpuh dan tak mampu menggerakkan kakinya sedikitpun.


“Gila..! Pukulan apa itu? Apakah dia benar-benar seorang manusia?”


“Selain itu, lihat lah yang telah dia lakukan pada kakinya”


“Dengan waktu sesingkat itu, dia bahkan bisa melumpukan lawannya dengan seranganya sendiri”


Semua orang terkejut dengan kemampuan Desta, bahkan sampai ada yang ingin membatalkan niatnya karena tidak mau berhadapan dengan monster seperti ini.


“Aduh, sakit ya om?” Desta berjongkok menghampiri orang itu yang sudah terbaring di lantai dan merintih kesakitan.


“Sialan, dasar tidak berguna..! Kalian semua serang dia sekaligus..!” teriak Denis yang merasa semakin kesal.


Namun rasa kesalnya itu sangat sia-sia, karena dalam waktu singkat, dari 9 orang yang tersisa hanya 2 orang saja.


“Hmm, hanya seperti ini? Aku bahkan belum menganggap ini sebagai pemanasan loh..!” ucap Desta yang menghina kemampuan bertarung semua orang yang dilawannya.


“Diam kau..!” teriak kedua orang yang tersisa dan langsung menyerangnya.

__ADS_1


“Buk.. Buk..”


“Prang...”


Tubuh mereka berdua terpental dan salah satunya menabrak tiang hingga tulang punggungnya patah.


“Aduh, itu pasti sakit sekali..!” Desta memasang ekspresi seperti sedang ngilu.


“Nah, sekarang tinggal kalian berdua deh, atau kalian masih ada orang tambahan lagi?” ucap Desta yang semakin menantang Denis dan Firman.


“Heh, kau pikir dengan mengalahkan kesepuluh orang itu sudah merasa menang hah? Kau sudah membuat sebuah kesalahan besar..!” ucap Denis yang meraih saku celananya dan seperti menggenggam sesuatu, Desta yang melihat itu langsung bersikap waspada, dia curiga Denis membawa pistol.


Benar saja, sesaat kemudian Denis menarik kembali tangannya dan terlihat sedang memegang sebuah pistol dan langsung diarahkan ke kepala Andre.


“Heh, kau pikir aku bodoh? Mana mungkin aku percaya sepenuhnya dengan orang yang akan menyelamatkan seorang sandera, aku membawa ini untuk berjaga-jaga jika dia tidak datang sendirian” ucap Denis yang mulai terlihat putus asa.


“Hei, tapi kan aku memang datang sendirian..! Memangnya kau ada melihat ada orang lain selain aku dari tadi?” Desta mengangkat tangannya dan tidak melakukan pergerakan apapun agar tidak menakuti Denis dan membuatnya menarik pelatuk pistol yang diarahkannya pada kepala Andre tersebut.


“Aku tidak peduli..! Karena kau sudah membuatku kesal, malam ini kau harus mati..!” teriak Denis yang sudah mulai kehilangan akal sehatnya karena panik.


“Oi Denis, kau sudah gila? Kalau terjadi pembunuhan di sini, terlalu banyak saksi yang bisa membuat kita berdua dipenjara..!” Firman mengingatkan Denis agar tidak berbuat lebih jauh.


“Dia benar..!” jawab Desta.


“Dor..!”

__ADS_1


“Diam kalian..!” teriak Denis yang melepaskan tembakan ke arah atap rumah.


Rumah tersebut berada di tempat terpencil dan jarak antar rumah warga lumayan jauh, jika terjadi sebuah penembakan, maka hanya akan terdengar seperti sebuah ledakan dari petasan.


“Denis, aku beri kau satu kesempatan untuk berhenti..!” ucap Desta yang mulai menunjukkan keseriusan dalam nada bicaranya.


“Atau apa?” tantang Denis yang kembali mengarahkan pistolnya ke kepala Andre.


“Atau... Kita bisa makan dulu? Aku sangat lapar karena perjalanan ke sini sangat jauh” jawab Desta yang kembali memasang wajah tidak serius dengan nada bicara yang bercanda.


Sebenarnya Desta bertingkah seperti itu untuk memancing emosi Denis agar tidak mengarahkan pistolnya kepada Andre lagi, dia berencana membuat Denis mengarahkan pistol kepadanya, dan rencananya terlihat berhasil.


“Jangan main-main..!” Denis mengarahkan pistolnya ke arah Desta dan menarik pelatuknya.


“Dor..!”


Sebuah tembakan kembali dilakukan oleh Denis, tapi tembakan itu tidak mengenai Desta dan hanya menghantam tembok di belakangnya saja.


“Denis, kau sudah benar-benar gila..!” Firman datang dan mendekati Denis, tapi Denis malah mengarahkan pistolnya kepada Firman.


“Oi, apa yang kau lakukan? Singkirkan pistol itu dari wajahku..!” ucap Firman yang terlihat gugup.


“Dor..!”


Denis menembakkan pistolnya kepada Firman dan mengenai lututnya, karena jarak antara Denis dan Firman sangat dekat, dia tidak mungkin meleset.

__ADS_1


__ADS_2