
“Sekarang aku mengerti kenapa ayah tidak berani kepadanya, bukan karena ancaman atau apapun yang aku pikirkan sebelumnya, tapi karena hal yang ada didalam dirinya” gumam Cindy dengan wajah yang memerah ketika memikirkan tentang Desta.
“Tuan muda, dengan kejadian hari ini seharusnya masalah Anda dengan mereka sudah selesai bukan?” sambil tetap fokus menyetir, Jefrey bertanya kepada Desta yang sedari tadi hanya diam saja karena sudah mulai mengantuk.
“Mmm, seharusnya sih memang begitu, tapi entah jika Brandon akan membalaskan dendamnya” jawab Desta.
“Tapi bagaimana juga dia bisa membalasnya? Sekarang bocah itu sudah menjadi apa yang ditakutinya, miskin..!” gumam Desta dan matanya mulai sayu.
Berbeda dengan kasus Herman dahulu, Desta kali ini tidak ingin memberikan kesempatan untuk Brandon membalaskan dendam.
Dulu, karena dia mengasihani Herman, Desta memberikan sejumlah uang untuknya agar bisa membangun kembali usahanya dari awal.
Tapi kesempatan itu ternyata disalahgunakan, dan Desta tidak ingin kesalahannya terulang lagi, maka, kali ini dia benar-benar membuat Brandon tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengusiknya lagi.
“Dengan ini aku setidaknya sudah bisa merasa lega” akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan Debby karena terasa sudah lama sekali baginya tidak melihat wajah manis kekasihnya itu.
__ADS_1
“Jef, maaf aku harus menyusahkanmu, aku akan beristirahat sebentar..! Aku serahkan kemudi padamu” ucap Desta.
“Tidak perlu meminta maaf tuan muda, ini sudah seharusnya menjadi salah satu tugasku sebagai bawahan Anda” Jefrey menggelengkan kepalanya, sebenarnya tanpa Desta minta pun dia tetap akan mengemudikan mobilnya sampai apartemen milik Desta.
Karena Jefrey sudah terbiasa mengemudi di malam hari, dia sama sekali tidak merasakan lelah dan malah mempercepat laju kendaraannya di atas 80 kilometer per jam.
Hanya butuh 40 menit akhirnya mereka tiba di apartemen milik Desta.
“Terima kasih Jef..!” ucap Desta.
“Ya sudah kalau begitu” Desta mengangkat bahunya lalu masuk ke dalam lobby menuju kamarnya untuk segera tidur.
Keesokkan harinya..
“Deb, hari ini kau sibuk tidak?” tanya Desta dalam panggilan teleponnya dengan Debby.
__ADS_1
“Tumben kau menelepon? Hari ini aku sedikit sibuk dengan pekerjaanku, kemungkinan akan pulang jam 7 malam” jawab Debby ketus, dia merasa kesal dengan Desta karena tidak mengabarinya selama hampir 5 hari.
Desta memang sengaja tidak mengabari Debby karena tidak mau dia terlibat dalam urusannya dengan Brandon.
“E-eh, kalau begitu aku akan mengajakmu esok hari saja” ucap Desta dengan suara yang bergetar.
“Mmm, terserah kau saja..!” jawab Debby dan panggilan telepon pun langsung dimatikan olehnya.
Desta paham dengan perasaan Debby, karena itu dia tidak ingin memaksakan untuk bertemu dengannya hari ini.
“Baiklah, karena hari ini aku tidak bisa bertemu dengan tuan putriku, sebaiknya aku ke mana ya?” Desta mulai merasa bosan karena kegiatan yang dijalaninya sudah mulai sedikit semenjak tidak bekerja sebagai satpam ataupun karyawan di Gloria.
“Apa aku mencari pekerjaan lagi saja? Tapi apa yang cocok untukku ya?” gumam Desta sambil melihat-lihat di kolom lowongan pekerjaan pada sebuah situs pencari kerja di internet bernama Jobstreak.
“Hmm, sepertinya pekerjaan ini boleh juga aku coba” ucap Desta saat melihat lowongan pekerjaan sebagai guru olahraga di sebuah SMA.
__ADS_1
“Baik, aku coba saja, tidak ada salahnya juga bukan?” gumamnya dalam hati dan lamaran pekerjaan pun sudah terkirim kepada 3 SMA yang sama-sama terletak tak jauh dari perusahaan Heir Group.