Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Memenangkan 200 Miliar


__ADS_3

“Kau baik-baik saja?” Debby terlihat sangat cemas, sedangkan Anna terlihat sedikit murung karena Herman mungkin tidak akan mempertimbangkan untuk menikahi Debby, dan dia harus menerima Desta sebagai pilihan anaknya.


“Aku baik-baik saja” Desta mengusap pipinya beberapa kali lalu kembali melanjutkan makannya.


“Setelah ini kita langsung pulang saja, aku sudah tidak ada nafsu untuk makan” ucap Anna yang sudah terlanjur kecewa.


“Mmm..!” Debby menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai menghabiskan makanannya, desta meminta tagihan kepada salah satu pelayan.


“Total semuanya menjadi 55 juta rupiah, Tuan..!” Pelayan itu memberikan total tagihan, dan Desta memberikannya sebuah kartu ATM untuk digesekkan.


“Memangnya kau punya uang sebanyak itu?” tanya Anna yang penasaran, karena sebelumnya dia mendengar bahwa Desta memiliki cukup uang untuk makan di restoran semahal ini.


“Tenang saja bibi, uang hasil menang undianku masih sangat banyak” Anna memiringkan kepalanya, dia penasaran tentang hadiah undian yang dikatakannya.


“Memangnya berapa banyak uang yang kau dapatkan dari undian itu?” tanya Anna yang penasaran.


“Aku memenangkan 200 miliar” Seketika wajah Anna berseri-seri setelah mendengar jumlah yang diperolehnya.


Dia berpikir dengan uang sebanyak itu, Desta akan diterimanya sebagai calon menantunya agar dia setidaknya bisa kebagian beberapa miliar darinya.

__ADS_1


Jika Debby mendengar itu dari ibunya, dia akan merasa sangat malu bahkan mungkin tidak akan berbicara padanya.


“Pembayaran berhasil, dan ini kartu ATM anda tuan” pelayan itu mengembalikan kartu ATM Desta dan merunduk berterima kasih.


“Baiklah, untuk pesanan mereka kau yang membayarkannya kan pak manager?” Desta mengedipkan matanya kepada Robert, dia mengerti bahwa Desta akan membayarnya nanti, mungkin ada alasan tersendiri jika saat ini dia tidak ingin menunjukkan dirinya yang sebenarnya kepada kedua wanita itu.


“Aku benar-benar minta maaf atas perlakuan Herman kepadamu” ucap Anna.


“Ah sudahlah bibi tidak usah dipikirkan” jawab Desta sambil tersenyum.


“Orang itu benar-benar keterlaluan, itu sebabnya aku sudah bilang padamu bu, aku tidak akan pernah menerimanya” tegas Debby yang memarahi Anna.


Setelah menempuh perjalan selama 1 jam, akhirnya mereka tiba di kontrakan, dan Anna melihat Retno dan Lia yang sedang berfoto-foto di atas sebuah sepeda motor yang berukuran besar.


“Ayah, sepeda motor siapa itu?” Anna bertanya.


“Entahlah, siapapun yang memiliki ini pasti orang kaya, karena ini adalah model terbaik dari BMW, harganya saja bisa mencapai 1 miliar lebih, Debby jika pacarmu bisa membeli motor seperti ini, aku akan langsung memberimu restu untuk menikah dengannya” Retno menjelaskan dengan sangat antusias.


Debby hanya bisa tersenyum kecut, dia tahu pemilik motor itu adalah pacarnya sendiri, dia takut Desta beranggapan bahwa keluarganya hanya menilai seseorang dari kekayaannya saja.


Tapi saat Debby melihat wajah Desta yang terlihat senang saat mendengar ucapan ayahnya, dia tahu bahwa itu adalah kabar baik baginya.

__ADS_1


“Paman, Bibi, Debby, Lia aku pamit dulu ya” Desta mengeluarkan sebuah kunci motor.


“Desta, bukankah kau tadi tidak membawa kendaraan apapun makanya kau dan Debby naik taksi?” tanya Anna.


“Hehe, aku membawanya bibi, tapi karena Debby sudah berdandan dengan sangat cantik, aku tidak ingin merusak dandanannya, jadi aku menitipkan motorku di sini” jawab Desta sambil mendekati sepeda motornya.


“Hah? Kau serius itu adalah milikmu?” tanya Retno.


“Iya paman, ini kuncinya ada padaku” jawab Desta santai.


Lalu Desta menancapkan kuncinya dan menyalakan mesin motor, seketika wajah Retno dan Lia berubah kebingungan, karena mereka hanya mengetahui bahwa Desta adalah seorang satpam tapi kenapa bisa membeli motor semahal ini.


“Desta, dari mana uang yang kau gunakan untuk membeli motor ini?” saat Desta akan menjawabnya, Anna langsung menjawab dengan jawaban yang diberikan Desta saat di restoran tadi.


“Hmm, itu jumlah yang fantastis, wajar saja kau bisa membelinya, tapi aku menyarankan kau untuk segera menginvestasikan uang itu dengan sesuatu yang lebih bernilai jika kau ingin masa depan yang cerah dengan Debby” itu seperti sebuah lampu hijau yang diberikan oleh Retno dan Anna.


“Benar juga..! Baiklah, aku akan mulai menginvestasikan uang-uang ini, terima kasih sarannya paman” Desta merunduk memberikan hormat pada Retno.


“Aku berharap banyak padamu” Jawab Retno.


“Aku mengerti, kalau begitu aku akan pamit pulang” Desta segera mengendarai sepeda motornya dan meninggalkan kontrakan Debby.

__ADS_1


__ADS_2