Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Bos, Kau Memang Sangat Mengerikan


__ADS_3

Ucapan Desta tentu membuat Febrianto bingung, bagaimana bosnya bisa begitu yakin dengan pertaruhan seperti ini, sedangkan perjudian semacam ini sangatlah berbeda dengan judi kartu atau judi yang lainnya.


“Mungkin karena bos sangat pandai berkelahi, dia bisa membaca aura para petarung yang ada di arena tersebut” Febrianto berasumsi demikian karena dia pernah mendengar rumor bahwa jika seseorang sangat mendedikasikan dirinya dalam seni bela diri, dia akan sangat mudah untuk membaca tingkat kekuatan lawannya.


“Tapi, jika bos sudah mencapai tahap itu, artinya dia sudah berada di tingkat paling tinggi?” gumam Febrianto.


“Kenapa Feb?” ucap Desta saat menoleh ke arah Febrianto yang sedari tadi menatapnya sambil menganggukkan kepalanya.


“Ah, tidak ada apa-apa bos..!” Febrianto tersentak kaget dari lamunannya lalu dia kembali melihat ke arah petarung di arena.


Kedua petarung yang ada di arena terdiri dari sisi hitam dan sisi putih, di mana sisi putih adalah salah satu dari bawahan Widodo dan sisi hitam adalah para penantang yang datang silih berganti setiap harinya.


“Total taruhan sebesar 12 Miliar rupiah dengan rincian 100 taruhan dengan total 2 Miliar dan 2 taruhan dengan total 10 Miliar rupiah” sebuah kalimat yang diumumkan oleh wasit pertandingan tentang total taruhan pada pertarungan kali ini langsung membuat semua orang sangat bersemangat.


“Wah, 2 taruhan dengan total 10 Miliar rupiah..!”


“Itu pasti orang-orang yang duduk di ruangan VIP..!”

__ADS_1


“Orang-orang kaya memang sangat berbeda level bertaruhnya”


Semua orang yang bukan dari ruangan VIP mulai bergosip tentang jumlah taruhan yang spektakuler bagi mereka.


“Bos, 2 taruhan itu mungkinkah?” tanya Febrianto saat mendengar pengumuman total taruhan.


“Mmm, satu lagi pasti bos Widodo..!” ucap Desta sambil menganggukkan kepalanya dan tatapannya masih tertuju kepada para petarung.


Febrianto melihat ke sekelilingnya dan menemukan ruang VIP lain di seberang ruangan mereka.


“Bos, sepertinya itu adalah ruangan VIP lagi, mungkin si bos Widodo ini ada didalam ruangan itu” Febrianto menunjuk ke arah ruangan kaca di seberangnya.


“Untuk sekarang, kita amati saja pertarungan ini, aku punya rencana untuk memancingnya keluar dengan sendirinya..!” ucap Desta dan dia menatap dengan sangat fokus terhadap pertandingan tersebut.


Pertandingan pun dimulai dan kedua petarung langsung beradu pukulan.


Setiap pukulan yang bersarang di wajah dan tubuh masing-masing petarung, membuat semua penonton semakin bersorak karena bersemangat.

__ADS_1


“Pertandingan ini sudah selesai..!” ucap Desta sambil tersenyum kecil.


“Bos, mereka berdua masih berdiri dengan tegap dan sepertinya mereka juga masih punya banyak tenaga, bagaimana bisa pertandingan sudah selesai?” Febrianto bertanya-tanya karena penjelasan Desta sangat tidak bisa dicerna oleh logikanya.


“Kau lihat saja..! Tangan dari petarung sisi putih sudah sangat gemetaran, walaupun dia menutupinya dengan melompat ke sana ke sini, tapi mataku tidak bisa ditipu olehnya..!” ucap Desta dengan penuh percaya diri.


“Hmm, itu..” Febrianto terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Jika diperhatikan lebih seksama, dia menyadari apa yang dikatakan oleh Desta adalah benar.


Tangan dari petarung di sisi putih itu memang benar-benar gemetaran dan dia menutupinya dengan cara melompat-lompat agar musuh tidak menganggapnya sudah kewalahan dan dengan harapan masih bisa mengintimidasi lawannya.


Dalam sebuah pertarungan, jika tangan terlihat gemetaran, itu akan menjadi hal yang buruk karena lawan akan langsung menyerang bertubi-tubi saat mengetahui tubuhnya tidak akan bisa menerima pukulan lebih banyak lagi.


“Bos, kau memang sangat mengerikan..!” gumam Febrianto sambil sesekali melirik ke arah Desta.


Tak lama, sorakan para penonton terhenti karena kejutan yang diberikan oleh petarung di sisi hitam.

__ADS_1


“Buk.. Buk.. Buk..” 3 pukulan telak yang mengarah ulu hati dan dagu petarung sisi putih tanpa adanya perlawanan langsung membuatnya menjadi pemenang.


__ADS_2