
“Oke aku akan mencobanya..!” ucap Debby dan langsung keluar menuju ruangan direktur.
“Tok.. Tok..” Debby mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam ruangan direktur.
“Ah, Anda pasti nona Debby..! Perkenalkan, namaku Jayanti dari Heir Group” ucap Jayanti yang menyambut kedatangan Debby, dia bisa tahu bahwa itu adalah Debby karena Sebastian memberikan foto Debby padanya yang dikirimkan oleh Desta.
“I-iya benar, kenapa Anda bisa tahu namaku?” tanya Debby kebingungan.
Jayanti pun langsung berdiri dan mendekati Debby, lalu dia merunduk dan memberi hormat kepada Debby seperti seorang bawahan yang bertemu dengan atasannya.
“E-eh, kenapa Anda memberi hormat padaku?” tanya Debby yang semakin bingung.
Hendra yang melihat hal itu sudah tidak heran lagi, karena dia memang sudah tahu bahwa Debby adalah kekasihnya Desta dan sekarang sudah menjadi tunangannya.
“Anda adalah tunangan dari tuan muda Desta, bagaimana mungkin aku bisa berikap tidak sopan kepada nona Debby?” jawab Jayanti yang masih merunduk.
“Ah jadi ini semua ulah Desta?” gumam Debby dengan senyum kecutnya.
“Sudah, sudah..! Nona Jayanti tidak perlu bersikap terlalu sopan padaku” ucap Debby sambil mengangkat tubuh Jayanti.
“Baik” Jayanti kembali duduk di kursinya.
__ADS_1
“Sebelum itu, tolong jangan panggil aku Nona, panggil namaku saja nona Debby” ucap Jayanti.
“Ah baik, kalau begitu kau juga tidak perlu memanggilku dengan sebutan nona, panggil aku Debby saja” balas Debby.
“Tidak bisa, aku akan terdengar sangat tidak sopan jika melakukan itu” jawab Jayanti yang menggelengkan kepalanya pertanda dia menolak permintaan Debby.
“Ya sudah kalau begitu terserah kau saja” ucap Debby yang menyerah dengan sikap keras kepalanya Jayanti.
“Jadi aku ke sini dengan maksud bernegosiasi denganmu, bukan?” ucap Debby.
“Benar, tapi itu tidak diperlukan karena aku sudah diberi tahu oleh tuan Sebastian tentang rencana yang dibuat tuan muda Desta untuk nona Debby” jawab Jayanti.
“Pokoknya, tuan Sebastian bilang bahwa bagaimana pun hasil negosiasi dari semua orang yang sudah mencoba, nona Debby lah yang akan kami tunjuk sebagai negosiator yang berhasil membuat kesepakatan denganku, dengan begitu nona Debby tidak akan bisa dicurigai lagi atas kenaikan jabatannya” Jayanti menjelaskan inti dari rencana itu.
“Ah benar, ini adalah rencana Desta, aku bisa melihat dari pola yang memang cara berpikirnya” gumam Debby sambil menepuk dahinya.
“Jadi, nona Debby tidak perlu repot-repot membuat kata-kata untuk bernegosiasi karena dari awal ini adalah rencana untuk membantu nona Debby” sambung Jayanti.
“Baiklah kalau begitu, aku kembali ke ruanganku” ucap Debby dan segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar menuju ruang divisi pemasaran.
“Mmm, terima kasih banyak nona Debby” teriak Jayanti yang berdiri lalu memberi hormat pada Debby.
__ADS_1
“Yang harusnya berterima kasih itu aku kan..!” gumam Debby.
Debby pun kembali ke ruangan pemasaran, dan semua mata tertuju padanya.
Tatapan penghinaan yang didapatkannya karena mereka mengira Debby tidak sanggup bernegosiasi sehingga raut wajahnya terlihat sangat muram.
Padahal Debby sedang memikirkan Desta yang sangat niat untuk membantunya hingga sejauh ini, dan karena itu dia sampai tidak bisa berkata apa-apa dan tidak menyadari bahwa ekspresi wajahnya terlihat seperti muram.
“Haha, sudah pasti dong dia bersikap seperti itu, dia kan tidak bisa apa-apa selain menggoda pria” ucap karyawan wanita yang tidak senang dengan Debby ketika dia tahu Albert yang disukainya digoda oleh Debby untuk mendapatkan jabatan sebagai ketua tim.
“Kenapa? Apa kau akhirnya menyadari bahwa kemampuanmu yang sebenarnya hanyalah sebatas menggoda, dan karena utusannya adalah seorang wanita, jadi kau tidak bisa menggodanya bukan? Haha..!” cerca Agung yang berjalan mendekat ke meja Debby.
“Tidak tuh, lagi pula aku tidak serendah itu hanya demi jabatan sampai menjual harga diriku” jawab Debby santai.
“Cih, sudah jelas-jelas terlihat seperti itu dan kau masih ingin menyangkalnya? Kau benar-benar wanita tidak tahu malu, munafik..!” bentak Agung lalu dia berbalik kembali ke meja kerjanya.
“Terserah kau sajalah” gumam Debby yang tidak mempedulikan ucapan Agung karena dia sudah malas berdebat dengannya.
Tak lama kemudian Hendra masuk ke ruangan dan mengumumkan sesuatu.
“Jadi, hari ini sudah selesai, dan hasil dari negosiasi kalian akan ditentukan besok, berdoalah untuk keselamatan perusahaan ini..!” ucap Hendra yang terdengar sangat meyakinkan.
__ADS_1