Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Tidak Suka Langsung Menjadi Bos Besar


__ADS_3

"Deb, ini makanlah" Desta memberikan roti isi daging sapi, untuk ukuran makanan ringan, roti itu berukuran lumayan besar.


"Mmm, terima kasih Bontet" Debby segera menyantap rotinya dan tidak butuh waktu lama untuk menghabiskannya.


"Wow, aku tidak tahu kau bisa mengunyah secepat itu" Desta pura-pura terkejut.


"Hmm..." dalam diam, Debby menjulurkan tangannya ke arah pinggang Desta, lalu mencubitnya.


"Aduh, kenapa kau mencubitku?" ucap Desta kesakitan.


"Itu hukumanmu karena menunda menceritakan yang sebenarnya kepadaku" ucap Debby dengan nada ketus.


"Hah? Apa hubungannya kau lapar dengan aku belum menceritakan semuanya? Dasar wanita, aku tidak pernah bisa menebak isi hati mereka" gumam Desta dalam hati.


"E-eh itu kan aku berjanji menceritakannya saat di pesawat, memangnya itu dianggap menunda?" tanya Desta.


"Mmm" Debby hanya menganggukkan kepalanya.


"Ah haha, baiklah maaf, aku akan menceritakannya sekarang" bisik Desta pelan.


"Sebenarnya memang aku yang membantumu naik jabatan, karena aku tidak suka dengan sifat Agung yang seperti itu pasti akan membuat bawahannya tertekan" Desta mulai menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin membuat performa perusahaanku menurun hanya gara-gara karyawannya tidak sepemikiran dengan atasannya, jadi aku memutuskan untuk mengganti atasannya" sambung Desta.


"Oh begitu... Eh tunggu..!" Debby menyadari sesuatu.


"Kau bilang perusahaanmu? Jangan bilang kau adalah bos perusahaan Gloria" tanya Debby penasaran.


"Ya, karena aku pemegang 70 persen saham perusahaan, sepertinya otomatis aku menjadi bos di perusahaan Gloria" jawab Desta santai.


"Kalau tidak percaya, aku akan menghubungi Hendra untuk membuktikannya" tantang Desta sambil memegang ponselnya.


"Oke, itu akan lebih baik lagi agar aku semakin yakin..!" Debby mengangguk mengiyakan Desta.


Desta pun langsung menghubungi Hendra .


"Ah tidak, aku hanya ingin membuktikan ucapanku pada seseorang" jawab Desta.


Debby terbelalak mendengar Hendra berbicara, dia benar-benar mengenali suara dan logat itu, karena Hendralah yang mewawancarainya ketika melamar pekerjaan di perusahaan Gloria.


"Hendra, bagaimana status karyawan yang aku minta padamu? Apakah sudah dirubah?" tanya Desta.


"Sudah tuan, aku sudah menggantikan Agung dengan Debby, mulai besok Debby akan diumumkan secara resmi sebagai ketua tim yang baru kepada divisi pemasaran" jawab Hendra dengan nada yang tegas.

__ADS_1


"Mmm, kerja bagus, baiklah terima kasih" Desta langsung menutup panggilannya.


"Hmm, aku benar-benar tidak mengerti pemikiran bos besar" gumam Hendra dalam hati, lalu dia melanjutkan kegiatannya.


"Bagaimana Deb? Apa sudah cukup penjelasanku?" Desta bertanya penasaran.


"Tentu saja belum..! Jika kau benar-benar anak orang kaya, untuk apa kau repot-repot bekerja dengan posisi yang sangat buruk sebelumnya? Kau bisa saja bekerja menjadi direktur perusahaan daripada menjadi satpam ataupun kurir dari awal." pemikiran Debby sangat logis, tapi dia hanya berpikir dengan pemikiran umum.


Desta tidak ingin langsung menjadi seorang bos, dia ingin mendalami setiap posisi pekerjaan agar dia tahu harus bagaimana menghadapi setiap permasalahan di setiap bagian di usaha keluarganya nanti.


"Haha, untuk masalah itu aku yakin kau tidak akan terima" Desta tersenyum kecil.


"Coba saja..!" tantang Debby.


"Oke..! Itu karena aku tidak suka langsung menjadi bos besar" jawaban sederhana Desta membuat Debby bingung.


"Haha, benar kan, kau jadi bingung sekarang" goda Desta.


"Ah sudahlah, aku mau fokus makan kue saja sekarang..!" Debby tidak mau melanjutkannya lagi.


"Para penumpang pesawat udara Hanoman Airlines dengan nomor penerbangan H336N tujuan Jakarta, silakan masuk ke pesawat Anda karena sebentar lagi pesawat akan diberangkatkan"

__ADS_1


Debby dan Desta pun segera masuk ke dalam pesawat.


__ADS_2