Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Berkunjung Ke Toko Barang Antik Pt.1


__ADS_3

"Baiklah, jika sudah puas makan, kalian pergi duluan saja, aku masih ingin berlama-lama di sini" ucap Desta memerintah Jefrey.


"Baik tuan muda" lalu Jefrey menaikkan tangannya dan membuat tanda kepada yang lain agar mereka segera meninggalkan restoran setelah puas makan dan semua orang kecuali Desta menganggukkan kepalanya.


"Wah, isyarat apa yang kau gunakan? Sepertinya aku baru melihatnya" tanya Desta sambil menaikkan alisnya.


"Oh itu bahasa isyarat yang dibuat oleh kelompok elang hitam kami tuan muda, jadi, tak ada seorangpun di luar anggota bisa mengerti apa rencana kami selanjutnya" jawab Jefrey.


"Haha, kalian ternyata cukup kompleks, tapi itu bagus..!" ucap Desta dengan tawa pelan dan tetap melanjutkan makannya.


30 menit kemudian, mereka semua telah kekenyangan dan merasa puas sekali.


Desta menganggukkan kepalanya dan Jefrey pun memberi isyarat kembali pada yang lain.


"Kali ini apa yang kau katakan?" tanya Desta penasaran.


"Aku bilang pada mereka 5 menit lagi kita pergi, tuan muda" jawab Jefrey.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu kau bisa kembali bersama mereka sekarang, aku akan menikmati makananku sendirian di sini” ucap Desta dan Jefrey pun kembali ke meja sebelumnya.


5 menit kemudian, para bawahan Jefrey mulai berdiri dan bersiap untuk meninggalkan restoran, dengan merundukkan kepalanya, semua orang itu memberikan hormat kepada Desta.


“Terima kasih banyak atas makanannya tuan muda” teriak mereka serentak, dan membuat seisi restoran melihat ke arah mereka dan Desta.


“Mmm” Desta mengangguk dan melambaikan tangannya agar mereka segera keluar dari restoran.


Desta tidak bisa membiarkan mereka di sini terlalu lama, karena Robert akan mengalamin kerugian jika pelanggan lain yang seharusnya bisa lebih banyak datang malah terhambat karena masih ada mereka di sini.


Dalam waktu singkat, para anggota elang hitam sudah masuk ke dalam mobil dan satu per satu meninggalkan restoran.


“Haha, aku paham kok, kalau aku sebagai pemilik restoran juga pasti akan merasa khawatir karena yang makan di sini adalah anggota gangster, takut kalau mereka akan merusak citra restoran ini” ucap Desta yang mengerti maksud Robert.


“Baiklah, karena aku akan sedikit lebih lama di sini, apakah itu tidak apa-apa?” tanya Desta.


“Tidak apa-apa tuan, silakan gunakan waktu Anda di sini” jawab Robert.

__ADS_1


“Oke, kalau begitu restoran ini bisa kembali dibuka untuk umum” ujar Desta yang kembali memakan makanannya yang tersisa dan sambil melihat-lihat menu lain yang ada di daftar menu.


Tak sampai 30 menit setelah diumumkan pembukaan kembali untuk umum, restoran d’Coins kembali terisi penuh oleh orang-orang yang sedari tadi memang menunggu untuk makan di sini.


“Wah, restoran ini benar-benar sangat populer ya..! Lihat itu, bahkan sampai ada daftar antrian..!” ucap Desta yang baru saja tersadar saat dia selesai makan.


“Baiklah kalau begitu, sebaiknya aku segera kembali ke rumah sakit untuk menjaga Debby” gumamnya lalu melambaikan tangan kepada seorang pelayan yang terlihat sedang tidak bertugas untuk meminta tagihan makanannya tadi


“Semuanya menjadi 5 miliar 675 juta rupiah tuan” ucap pelayan tersebut dan tentu saja nominal sebesar itu menarik perhatian para tamu yang lainnya.


“Wah, makan sebanyak apa dia bisa sampai begitu besarnya tagihan untuk seorang diri?”


“Memangnya dia mampu membayar sebanyak itu?”


“Huh, penampilannya saja seperti itu, mana mungkin dia bisa membayarnya..!”


“Tadi di luar aku sempat melihat sebuah mobil murahan di parkiran, kurasa itu miliknya, lihat saja penampilannya itu, sangat terlihat jelas bukan?”

__ADS_1


Semua tamu mulai bereaksi, ada yang mencibir, ada yang terkejut dengan nominal segitu, dan ada juga yang kagum karena Desta tidak melarikan diri setelah selesai makan.


__ADS_2