
"Wow, aku salut dengan keberanianmu, tidak hanya menghinaku atasanmu, kau bahkan berani menghina pak direktur" Denis bertepuk tangan dan semakin bersikap arogan.
"Cih, kau hanya beruntung menjadi manager di sini tidak melalui penilaian dari Desta, jika tidak, mana mungkin kau bisa bersikap arogan seperti ini..! Aku bisa saja meminta Desta untuk menggantikanmu, tapi aku tidak ingin sombong sepertimu" ucap Andre yang mulai menenangkan dirinya.
"Desta? Desta siapa? Di perusahaan ini tidak ada yang namanya Desta..! Kalau kau memang ingin menakutiku, kenapa tidak sekalian kau bilang kenal dengan tuan Sebastian? Haha" ucap Denis yang mengolok-olok Andre.
"Oh kebetulan sekali aku kenal dengan pak Sebastian, dia yang membuatku bekerja di sini" Andre mulai merasa perdebatan ini semakin menarik.
"Jangan membual, tidak sembarang orang bisa mendekati tuan Sebastian, bahkan aku yang seorang manager saja belum tentu bisa dekat dengan tuan Sebastian..!" teriak Denis yang merasa bualan Andre sudah keterlaluan.
"Aku tidak membual, itu semua benar kok..!" jawab Andre yang merasa menang dengan fakta dia kenal dengan Sebastian bahkan Desta si pemilik Heir Group.
__ADS_1
"Sudahlah, aku tidak punya waktu untuk bualan tidak bergunamu itu..! Aku akan melaporkan kelakuanmu yang melawan atasan itu kepada direktur..!" ancam Denis.
"Bukankah sudah aku katakan tadi? Silakan saja..!" jawab Andre yang langsung berbalik menuju pintu keluar dan meninggalkan ruangan Denis.
"Hmm, dasar orang rendahan..! Mimpimu terlalu tinggi..!" Denis mengutuk Andre yang tak hanya melawan kata-katanya, dia bahkan membual dengan sangat bangganya hanya untuk menakut-nakutinya.
"Aku harus membuat berandalan seperti itu dipecat secepatnya, dia bisa menjadi penghalang di karirku ke depannya" Denis mengepalkan tangannya karena sangat kesal dengan Andre yang tidak tunduk kepadanya.
Di sisi Desta..
"Hmm, sebenarnya ada banyak sekali yang ingin aku ketahui darimu, tapi untuk saat ini mungkin ini yang paling mengganjal di hatiku" ucap Debby.
__ADS_1
"Tanyakan saja..!" Desta tersenyum kecil.
"Apakah tuan Sebastian benar-benar pamanmu?" tanya Debby yang menatap Desta dengan tatapan penasaran.
"Kalau dibilang pamanku sih bukan, karena dia adalah kepala pelayan di keluargaku, dan aku tahu kau pasti penasaran tentang Heir Group juga kan?" Desta mengetahui apa yang dipikirkan Debby saat ini dari pertanyaannya barusan.
"Mmm..! Aku memang ingin menanyakannya padamu nanti, tapi kalau kau mau menjelaskannya sekarang aku tidak akan menolak" Debby menunggu penjelasan dari Desta dengan mata yang berbinar-binar.
"Haha, oke aku jelaskan sekarang deh..! Sebenarnya ayahku yang memerintahkan untuk mendirikan sebuah perusahaan agar ayahku bisa mengawasi dan melindungiku" Debby terkejut mendengar cerita Desta, memangnya sekaya apa keluarga Desta hingga membuat sebuah perusahaan sebesar Heir Group hanya untuk mengawasi saja.
"Tapi tidak disangka, Heir Group malah menjadi perusahaan terbesar di Jakarta saat ini, padahal ayahku hanya menggunakan 2 persen dari keuangan keluargaku, dan sekarang ayahku menyerahkan Heir Group kepadaku, jika tidak dibantu oleh paman Sebastian, aku pasti kewalahan" Debby jadi melotot mendengar pernyataan Desta yang seperti itu.
__ADS_1
"Du-du-dua persen kau bilang? 500 Triliun hanya 2 persen dari keseluruhannya? Dan kau ternyata benar-benar pemilik Heir Group?" Debby serasa hampir pingsan hanya mendengar ceritanya saja.
"Ya, hanya 2 persen dari total kekayaan keluargaku" Desta mengangguk dan tersenyum kecil pada Debby.