Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Pesta Ulang Tahun Sony Pt.2


__ADS_3

40 menit kemudian, Desta pun tiba di tempat yang dimaksudkan.


Dia memarkirkan sepeda motornya di parkiran yang penuh dengan mobil mewah, sedangkan bila dilihat dari atas, hanya Desta yang datang dengan sepeda motor.


Tak lama kemudian terdengar seorang satpam yang memanggilnya dari belakang dengan teriakan yang cukup keras.


“Hei, kau tidak lihat apa ini khusus parkiran mobil?” teriak satpam itu dengan nada yang sangat kasar.


“Oh, maaf aku sedang terburu-buru, jadinya tidak melihat tandanya..! Memangnya parkiran motor ada di mana ya?” tanya Desta sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Tidak ada parkiran motor di sini..!” jawab satpam itu.


“Hah? Jangan bercanda..! Mana ada gedung yang dibangun tanpa parkiran motor..!” ucap Desta yang tidak percaya dengan ucapan satpam tersebut.


“Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi jika kau masih nekat parkir di sini, aku akan mengusirmu..!” ancam satpam tersebut.


“Memangnya kau ditugaskan seperti itu?” tanya Desta.

__ADS_1


“Tidak perlu tahu, jika aku bilang akan aku usir ya aku usir..!” balas satpam itu.


“Haduh, belum masuk saja sudah ada ribut-ribut begini” ucap seorang wanita yang turun dari sebuah Lamborghini Gallardo berwarna hijau seharga 3,5 miliar.


“Maaf nona Della, ini semua gara-gara orang tidak tahu diri ini menghalangi tugasku” ucap satpam tersebut dengan menghampiri wanita tersebut.


“Hah? Kenapa aku yang jadi tidak tahu diri? Aku kan hanya bertanya apakah ada parkiran sepeda motor di sini?” jawab Desta sambil mengernyitkan alisnya.


“Haduh, kau ini ya..! Memangnya kau tidak tahu apa? Kalau di gedung ini tidak ada parkiran untuk sepeda motor..!” ucap wanita tersebut.


“Oh, jadi memang benar ya? Tapi aku sudah tidak ada waktu lagi untuk memutar arah, apakah aku bisa memarkirkan sepeda motorku di dekat pos satpam saja?” tanya Desta yang terlihat sangat tergesa-gesa.


“Memangnya kau ada urusan apa di gedung ini?” tanya Della.


“Aku diundang oleh paman Sony untuk pesta ulang tahunnya sekaligus pesta pembukaan cabang perusahaannya” jawab Desta.


“Paman? Memangnya kau siapa? Aku tidak pernah merasa pernah punya sepupu laki-laki” tanya Della yang penasaran setelah Desta memanggil paman pada nama ayahnya.

__ADS_1


“Hmm, jadi kau anaknya paman Sony ya? Ayahmu dan ayahku pernah bekerja sama, jadi aku diundang untuk menggantikan ayahku yang sedang tidak bisa hadir” ucap Desta yang tidak ingin mengatakan bahwa ayahnya Della adalah mantan supir pribadi ayahnya, karena apapun itu pasti dia tidak akan mempercayainya dan malah mengusirnya karena dianggap melecehkan dan menghina ayahnya Della.


“Hah? Aku tidak tahu hal itu, kalau begitu maafkan sikap satpam ini, tapi untuk parkiran sepeda motormu, aku tidak bisa membantu karena itu memang peraturan di sini, tapi kau bisa memarkirkannya di sebelah pos satpam saja, dan biarkan dia yang menjaganya untukmu” ucap Della sambil menunjuk satpam tersebut.


“Ta-tapi nona Della,..” satpam itu tidak bisa berkata-kata lagi karena itu adalah perintah langsung dari anak tuan besar pemilik gedung pesta ini.


“Aku mengerti” ucap satpam itu dengan tatapan yang tidak enak kepada Desta.


“Tolong dan maaf merepotkanmu ya, hehe” ucap Desta kepada satpam itu.


“Kalau begitu aku akan menemanimu masuk ke dalam” ucap Della sambil melambaikan tangannya kepada seseorang yang berada di dalam mobil lamborghini miliknya.


“Ah itu tidak perlu, aku akan berkeliling sendirian saja di dalam, jadi aku tidak akan merepotkanmu” jawab Desta, dia memang tidak ingin terlihat mencolok dan menarik perhatian orang banyak, jika dia masuk bersama Della pastilah orang-orang akan melihat dan dia pun menjadi pusat perhatian nantinya.


“Oh, baiklah kalau begitu terserah kau saja, aku akan masuk bersama adikku Cindy” ucap Della saat menunjuk ke arah mobilnya dan terlihat seorang wanita cantik keluar dengan gaun yang sangat anggun tapi ketika melihat penampilan Desta yang sangat biasa saja, dia langsung memalingkan wajahnya.


“Mmm, terima kasih” jawab Desta yang tidak terlalu memikirkan sikap dari adiknya Della dan segera masuk ke dalam aula gedung setelah memarkirkan motornya di sebelah pos satpam.

__ADS_1


__ADS_2