
Beberapa menit kemudian, sebuah mobil van tiba di depan rumah Marco.
Turun 2 orang berbadan kekar dengan jaket kulit dan kacamata berwarna hitam dari mobil van tersebut dan langsung menghampiri Marco.
“Kau yang memanggil kami?” ucap salah satu dari mereka berdua.
“Ya, dan aku akan menambahkan bonus untuk kalian berdua jika bisa mematahkan tangan dan kakinya” jawab Marco.
“Bagus, karena kami suka bonus..! Sekarang, di mana si bajingan ini?” Marco langsung menunjuk ke arah Desta yang sedang berdiri tenang sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
“Haha, sampah seperti itu hanya butuh waktu 10 detik untuk menghancurkannya” ucap salah satu dari anggota gangster Elang Hitam yang sepertinya tidak tahu dengan siapa mereka berhadapan.
“Tuan Marco, aku mohon agar Anda katakan pada mereka berdua jangan sampai merusak properti di sini” ucap Sally memohon karena dia tidak ingin terkena imbas dari kejadian ini.
“Kau tenang saja, kami berdua akan menyelesaikan ini tanpa kekacauan..!” lalu, kedua orang Elang Hitam itu pun langsung menghampiri Desta sambil memukul-mukul tangan kanannya ke telapak tangan kiri.
Desta masih terlihat tidak bergeming sedikitpun, malah dia semakin tertawa melihat betapa bodohnya kedua orang ini.
“Deb, aku akan memberikan pertunjukan yang bagus untukmu..!” ucap Desta sambil menyuruh Debby untuk mundur beberapa langkah.
__ADS_1
“Haaaa...” teriak salah satu dari mereka saat akan menyerang Desta.
Namun, belum sempat mendaratkan pukulannya ke tubuh Desta, nafas mereka seakan terhenti sesaat.
“Buk.. Buk..” tanpa keraguan, Desta memukul tepat di ulu hati kedua orang tersebut dan membuat mereka berlutut di tanah untuk mengatur nafasnya.
“Kalian tahu? Ulu hati adalah titik favoritku dalam melumpuhkan musuh karena organ yang ada di dalamnya sangat vital dan sering tidak terlindungi..! Jadi, daripada berteriak sebelum menyerang, lebih baik fokus pada target kalian..!” ucap Desta sambil tersenyum tipis.
“Aakkhh.. nafasku.. uhuk.. uhuk..” hanya itu yang terucap dari mulut mereka.
Marco yang juga menyaksikan kejadian itu, merasa tidak percaya.
“Kalian berdua sedang apa? Cepat habisi bajingan itu..!” Marco tidak peduli dengan situasi yang dihadapi mereka, yang dia tahu hanyalah memberi Desta pelajaran karena sudah berani menyinggungnya.
“Yo, pak tua Marco, tidak usah membuang-buang nafasmu untuk menyemangati mereka..! Karena saat ini, masih bisa bernafas saja sudah sangat bagus bagi kedua sampah ini” ucap Desta dengan nada pelan.
Debby yang terlihat cemas sedari tadi, sebenarnya bukan mencemaskan Desta, tapi, dia mencemaskan kedua orang yang akan menyerangnya itu.
“Bontet, ingat janjimu..!” ucap Debby dari belakang.
__ADS_1
Desta menghela nafas lalu mengangguk mengerti, kemudian berjalan kembali menghampiri Debby dan Sally untuk pergi dari situ dengan mobil golf yang mereka gunakan sebelumnya.
“Si.. uhuk.. siapa kau sebenarnya?” tanya salah satu dari pria besar tadi sebelum Desta melangkahkan kakinya lebih jauh.
“Entahlah, mungkin kalian bisa tanyakan hal itu pada Jefrey..! Karena sebentar lagi aku akan memberikan pelajaran pada orang tidak berguna itu..!” ucap Desta, lalu dia menyuruh Sally untuk menjalankan mobil golfnya.
Sontak tubuh kedua pria besar itu langsung gemetaran, “Jika orang itu mengenal dan bahkan bisa menyebut nama bos Jefrey dengan sebutan tidak berguna, statusnya pasti sangat tidak biasa” pikir mereka yang dengan mudahnya mempercayai ucapan Desta.
Marco sebenarnya tidak terima setelah dipermalukan seperti itu di hadapan Debby, tapi, dia juga hanya bisa menahan rasa kesalnya karena pasti tidak akan menang jika beradu pukulan dengannya.
“Dasar orang-orang tidak berguna..! Sesuai perjanjian, aku tidak akan memberikan uang sepeserpun kepada kalian” cibir Marco kepada dua pria besar tersebut.
kedua pria besar itu tidak menjawab apapun karena masih syok dengan ucapan Desta tadi.
Sesampainya di kantor pemasaran, Desta langsung mengajak Debby pergi dari situ dan berkata pada Sally bahwa perumahan ini tidaklah cocok untuknya.
“Cih, orang miskin saja masih berlagak sombong seperti itu” cibir Sally dengan sangat jelas.
Desta seperti tidak mempedulikan ucapan Sally dan terus saja berjalan meninggalkan ruangan tersebut bersama Debby.
__ADS_1