
Meskipun begitu, Debby yang merupakan seorang wanita yang mandiri, tidak akan dengan mudah mengiyakan permintaan Desta, karena dengan begitu dia pasti akan merasa risih karena selalu diikuti oleh pengawalnya ke manapun dia pergi, dia jadi merasa seperti tidak ada privasi sama sekali.
“Hmm, sebenarnya aku sangat tidak menyukai hal seperti pengawal itu, tapi karena ini memang suatu hal yang mungkin aku butuhkan saat ini, baiklah aku akan menyetujuinya asalkan..” ucap Debby berhenti sejenak.
“Asalkan pengawal itu tidak mengganggu privasiku seperti saat aku tertidur ataupun aku sedang melakukan sesuatu yang sangat privasi bagiku” ucap Debby yang memasang wajah sangat serius.
“Mmm, aku akan memastikan itu semua untukmu..!” jawab Desta dan menganggukkan kepalanya.
“Oke deh kalau begitu aku akan segera mendapatkan pengawal yang cocok untukmu..!” sambung Desta dan mendekati Debby untuk menyuruhnya beristirahat.
“Kau istirahat saja dulu, aku akan berada di sini untuk sementara waktu menemanimu” ucap Desta dan Debby pun berbaring lalu mulai tertidur di kasur rumah sakit yang sangat nyaman karena bukan kasur kelas ekonomis.
Malam harinya..
“Deb, aku akan keluar sebentar untuk membeli cemilan, jika ada sesuatu, hubungi aku..!” ucap Desta sambil berjalan keluar dan menutup pintu ruangan setelah Debby menganggukkan kepalanya.
Lalu Desta mengambil ponselnya dari saku celananya dan menghubungi Sebastian.
“Paman, apakah yang aku minta sudah ketemu?” tanya Desta dengan menanyakan apakah Sebastian sudah bisa melacak orang untuk menjadi pengawal Debby nanti.
__ADS_1
“Untuk alamat, aku sudah mendapatkannya tuan muda, tapi aku tidak yakin apakah mereka masih tinggal di sana atau tidak, karena mereka benar-benar seperti bayangan yang sangat sulit dilacak” ucap Sebastian yang menjelaskan perkembangan informasi tentang permintaan Desta.
“Kirimkan kepadaku alamatnya paman” pinta Desta dan kemudian Sebastian mengirimkan alamatnya ke ponsel Desta.
“Cukup jauh dari sini, kalau begitu tolong bantuannya paman, karena aku akan menjaga Debby hingga dia diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, setelah itu aku sendiri yang akan mendatangi mereka” ujar Desta.
“Dimengerti tuan muda, aku akan tetap melacak keberadaan mereka semampuku, dan mudah-mudahan nona Debby cepat pulih” jawab Sebastian.
“Mmm, terima kasih banyak paman Sebastian, kau memang yang terbaik..!” ucap Desta kemudian memutus panggilan teleponnya.
“Aku harus cepat menemukannya, agar bisa melakukan kegiatanku dengan tenang” gumam Desta.
“Tapi pertama-tama, aku mau membeli camilan dulu deh” ucapnya sambil berjalan keluar dari rumah sakit dan menelusuri pinggiran jalan untuk mencari jajanan enak.
“Aku tahu Debby akan menjadi istriku, tapi aku lebih tahu lagi bahwa Debby sangat menyukai jajanan pinggir jalan, dan itu membuatku senang karena dia tidak sama dengan wanita lain yang baru menjadi istri seorang pejabat saja sudah sombong setinggi langit” ucapnya sambil terus menyusuri jajanan yang terhampar di sepanjang trotoar yang memang sudah dijadikan sarana para pedagang untuk berjualan di situ oleh pemerintah setempat.
“Ah itu..” Desta berhenti di depan sebuah warung kecil yang menjual camilan tradisional kesukaan Debby.
“Manisan Cabai..!” teriak Desta dan dia pun langsung menyerbu toko tersebut.
__ADS_1
“Paman, manisan cabai ini boleh aku cicipi terlebih dahulu?” ucap Desta yang membuka tutup stoples berisi manisan cabai yang segar.
“Silakan cicipi” jawab pemilik toko dan desta langsung mengambil satu batang cabai yang sudah menjadi manisan tersebut.
“Enak..! Paman, aku minta bungkuskan manisan ini 2 kilogram..!” teriak Desta dengan mulut yang mengunyah manisan tersebut, akhirnya Desta mendapatkan apa yang dicarinya seharian ini dan ternyata berada di dekatnya.
“Haha, mungkin ini yang dikatakan dalam sebuah kalimat yang terkenal itu, sesuatu yang kau cari terkadang tidak ada di tempat yang kau pikir ada, atau seperti itulah kira-kira..! Aku tidak terlalu paham tapi begitulah maksudnya” Desta bergumam tidak jelas.
Tak lama kemudian, Sebastian menghubungi Desta kembali dan mengabarkan bahwa dia sudah berhasil membuat kontak dengan salah satu pengawal yang diinginkan Desta.
“Paman, hubungkan aku kepadanya sekarang” ucap Desta yang sangat antusias.
“Dimengerti tuan muda..!” Sebastian langsung membuat calon pengawal tersebut berbicara dengan Desta.
“Halo?” ucap seseorang diujung teleponnya.
Jalur telepon tersebut sudah menjadi 3, Desta, Sebastian, Dan calon pengawal Debby.
“Halo, aku Desta, bolehkah kau menyebutkan namamu?” tanya Desta penasaran.
__ADS_1
“Namaku Roger” jawab pria di ujung telepon.