Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Pencarian Dimulai


__ADS_3

“Paman, apakah selama ini mereka yang sudah membantuku untuk mendapatkan informasi yang aku inginkan?” tanya Desta.


“Benar sekali tuan muda, mereka semua adalah tim peretas terhebat yang sudah aku kumpulkan dari berbagai macam negara” ucap Sebastian sambil menunjuk ke arah para peretas yang berjumlah 5 orang tersebut.


“Memangnya gaji yang paman berikan untuk mereka berapa? Karena untuk ukuran orang sehebat mereka pasti tidak mungkin menerima bayaran yang rendah bukan?” ucap Desta penasaran.


“Benar sekali tuan muda, untuk bayaran yang mereka terima telah aku sama ratakan karena memang kemampuan mereka semua sama, jauh di atas rata-rata..! Dan yang aku bayarkan adalah 500 miliar per tahun setiap orangnya” jawab Sebastian.


“Hmm, angka yang wajar untuk kemampuan seperti mereka” ucap Desta dan mereka segera berdiri di belakang para peretas untuk melakukan pengamatan.


Sekitar 10 menit kemudian, mereka terhubung dengan kamera pengawas di gedung tempat pesta tadi, tapi rekaman terhenti hanya sampai Desta memarkirkan kendaraannya di sebelah pos satpam dan berjalan menuju aula terkecil.


“Rekaman ini pasti sudah ada yang mengahapusnya, apakah kalian bisa mengembalikan rekaman yang sudah dihapus itu?” tanya Desta kepada tim peretasnya.

__ADS_1


“Sangat mudah tuan muda..!” ucap salah satu peretas dan dia segera mengetikkan sesuatu ke dalam programnya dan tak lama kemudian rekaman yang sudah terhapus pun bisa dipulihkan.


“Sudah selesai tuan muda..!” ucapnya dan terlihat sekumpulan video rekaman yang terhapus tersebut tersimpan dalam sebuah folder.


“Mantap..! Kalian memang yang terbaik..!” ucap Desta lalu dia pun meminta untuk memutarkan rekaman sesaat sebelum Cindy dan Brandon keluar dari aula utama.


Semua orang merasa ngilu saat melihat Desta menggeserkan rahang Brandon.


Lalu mereka mempercepat rekaman dimana Cindy dan Brandon keluar dari aula dengan wajah masam dan rasa kesal yang mendalam.


Tak lama kemudian, Brandon terlihat seperti memperdebatkan sesuatu dengan Cindy lalu dia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya untuk menghubungi seseorang.


Lalu Brandon berjalan menuju parkiran sementara Cindy berjalan ke arah pos satpam yang sepertinya menjadi alasan kenapa satpam tersebut tidak berada di tempat ketika Desta ke sana.

__ADS_1


Kemudian terlihat seseorang yang sama persis seperti yang Desta lihat sewaktu ingin mengambil sepeda motornya yang terparkir di samping pos satpam menghampiri Brandon dan terlihat Brandon memberikan sejumlah uang kepada pria tersebut.


“Itu dia..! Dia orang yang duduk di atas motorku waktu itu..! Berarti ini sudah jelas mereka berdua dalangnya..!” ucap Desta yang kemudian meminta untuk memastikan bahwa itu adalah pria yang sama dengan melihat rekaman dirinya saat menghampiri pos satpam.


“Oke sudah jelas semua, pria itu memang orang yang sama, dan dalangnya adalah Cindy dan Brandon..! Paman, bisakah kau membantuku untuk melacak keberadaan orang suruhan mereka itu?” ucap Desta.


“Dimengerti tuan muda..!” lalu Sebastian memerintahkan semua peretas yang ada untuk mencari keberadaan pria tersebut.


“Pertama-tama, aku akan membuatnya menyesal sudah merusak satu-satunya kendaraanku” ucap Desta dengan senyuman seperti psikopat.


Sebastian dan para peretas yang walaupun hanya mendengar ucapan Desta, tapi mereka bisa merasakan kengerian dibalik niatnya tersebut.


“Tuan muda, bagaimana jika Anda beristirahat terlebih dahulu di sofa? Biar aku yang memantau untukmu” tawar Sebastian yang melihat wajah Desta seperti sangat kelelahan karena memang beberapa waktu belakangan ini dia sudah sangat kurang istirahat.

__ADS_1


“Mmm, ya sudah, kalau begitu aku akan beristirahat sejenak, aku mengandalkanmu paman, dan juga kalian..!” jawab Desta, kemudian dia berjalan ke arah sofa besar yang ada di ruangan tersebut, dengan menghempaskan dirinya, kini dia sudah menyandarkan tubuhnya di sofa yang empuk tersebut.


“Ah, padahal aku tidak bermaksud mencari keributan seperti ini, tapi kalau mereka tidak segera aku atasi, ini akan berakibat buruk untuk rencana pernikahanku dengan Debby nanti” gumam Desta sambil memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


__ADS_2