Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kau Mau Tahu Kenapa?


__ADS_3

"Firman, coba jelaskan maksud rekaman itu..!"


"Ya, apa kau sengaja mengedit bagian tertentu agar kami menuduh orang yang salah?"


Semua rekan kerja Andre seketika berbalik seperti membelanya setelah mendengarkan ucapan Sebastian yang begitu teliti.


"A-aku.. Aku.. Bukan..." Firman terbata-bata karena merasa terpojok, lalu dia melihat ke arah Denis untuk meminta pertolongannya.


Tapi tidak disangka Denis malah diam seribu bahasa, dia tidak ingin terkena masalah ini juga.


Denis menggelengkan kepalanya dan mengisyaratkan untuk tetap merahasiakan ini, tatapannya pun seolah mengancam Firman.

__ADS_1


"Jika sampai kau katakan, aku akan membuat hidupmu berantakan" kira-kira seperti itulah makna dari gelengan kepala Denis kepada Firman.


"A-aku, benar memang aku menghapus bagian yang orang yang membawa komponen mesin genset itu, namun karena aku panik dan kejadian itu terjadi saat malam hari yang kebetulan aku sedang ke kamar kecil untuk buang hajat, dan ketika aku memeriksa ruangan mesin, pencuri itu sudah tidak ada" ucap Firman yang mencoba membuat cerita yang lain agar dirinya dan Denis terhindar dari masalah yang lebih besar.


"Lalu karena aku takut terkena masalah, jadinya aku hapus bagian pencuri itu agar terlihat tidak terjadi apapun, tapi aku salah, aku tidak tahu bahwa yang dicuri adalah bagian terpenting dari mesinnya, maafkan aku" Firman berpikir dengan membuat cerita seperti itu akan meringankan hukumannya nanti dan berharap dia tidak sampai dipecat.


"Hmm, begitu ya?" jawab Sebastian.


Namun reaksi Sebastian yang seperti itu malah membuat Firman semakin panik, karena Sebastian seperti akan menyangkal cerita yang dibuatnya, dan benar saja, Sebastian benar-benar menyangkalnya.


"Dan karena kejadiannya jam 7 malam hari, sedangkan Andre sudah tidak terlihat lagi di rekaman tersebut setelah jam 6.30 malam hari, jadi aku rasa pelakunya bukanlah Andre, karena tidak mungkin membawa barang sebesar itu seorang diri dalam waktu singkat" sambung Sebastian.

__ADS_1


"Tidak mungkin..! Walaupun mesin genset berukuran sangat besar, namun Baterai mesin itu terbilang kecil dan ringan hingga bisa dibawa seorang diri, jadi aku yakin sekali pasti Andre yang mencurinya..!" ucap Denis yang ngotot menuduh Andrelah pencurinya.


"Hmm, itu benar sekali, tapi permasalahannya ada 1, Andre tidak punya kunci untuk membuka akses pintu tanpa membunyikan alarm" ucap Sebastian yang menjelaskan.


"Dan jika 2 kali salah memasukkan kode akses tanpa kunci, alarm akan menyala" sambung Sebastian.


"Di-dia kan bekerja di ruangan mesin, sudah pasti dia tahu kode aksesnya..!" ucap Denis mendengus lega karena dia kira jawaban itu akan menyelamatkannya.


"Tidak mungkin..!" bentak Sebastian dan itu membuat semua orang terkejut.


"Kau mau tahu kenapa?" tanya Sebastian pada Denis.

__ADS_1


"Yang mengetahui kode pintu dan yang memegang kuncinya hanya satpam pengawas CCTV dan manager divisi teknis, berarti yang mempunyai aksesnya hanya kalian berdua saja..!" ucap Sebastian, dan semua orang pun dibuatnya geger.


"Aku membuat peraturan kepada satpam pengawas CCTV untuk membuka pintunya setiap jam 6 pagi dan menutup pintu ketika semua karyawan teknis sudah masuk dan mereka baru bisa keluar saat jam istirahat dan jam pulang kantor karena aksesnya ada di tangan kalian" ucap Sebastian sambil menunjuk ke arah Denis dan Firman.


__ADS_2