
Debby benar-benar tak mengatakan sepatah katapun, bahkan hingga di depan gerbang perumahannya pun dia masih tetap diam.
Ketika turun dari mobil, dia langsung saja berjalan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Desta.
"Hmm, aku rasa ini memang sangat berat untuk diproses, jadi, aku akan membiarkannya menenangkan pikirannya dulu.
"Paman, terima kasih sudah menjemputku, tapi untuk masalah identitasku, apakah ada kemungkinan untuk tetap merahasiakannya?" Desta masih berusaha untuk tetap merahasiakan identitasnya walaupun setelah kejadian itu.
"Aku sendiri tidak bisa mengatakannya dengan pasti tuan, tapi jika anda masih ingin merahasiakannya, aku akan tetap tutup mulut kepada media dan berharap tidak akan ada yang percaya dengan ucapan Gilang dan semua orang yang ada di pesta tadi" kemungkinan untuk identitasnya terbongkar sangat besar, jadi dia menyiapkan diri saja jika ke depannya memang akan sangat merepotkan.
"Mmm.. Terima kasih banyak paman" Desta mengangguk.
"Tapi setelah aku pikirkan lagi, aku masih ingin mencoba satu cara untuk menyelamatkan identitasku" Desta tiba-tiba terpikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Oh, apa itu, tuan?" Sebastian menoleh kepada Desta.
"Soal kontrak kerjasama dengan perusahaannya, aku ingin paman menerimanya, dengan begitu aku yakin dia akan berpikiran bahwa aku berbohong dan kedatangan paman di acara itu hanya untuk membalas budi padaku karena suatu hal" ucap Desta dengan nada serius.
"Hmm, itu rencana yang bagus, kalau begitu aku akan berkata seperti itu jika ada yang menanyakan tentang kedatanganku di pesta itu, tapi.." Sebastian terhenti dan menatap Desta dengan wajah sedih.
"Sudahlah paman, aku tahu itu akan berakibat buruk padaku, karena pasti tidak akan sedikit yang menghujatku, terutama semua yang melihat langsung kejadian itu" Desta berkata dengan senyuman optimis.
"Tuan muda, demi keinginanmu, aku akan melakukannya meskipun aku tidak menginginkannya, tapi aku tidak punya hak untuk menolaknya" Sebastian merunduk dan meminta maaf kepada Desta sebelum dia menjalankan rencana dari Desta.
Di sisi lain, Gilang masih berusaha untuk tidak mempercayai semua yang terjadi barusan.
Wajahnya sangat pucat dan ekspresinya tidak ada sedikitpun terlihat kehidupan.
__ADS_1
"Ah, berakhir sudah, usahaku untuk membuktikan diri ke ayah sudah hancur akibat perbuatanku sendiri" Gilang termenung dan menyesali perbuatannya.
Dia tidak punya alasan untuk tidak mempercayai semua yang dikatakan oleh Desta, karena Sebastian sendiri yang membenarkannya.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
"Halo" Gilang menjawab dengan nada yang lesu.
"Ini aku Sebastian" sebuah jawaban yang langsung membuat Gilang terkejut.
Sebastian memutuskan untuk menghubungi Gilang secepatnya sebelum masalah ini menyebar di publik dan akan jadi lebih merepotkan karena akan banyak muncul pertanyaan yang diarahkan kepadanya.
Gilang mengenali suara Sebastian karena baru saja berbincang langsung dengannya, dan dia yakin bahwa itu memanglah Sebastian, "Ah tuan Sebastian, ada apa?" tanya Gilang yang penasaran setelah kejadian tadi membuatnya hampir putus asa.
__ADS_1
"Untuk pengajuan kontrak kerjasama perusahaan Star Electro dengan Heir Group sudah kutanda tangani dan akan kukirimkan dokumennya ke alamat perusahaanmu besok, mohon segera ditandatangani agar segera menjadi dokumen kontrak yang resmi" Sebastian memberikan harapan hidup yang sudah sirna dari mata Gilang kembali bersinar terang.