Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Ternyata Roni


__ADS_3

Selama 3 jam di perjalanan tanpa hambatan akhirnya Desta dan Andre tiba di apartemen dan Andre langsung memarkirkan mobil milik Desta dan membangunkannya karena masih tertidur pulas.


"Oi Desta, sudah sampai nih, bangunlah" ucap Andre lalu menggoyang-goyangkan tubuh Desta hingga dia terbangun.


"Oh sudah sampai, cepat juga kau nyetirnya, hehe" Desta bangun lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju lobby apartemen yang disusul oleh Andre.


"Andre, kau tidak merasa trauma kan bekerja di Heir Group? Apa perlu aku naikkan jabatanmu agar tidak ada yang mengganggu?" ucap Desta yang berencana membuat Andre bekerja dengan aman.


"Haha, tidak usah bro..! Aku sudah nyaman seperti ini, kalau kau naikkan jabatanku, bisa-bisa aku yang stres, tapi kalau gajiku kau naikkan tanpa harus naik jabatan sih oke juga, hehe" ucap Andre sambil bercanda, siapa tahu saja gajinya benar-benar dinaikkan oleh Desta.


"Hmm, oke..! Kalau begitu gajimu tidak boleh sampai diketahui oleh rekan kerjamu ya..!" jawab Desta, dia memang berencana menaikkan gaji Andre setelah pulang dari Malang.


"Be-benar-benar akan kau naikkan gajiku?" Andre terkejut tapi juga senang saat mendengarnya, dia seperti mendapatkan jackpot, bisa naik gaji tanpa harus naik jabatan dan tanggung jawab.


"Ya tentu saja, berapa yang kau inginkan?" tanya Desta.

__ADS_1


"Hmm, kalau sekarang sih gajiku sebenarnya tidak ada masalah, bagaimana jika kau menambahkan 1 juta kenaikan gaji agar aku bisa memberikannya pada panti asuhan di dekat rumahku setiap bulannya?" tidak disangka ternyata Andre berniat sebaik itu dengan kenaikan gajinya.


"Haha, apa benar kau akan melakukan itu setiap bulannya?" tanya Desta untuk meyakinkan niat Andre itu.


"Ya benar dong, kalau tidak percaya nanti aku akan memberikan bukti transfernya padamu..!" jawab Andre dengan menaikkan alisnya.


"Tidak perlu, aku percaya dengan ucapanmu..! Kalau begitu aku akan menaikkan gajimu sebesar 5 juta setiap bulannya dan itu harus kau berikan pada panti asuhan yang kau sebutkan tadi..! Aku percayakan padamu..!" ucap Desta, akhirnya mereka tiba di depan lift yang kebetulan pintunya langsung terbuka dan mereka pun segera bergegas masuk.


"Ting.." pintu lift terbuka di lantai 8.


"Sampai besok? Oi, ini sudah besok, nanti pagi harus berangkat ke kantor" ucap Andre mengingatkan Desta.


"Oh iya juga, haha..!" jawab Desta, dan dia pun masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya yang terjeda.


Pagi harinya..

__ADS_1


Ponsel Desta berbunyi oleh panggilan dari nomor tak dikenal, dan nomor itu sudah menghubungi sampai 12 kali namun belum dijawab juga oleh Desta.


"Ah aku jadi agak malas dengan nomor-nomor asing seperti ini, nanti kalau aku jawab, paling-paling orang bank yang menawarkan pembuatan kartu kredit" ucap Desta sambil melihat layar ponselnya yang tetap menyala.


Tapi akhirnya dia memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.


"Halo?" jawab Desta dengan nada yang penasaran.


"Ah akhirnya dijawab juga, selamat pagi tuan Desta" ucap seorang pria yang berada di ujung telepon.


"Kok dia tahu namaku?" gumam Desta.


"Ya, ini siapa?" tanya Desta.


"Oh maaf tuan, ini aku Roni" jawab pria itu.

__ADS_1


"Ah ternyata kau Roni, ada perlu apa?" Akhirnya Desta tahu siapa yang menghubunginya dari tadi.


__ADS_2