Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Bisa Mengandalkanmu


__ADS_3

Setelah tiba di parkiran, Desta langsung menyalakan mesin motor dan segera memacu dengan kecepatan maksimal karena jarak dari Mall Central Garden ke kediaman Debby cukup jauh.


Tanpa berhenti sekali pun, akhirnya mereka tiba di kediaman Debby setelah menempuh perjalanan 1 jam 20 menit.


"Sekarang kau beristirahatlah, besok kan harus kembali bekerja" ucap Desta untuk menyuruh Debby segera masuk ke kontrakannya.


Debby mulai berjalan masuk ke dalam kontrakannya, tapi Desta merasakan ada sesuatu yang belum lengkap.


"Deb, apakah kau tidak melupakan sesuatu di Mall? Entah kenapa aku merasa ada yang belum lengkap" Desta menanyakan kepada Debby


"Oh itu, mmm... Mungkin ini" Debby mengecup pipi Desta sebelum pergi, dan itu membuat Desta tersenyum senang.


"Haha, aku tidak bermaksud seperti itu, tapi ini sepertinya sudah lebih dari cukup untuk menutupi yang belum lengkap tadi" Desta tertawa dan kemudian menyuruh Debby segera masuk ke dalam agar dia bisa segera pulang.

__ADS_1


"Sudah 2 kali aku dapat kecupan darinya dan masih tidak tahu harus berbuat apa, sepertinya aku harus meminta saran paman Sebastian untuk hal ini." Desta bergumam dalam hati, dia tidak ingin membuat Debby kecewa karena tidak tahu harus berbuat apa, lalu dia pun segera kembali ke apartemennya.


Di sisi lain, Desta berencana untuk melindungi Debby dari Agung dan Ferry, karena mereka masih membuatnya khawatir tentangnya.


"Aku hanya bermaksud untuk menggertaknya saja, tapi setelah kupikir kembali, tingkah mereka berdua membuatku khawatir" Desta sepertinya akan benar-benar membeli saham perusahaan Gloria dan menjadikan Debby ketua tim divisi pemasaran, dengan begitu bisa membuatnya tenang setidaknya hingga Heir Group selesai dibangun.


Desta berhenti sejenak untuk menghubungi Sebastian.


"Paman, besok aku akan mengunjungi perusahaan Gloria, aku berencana untuk membeli sahamnya senilai 2 triliun secara penuh, bagaimana menurutmu?" Desta menanyakan kepada Sebastian agar tidak salah langkah.


"Hmm, sungguh menarik, bagaimana aku bisa membeli saham dari perusahaan itu, paman?" tanya Desta.


Sebastian pun menjelaskan dengan rinci tahap demi tahap untuk menjadi pemegang saham.

__ADS_1


"Tuan muda, aku akan mempermudah anda, biar aku saja yang membeli 70 persen sahamnya atas nama tuan muda" Sebastian memberikan penawaran yang menarik.


"Apa bisa seperti itu?" Desta menaikkan alisnya sebelah dan menanyakan kepada Sebastian, jika benar-benar bisa, itu akan sangat menghemat waktunya.


"Itu hanya hal sepele bagiku" jawab Sebastian.


"Berapa lama yang paman butuhkan untuk membelinya?" Desta mulai bersemangat karena saat ini dia memang membutuhkan bantuan Sebastian.


"Untuk sebuah perusahaan dengan saham 2 triliun, aku bisa melakukannya dalam 30 menit" Desta sangat terkejut mendengarnya, seberapa kuat sebenarnya pengaruh kekuasaan dan uang di kota ini.


"Baiklah, terima kasih paman, aku tahu aku bisa mengandalkanmu" Desta menutup panggilan dan kembali memacu sepeda motornya.


Saat Desta tiba di apartemennya, ada panggilan masuk dari nomor yang asing, dia segera mengangkatnya.

__ADS_1


"Selamat malam, benar ini dengan pak Desta?" suara yang tegas berbicara dari ujung telepon.


"Benar, ini siapa?" Desta bingung karena nomor asing itu tahu namanya.


__ADS_2