Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kau Mau Membayarku Dengan Apa?


__ADS_3

“200 miliar setiap 5 bulan..! Bagaimana? Apa kau bisa menyanggupinya?” tanya Febrianto sambil tersenyum jahat yang menantang.


“Hah? Apa kau bercanda? Memangnya siapa yang mau membayar uang segitu banyak? Bualanmu sungguh tidak masuk akal..!” Widodo memencak-mencak memarahi Febrianto yang dianggapnya sedang membual.


“Tidak, aku tidak sedang bercanda..! Memang begitu kenyataannya, bos Desta mentransferkannya terlebih dahulu bahkan sebelum aku menyetujui untuk bekerja sebagai bawahannya..!” ucap Febrianto sambil tersenyum menghina keterkejutan Widodo.


“Tidak mungkin..! Mana ada orang yang mau mengeluarkan uang dengan jumlah segitu..!” Widodo masih berusaha membantah fakta yang diberikan oleh Febrianto.


“Hmm, tapi memang begitulah yang sebenarnya, kalau kau tidak percaya itu urusanmu sendiri..!” jawab Febrianto, lalu dia berdiri untuk mengambil minuman dingin dari dalam kulkas.


“Dengar bocah, aku tidak ada waktu untuk me..” Widodo terhenti karena ponsel miliknya berdering oleh panggilan dari seseorang.


“Chiko, tolong aku..! Aku sedang di..”


“Pak Widodo, gawat..!” ucapan Widodo disela oleh pria diujung telepon.


“Deg.. Deg..” jantung Widodo seakan mau copot mendengar kata gawat dari kepala perbendaharaannya itu.

__ADS_1


Sambil menelan ludah Widodo bertanya, “Gawat apanya?”.


“Seseorang sudah meretas seluruh kode akses keamanan aset-aset kita..! Aku diberi tahu oleh seksi keamanan data tentang berita ini, dan sekarang, seluruh aset termasuk dana untuk pembangunan mall di daerah Kadipaten juga ikut lenyap” ucap pria tersebut.


Seperti disambar petir ditengah malam, Widodo menjatuhkan ponsel miliknya ke lantai dan tak bisa berkata apapun, dia hanya bisa termenung dan berbicara dengan suara yang lemas.


“Kau..! Kurang ajar..!” Widodo berdiri dan berlari ke arah Desta untuk memukulnya.


Namun, sebelum dia bahkan bisa mendekati Desta, Febrianto menghalanginya kemudian mendorongnya duduk kembali ke sofa.


“Aku.. Aku akan melaporkannya kepada kepolisian..! Kau akan mendekam di penjara seumur hidupmu tanpa ada yang bisa membebaskanmu..!” ucap Widodo dalam keputusasaannya setelah mengetahui bahwa dia sudah kehilangan begitu banyak aset yang dikumpulkannya dengan susah payah.


“Bajingan..! Baiklah, aku akan mengabulkannya” Widodo mengambil ponsel miliknya dan menghubungi nomor Patrick untuk meminta bantuannya.


“Lihat saja, kau akan menyesali semua yang kau lakukan..! Kau sangat berani walaupun tidak tahu dengan siapa kau berurusan” ucap Widodo sambil tertawa licik kepada Desta.


Desta yang melihat tingkah Widodo yang seperti itu, hanya bisa tertawa geli.

__ADS_1


Memangnya siapa dari kepolisian yang berani menangkapnya?


“Ayolah Patrick, dasar kau polisi tidak berguna..! Apa yang sedang kau lakukan disaat seperti ini?” bisik Widodo kesal karena panggilan teleponnya tidak kunjung dijawab oleh Patrick.


Berkali-kali Widodo mencoba menghubungi Patrick, namun tak kunjung dijawab olehnya dan akhirnya dia pun mematikan panggilan teleponnya.


“Sudah meneleponnya?” tanya Desta sambil tersenyum jahat.


“Kau..!” Widodo merapatkan gigi bagian atas dan bawahnya dengan kuat karena kesal.


“Kenapa?” ucap Desta, dia berdiri dan berjalan mendekati Widodo.


“Dengar, siapapun dirimu, aku akan membayarmu dengan harga tinggi agar kau mau melepaskan aku dari sini..!” ucap Widodo memohon kepada Desta.


Sambil memasang wajah yang berpura-pura bingung Desta menjawab, “Hmm, aku penasaran, kau mau membayarku dengan apa?”.


“Tentu saja dengan uang darurat milikku..! Walaupun disebut sebagai uang darurat, aku masih bisa membeli sebuah pesawat jet pribadi sebanyak 5 buah dengan semua uang itu..!” Widodo mulai tersenyum saat melihat ekspresi Desta yang sepertinya mulai tertarik dengan tawarannya tersebut.

__ADS_1


“Hmm, baiklah kalau begitu, aku akan melepaskanmu setelah kau menyerahkan semua uang tersebut..! Itu juga kalau memang benar-benar masih ada, haha..!” Desta kembali ke sofa dan duduk untuk menunggu reaksi dari Widodo saat dia mengetahui bahwa sekarang sudah tidak punya apapun untuk disombongkan.


__ADS_2