
“Hmm, ini terlalu lama, sepertinya aku harus mencoba cara tercepat untuk mendapatkan informasi darimu..!” Desta menghempaskan kedua kaki pria tersebut dan terlihat bahwa wajahnya sudah memerah dengan air mata yang bercucuran sangat deras.
“Oh, aku tahu..!” ucap Desta lalu..
“Crat..!” darah segar pun bermuncratan ketika Desta menusukkan parang yang ada di tangannya ke bahu kanan pria tersebut.
“Arrrrrrghhhh..!” tak ada kata lain yang keluar dari mulutnya selain teriakan kesakitan yang sangat luar biasa saat parang tersebut menembus kulit hingga menusuk ke dalam lapisan tulang belikatnya.
“Ada apa? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau aku bisa melakukan apapun untuk membuatmu berbicara?” Desta kembali tersenyum sambil menggerak-gerakkan parang tersebut ke kiri dan ke kanan.
Rio sudah tidak sanggup lagi melihat adegan yang sedang terjadi di depannya, dia pun memejamkan matanya.
__ADS_1
“Sudah.. aku mohon..! Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi, aku akan memberikan informasi apapun padamu..!” pria tersebut memohon kepada Desta.
“Oke, selama kau berbicara jujur, aku tidak akan melakukan apapun lagi kepadamu..! Tapi ingat, jika kau berbohong, aku akan segera mengetahuinya..!” ucap Desta dan dia pun menarik parang yang menancap di bahu pria itu.
“Jadi, siapa yang menyuruhmu?” Desta duduk di sebelah pria tersebut dan menancapkan parang ke lantai penjara yang terbuat dari beton.
“Hah.. Hah.. Yang menyuruhku adalah bos Widodo, dia yang akan membeli tanah dari orang yang bernama Tirta, tap karena mereka tidak mau menyerahkannya, bos Widodo pun menyuap para polisi kotor ini untuk menangkap mereka dengan tuduhan penggelapan wilayah tanah” ucap pria tersebut, dia berkata jujur karena saat ini tidak ada yang bisa menolongnya untuk berkata bohong kepada Desta.
“Terus?” ucap Desta menyuruhnya untuk melanjutkan cerita.
“Dan untuk memastikan rencana bos berjalan lancar, makanya dia mengirimkan kami untuk membantu para polisi kotor itu ketika mereka memberitahu ada 2 orang yang menyerang kantor polisi ini untuk membebaskan pasangan suami istri tersebut..!” pria tersebut bercerita dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1
“Lalu, apa kau bisa memberikan informasi lebih jauh tentang si bos Widodo ini? Seperti usaha apa yang dia lakukan, di mana biasanya dia nongkrong?” tanya Desta sambil mengusap-usap dagunya.
“Untuk pertanyaan itu aku sama sekali tidak ada informasi yang bisa kuberikan, maafkan aku” ucap pria tersebut dan wajahnya pun terlihat sangat meyakinkan bagi Desta.
“Oke, kau sudah bekerjasama dengan baik, untuk itu aku akan mengampunimu..!” seketika itu juga pria tersebut seperti bisa bernafas dengan sangat lega, lalu Desta berdiri dan kembali menghampiri Rio.
“Nah, apa kau bisa memberitahukan informasi yang aku tanyakan padanya tadi?” senyuman Desta membuat Rio bergidik merinding dan dengan tidak sengaja dia berteriak seperti seorang wanita.
“Yo, kenapa kau begitu ketakutan? Aku tidak akan menggigitmu..!” Desta tertawa terbahak-bahak melihat respons Rio saat dia mendekatinya.
“Menjauhlah dariku, aku akan memberikan informasi apapun asalkan kau tidak menyentuhku..!” Rio benar-benar panik ketika Desta berjalan mendekat kepadanya, dia takut Desta akan melakukan hal yang sama padanya untuk menggali informasi.
__ADS_1
Jadi, daripada dia menjadi cacat, lebih baik dia memberikan informasinya lebih awal kepada Desta.
“Haha, bagus sekali, kau memang anak yang baik..! Kalau begitu mulailah bercerita..!” Desta kembali menancapkan parang yang sudah dicabutnya dari lantai di sebelah tubuh Rio.