Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Alasan Boris


__ADS_3

“Aku tidak bisa mengatakannya, mereka berdua mengancam dengan sesuatu yang tidak bisa aku bantah” ucap Boris sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain.


“Apa mereka mengancam Nina?” tanya Desta.


“Bukan hanya itu, mereka mengancam akan menyiksa kakakku jika aku mengatakan apapun tentang mereka” jawab Boris.


“Nah, kau baru saja mengatakannya padaku, haha” ujar Desta bercanda.


“Kau..!” jawab Boris.


“Hei, tenanglah..! Selama kau mau bekerja sama, aku akan pastikan kau dan keluargamu aman..!” ujar Desta.


“Huh, kau tidak tahu betapa mengerikannya mereka itu..! Dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka bisa melakukan apapun yang mereka suka dan hukum pun hanya akan menutup mata untuk mereka” ujar Boris dengan nada yang lesu.


“Hmm? Apanya yang mengerikan?” gumam Desta sambil menaikkan alisnya, karena memang Cindy ataupun Brandon hanyalah semut di matanya, mereka bukanlah siapa-siapa baginya, dan jika dia ingin memusnahkan seluruh keluarga mereka, itu hanya seperti menjentikkan jarinya saja.

__ADS_1


“Lihatlah..! Kau saja berpikir keras setelah mendengarkan ucapanku, dan kau masih mengatakan kau bisa menjamin keamanan keluargaku?” ucap Boris mendengus dingin yang melihat Desta terdiam.


“Haha, bukan begitu..! Aku hanya berpikir tentang apanya yang menakutkan dari mereka berdua? Jika aku mau, aku bisa saja membuat mereka sengsara, tapi karena aku sudah menganggap paman Sony sebagai keluargaku, jadinya aku tidak melakukannya” ucap Desta mengatakan yang sebenarnya.


“Cih, bualanmu sungguh tidak masuk akal, terlalu tinggi khayalanmu itu bung..!” sindir Boris yang masih tidak percaya dengan ucapan Desta.


“Haha, terserah kau saja, yang jelas aku sudah mengatakan yang sebenarnya dan jika kau nantinya berubah pikiran, kau bisa menghubungiku” ucap Desta sambil menuliskan nomor teleponnya di sebuah kertas dengan pulpen berwarna hitam.


“Hmm..” Boris masih memandang rendah Desta karena dia tidak percaya dengan omongannya.


“Oh satu hal lagi” Desta menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Boris.


“Jika kau merubah pikiranmu, datanglah ke gedung perusahaan Heir Group besok jam 8 malam, dan temui aku di area ini” ucap Desta lalu mengirimkan detail tempat yang akan dijadikan titik pertemuannya.


“Kau? Bagaimana bisa tahu nomor ponselku? Nomor ini sangat rahasia dan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya” ucap Boris yang kembali terkejut dengan kemampuan Desta yang tidak dia ketahui.

__ADS_1


“Hehe” Desta hanya tersenyum dan tertawa kecil menjawab pertanyaan Boris tersebut, lalu dia pergi meninggalkan rumahnya dan kembali ke mobil dan segera meninggalkan area tersebut.


“Tuan muda, bagaimana? Apakah sudah terselesaikan?” tanya Jefrey sambil tetap fokus menyetir.


“Tenang saja, masalah ini akan segera berakhir..! Sekarang aku sudah tahu siapa yang akan aku incar dalam hal ini” ucap Desta dengan tatapan yang sangat yakin.


Desta berniat untuk mengincar Brandon dan dia tidak akan terlalu keras kepada Cindy karena dia adalah anaknya Sony.


Di sisi Boris..


“Apa mungkin yang dikatakannya tadi semua benar? Dilihat dari rekaman CCTV yang mampu dia dapatkan walaupun sudah terhapus permanen, dan sekarang dia bisa tahu nomor ponsel ini” Boris berpikir keras memroses semua yang terjadi barusan.


“Tapi mungkin jika aku datang dan melihat dengan mata kepalaku sendiri, aku akan mendapatkan jawabannya, dan jika memang yang dikatakannya benar, mungkin ini satu-satunya jalan agar aku bisa membuat kakakku bahagia..!” gumam Boris, dia akhirnya memutuskan untuk datang ke Heir Group besok malam memenuhi undangan Desta.


“Aku juga tidak akan khawatir jika ini adalah sebuah jebakan, aku pasti bisa memikirkan sesuatu untuk mengatasinya” sambung Boris.

__ADS_1


__ADS_2