Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Tunangannya Debby!


__ADS_3

“Psssss...” bunyi suara pintu yang terbuka otomatis.


“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” ucap Grace yang akhirnya mengalah kepada teman kerjanya itu.


“Aku ingin membeli rumah dengan ukuran tanah yang paling luas” ucap Desta tanpa berbasa-basi.


“Cih, sombong sekali..! Dengan penampilan seperti itu, tidak sesuai dengan bualan busukmu..!” gumam wanita yang menyuruh Grace tadi dengan wajah yang begitu kesal.


“Oh, kalau begitu kebetulan tersisa 1 rumah tipe diamond dengan luas tanah 145 meter persegi, harganya berkisar 2 sampai 4 miliar rupiah, apakah tuan berminat?” ucap Grace dengan penuh percaya diri.


Saat mendengar ucapan Grace barusan, mimik wajah Desta berubah seperti sedang berpikir keras.


“Hmm, sepertinya yang dikatakan kak Sally benar..! Orang ini langsung berpikir keras saat mengetahui harga rumah itu” gumam Grace yang menyimpulkan pemikirannya sendiri.


“Huh, kasihan sekali dia, kenapa wanita secantik itu bisa termakan oleh semua omongan palsu dari pria seperti ini? Walaupun wajahnya tampan, tapi bualannya tidak sesuai” gumam Sally.


“Tuan, apakah Anda masih berminat untuk membeli? Atau Anda ingin melihat-lihat terlebih dahulu model rumah dengan tanah yang paling luas ini?” tanya Grace dengan tatapan yang mulai meremehkan.

__ADS_1


“Mmm, boleh, tunjukkan jalannya” ucap Desta sambil menganggukkan kepalanya.


Grace semakin yakin dengan ucapan Sally yang mengatakan bahwa orang seperti ini hanya ingin mengambil foto saja tanpa membeli properti di sana.


Karena untuk berkeliling perumahan bukanlah tugasnya Grace, Sally pun berangkat bersama Debby dan Desta menggunakan sebuah mobil golf yang memang digunakan untuk membawa calon pembeli untuk melihat-lihat di area perumahan tersebut.


Sesampainya di sana, Desta sama sekali tidak terlihat terkejut dengan desain yang menurut Sally sudah sangat mewah itu.


“Hmm, luas tanahnya sudah lumayan, tapi aku kurang suka dengan desainnya..! Apakah bisa diubah?” tanya Desta sambil memegang dagunya.


“Cih, masih saja membual” gumam Sally dengan wajah kesal, dia merasa ini hanya membuang-buang waktu saja.


“Kalau aku ingin membuatnya seperti desain di gambar ini, berapa kira-kira biayanya?” tanya Desta.


Tak lama kemudian, terdengar klakson dari mobil Ferrari F430 seharga 3,5 miliar yang parkir di rumah seberang mereka.


“Hei hei hei, bukankah ini Debby?” ucap seorang pria yang baru saja turun dari mobil tersebut.

__ADS_1


Pria tersebut menggunakan menggunakan setelan jas dan kacamata bermerk yang tidak kurang dari 100 juta rupiah.


“Kau adalah?” Debby memasang raut wajah kebingungan.


“Hei, ini aku Marco” pria tersebut sambil melepas kacamatanya.


“Marco? Yang dulu satu kelas denganku selama 4 semester saat kuliah?” tanya Debby.


“Yep, benar sekali..!” ucap Marco, lalu dia melihat ke arah Desta yang berpenampilan biasa saja dengan pakaian yang biasa saja dengan tatapan merendahkan.


“Debby, memangnya siapa yang mengganggumu?” tanya Marco penasaran sambil memegang tangan Debby.


“Hmm? Maksudmu?” tanya Debby sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Marco.


“Kau sampai membawa pengawal seperti ini, apakah ada yang berani mengganggumu? Katakan kepadaku, biar aku yang memberinya pelajaran..!” ucap Marco sambil menunjuk ke arah Desta.


Desta hanya memutar kedua bola matanya setelah mendengar ucapan Marco.

__ADS_1


“Ah, sebenarnya dia..” Debby tidak sempat menyelesaikan karena Desta memotong ucapannnya.


“Perkenalkan, aku Desta dan aku pacarnya.. oh maaf, maksudku tunangan Debby” ucap Desta sambil tersenyum tipis dan memberikan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


__ADS_2