Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Hanya Orang Suruhan


__ADS_3

“Kau..! Mau apa kau dengan keluargaku? Jika kau berani menyentuh merek...”


“Bruk..”


Sebuah beton yang besar dijatuhkan oleh Desta di atas kaki kiri Suwandi dan seketika itu langsung menghancurkan kakinya, kini kedua kaki Suwandi sudah hancur sepenuhnya dan lumpuh total.


“Aaarrrhhhhh” teriakan Suwandi begitu keras.


“Kau berani mengancam keluarga Debby tapi tidak ingin keluargamu diancam, egois sekali kau ini..!” ucap Desta dan kemudian mengangkat pipa baja yang ada ditangannya bersiap untuk menghantam tangan Suwandi.


“Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruhmu?” tanya Desta tapi masih tidak ada jawaban dari Suwandi.


“Hoo, kuat juga kesetiaanmu pada bosmu, oke kalau begitu kau sudah memilihnya” Desta mengayunkan tangannya yang memegang pipa baja itu ke tangan kanan dan kiri Suwandi.

__ADS_1


Suwandi sudah tidak bisa mengeluarkan suara lagi karena sudah terlalu kesakitan.


“Kalau begitu aku akan menanyakan semuanya kepada istri dan anakmu deh” Desta mencoba memancing Suwandi untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Tunggu..! Maafkan aku, aku akan mengatakannya tapi aku mohon tinggalkan anak dan istriku dari masalah ini, mereka tidak tahu apapun” Suwandi memohon kepada Desta untuk mengampuni anak dan istrinya, walaupun Desta juga tidak akan pernah menyakiti mereka sedikitpun, tapi ternyata cara ini berhasil membuat Suwandi bicara.


Desta heran dengan setiap perilaku orang yang mengancamnya dengan kebanggaan diri yang besar tiba-tiba berubah menjadi seorang pengecut yang memohon untuk diampuni ketika dihukum olehnya.


“Bagus, jika kau mengatakan yang sebenarnya, aku berjanji akan mengampunimu dan keluargamu dan bahkan memberikan kalian jaminan kemanan karena kau sudah memberitahuku tentang bosmu, tapi jika sebaliknya, kalian bisa berkumpul di akhirat..!” ucap Desta yang sangat mengintimidasi.


“Bagus..! Sekarang bicaralah” ujar Desta.


“Dia adalah Leon, pemilik organisasi pemberi pinjaman yang berbunga dan bersyarat, kau bisa menjumpainya di kantornya karena dia selalu berada di sana setiap saat..! Aku akan memberikanmu alamatnya” lalu Suwandi mengatakan alamatnya kepada Desta karena kedua tangannya sudah dipatahkan olehnya.

__ADS_1


“Oke, untuk saat ini aku percaya padamu, ingat saja janjiku ketika kau ingin membohongiku..!” ucap Desta dan segera menelepon Ambulans untuk membawa Suwandi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


“Satu hal lagi, jika rekanmu bertanya siapa yang sudah melakukan ini, bilang saja kau tidak tahu dan kau tidak memberitahukan apapun pada orang yang membuatmu seperti ini, dengan begitu, kau bisa aman dari incaranku ataupun bosmu itu..!” ucap Desta yang memperingatkan Suwandi agar dia tidak terkena masalah yang lebih fatal lagi.


“A-aku mengerti, terima kasih banyak atas kemurahan hatimu” tak lama kemudian Suwandi pingsan karena sudah tidak sanggup menahan rasa sakitnya.


Desta menatap Suwandi yang tengah terbaring di lantai, dia sebenarnya tidak ingin membuatnya cacat seperti ini karena dia masih harus menghidupi keluarganya, dan tanpa kaki yang sehat dia tidak mungkin melakukan itu.


“Ah, kenapa aku merasa bersalah? Mungkin karena aku melihat anaknya yang masih kecil tadi, aku jadi merasa iba” ucap Desta yang kemudian mengeluarkan sebuah kartu ATM dari dompetnya dan menuliskan nomor pin ATM itu di atas sebuah kertas kecil yang kebetulan ada di dompetnya, dan memasukkannya ke dalam dompet Suwandi dan dia pun mengurungkan niatnya untuk menangkap Suwandi karena hukuman yang diberikannya sudah setimpal untuknya.


“Maaf aku sudah membuatmu cacat, uang dalam ATM ini akan mencukupi biaya pengobatanmu dan juga biaya hidup keluargamu hingga anakmu besar nanti” begitu tulisan yang tertera di kertas itu.


Desta pun pergi meninggalkan bangunan kosong itu dan segera menuju alamat yang diberikan oleh Suwandi.

__ADS_1


“Nah Leon, kau akan menyesal karena menginginkan Debby untuk menjadi pekerja kotor di tempatmu” gumam Desta yang kemudian masuk ke dalam taksi yang dia pesan.


__ADS_2