
Sesaat sebelum Andre diculik..
Andre berjalan keluar dari ruang pengawas CCTV untuk kembali bekerja.
"Ah, apa yang lain akan bersikap seperti biasanya ya? Aku malas sekali kalau harus diperlakukan berbeda hanya karena disegani, karena itu sama saja seperti teman palsu..!" keluh Andre yang berpikir demikian.
Dia hampir tiba di ruang mesin, namun dia mendengar seseorang memanggil namanya.
Itu adalah Denis, dia memanggil sambil berlari menuju Andre dengan terengah-engah.
"Ada apa?" ucap Andre ketus.
"Andre, aku benar-benar minta maaf, ini salahku karena berusaha menjebakmu, kini aku sudah tak bekerja di sini lagi dan aku juga tidak tahu harus mencari kerja di mana lagi" ucap Denis yang terdengar sedih.
"Aku berjanji kepada tunanganku untuk mendapatkan pekerjaan yang sangat bergengsi di sini agar aku bisa menikahinya, karena aku harus bisa membuat ayah tunanganku terkesan" sambung Denis sambil sesekali menggerakkan tangannya untuk memberikan tanda kepada Firman namun itu tidak disadari oleh Andre.
__ADS_1
"Dan kini aku sudah tidak bekerja di sini lagi, terlebih sekarang tuan Sebastian membuat keadaanku semakin sulit" Denis mengeluarkan air matanya, tapi bukanlah air mata sungguhan karena dia sudah meneteskan obat tetes mata sebelumnya.
"Ya sebenarnya itu salahmu sendiri sih, dan sekarang kau menerima apa yang kau tanam untukmu, sekarang nikmati saja" jawab Andre yang terdengar tidak peduli, karena tuduhan Denislah nama baiknya hampir saja tercoreng.
Kini yang ada hanyalah rasa muak pada kata-kata maaf dari Denis.
"Aku mohon Andre, bicaralah pada tuan muda, berikan aku satu kesempatan lagi" Denis memegang bahu Andre dan memberikan tanda kepada Firman untuk memukul kepala Andre hingga pingsan.
Andre lengah, dan kepalanya pun dipukul dengan sangat keras oleh Firman dengan menggunakan tongkat pertahanan diri milik satpam.
Pandangan Andre pun menjadi gelap dan dia tak sadarkan diri, tubuhnya langsung jatuh namun ditangkap oleh Firman agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan.
"Aku akan mengawasi sekeliling agar tidak ada yang melihat" Denis sangat berhati-hati karena mereka melakukannya disaat siang hari.
Akhirnya mereka berhasil memasukkan Andre ke mobil dan langsung bergegas pergi meninggalkan gedung Heir Group.
__ADS_1
"Cih, tidak sudi aku memohon pada orang seperti ini, tapi demi menjalankan rencana, aku rela melakukannya" ucap Denis yang merasa jijik dengan aktingnya yang barusan.
"Sabar saja Denis, sebentar lagi kita akan melenyapkan 2 orang sekaligus, mereka akan menerima akibatnya karena membuat kita seperti ini" ujar Firman sambil tetap fokus menyetir.
"Aku akan periksa ponselnya" Denis merogoh kantong celana Andre dimana ponselnya disimpan lalu mengambilnya.
"Tadi siapa nama tuan muda sialan itu?" ucap Denis sambil membuka kunci ponsel Andre yang kebetulan sangat mudah ditebak.
"Kalau tidak salah dengar tadi, Desta" jawab Firman sambil memegang dahinya.
"Ah ketemu..!" baiklah aku akan menghubunginya dulu.
Lalu Denis berbicara dengan Desta lewat telepon.
"Tengah malam ini datanglah ke alamat yang akan aku kirimkan sebentar lagi, datang sendirian atau kau hanya akan melihat mayat Andre saat kau tiba" ancamnya kemudian dia mematikan panggilannya lalu tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Malam ini kita akan membuat mereka cacat..!" ucap Denis dengan senyuman liciknya.
3 jam kemudian mereka tiba di sebuah rumah tua yang terletak sangat jauh dari Heir Group dan Andre masih belum sadarkan diri, sepertinya itu adalah rumah milik Firman yang sudah lama ditinggalkan.'