
Akhirnya jam yang ditentukan pun tiba, Debby sudah duduk manis di kedai kopi yang menjadi lokasi pertemuannya dengan Imam.
Roger hanya duduk di luar kedai untuk menunggu Debby selesai karena tidak ingin menakut-nakuti Imam.
Tak lama kemudian Imam pun datang dengan membawa beberapa amplop besar yang berisi lumayan tebal, namun Debby tidak tahu isi dari amplop besar tersebut dan apa hubungannya dengan pertemuan kali ini.
"Hehe, aku pikir kau tidak akan datang" ucap Imam sambil menarik kursi di depannya untuk duduk.
"Huh, malah aku yang berpikir kau hanya membual saja..! Cepatlah, apa yang ingin kau bicarakan tentang Desta?" Debby menjawab dengan sangat ketus.
Dia sudah memiliki bekal informasi yang didapat langsung dari sumbernya, dan dia sangat percaya bahwa Desta tidak mungkin membohonginya.
"Haha, kau benar-benar tidak sabaran ya..! Oke, kalau begitu langsung saja aku katakan" Imam membuka tali yang mengikat amplop besar tersebut dan mengambil sesuatu didalamnya.
Benda tersebut adalah setumpukan foto yang terlihat tidak asing bagi Debby.
__ADS_1
Itu adalah foto-foto Desta yang sedang bersama seorang wanita di sebuah acara pesta.
"Ya, foto-foto ini adalah pacarmu yang satpam itu" Imam tersenyum lebar saat melihat ekspresi Debby yang seperti tercengang.
"Ini.. kau dapat dari mana?" tanya Debby sambil melihat-lihat foto yang dipegangnya.
"Aku mendapatkannya dari seorang temanku yang kebetulan bekerja di sana" ternyata Imam selama ini mengikuti Desta diam-diam setelah dia merasa telah dipermalukan olehnya di rumah sakit sewaktu di kota Malang.
"Jadi, maksudmu dengan ini.." Debby terhenti sejenak.
"Desta selingkuh? Oh, bukan itu maksudku..!" ucap Debby dan dia mengembalikan foto-foto tersebut.
"Hmm, memangnya apa lagi kalau bukan itu?" tanya Imam penasaran.
"Maksudku, apakah dengan ini kau berharap aku akan mempercayaimu? Aku tahu siapa wanita yang ada didalam foto tersebut, dia adalah anak dari pengusaha terkaya nomor 2 di kota Jakarta dan namanya adalah Della, terlebih lagi, Desta bukanlah tipe pengkhianat dalam hubungan..! Jadi, aku mau kau tidak usah berusaha lagi untuk membuat kami bertengkar..!" ucap Debby, dan tatapannya pun menjadi sangat tajam kepada Imam.
__ADS_1
"Ternyata pemikiranmu terlalu dangkal, Imam..! Pantas saja aku tidak pernah tertarik padamu" bentak Debby dan dia pun segera memanggil seorang pelayan yang sedang bertugas untuk meminta tagihan minuman yang dipesannya tadi, lalu dia pun pergi meninggalkan Imam di kedai kopi tersebut.
Imam hanya terdiam tak berkata apapun saat Debby pergi.
"Kurang ajar..! Memangnya apa hebatnya si satpam itu hah? Bahkan Debby sampai berlaku seperti itu kepadaku untuk membelanya" Imam menggerutu kesal dalam hatinya.
Wajahnya terlihat sangat merah karena menahan malu dan kesal yang bersamaan, dia tidak menyangka rencana yang dia kira sudah sempurna ini mampu merebut Debby dari Desta.
Huh, ya sudah kalau begitu..! Jika aku tidak bisa merebutnya dengan cara ini, akan aku lakukan dengan cara kotor..!" Imam tersenyum licik dan muncul rencana-rencana jahat di kepalanya untuk Debby.
"Roger..!" teriak Debby memanggil Roger yang duduk, dan langsung menghampirinya.
"Apakah ada masalah nona?" tanya Roger yang dari tadi sangat penasaran.
"Tidak ada, hanya orang iseng yang ingin bermain-main denganku" Debby menjawab dengan menghela nafas.
__ADS_1