Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Lisa Lagi


__ADS_3

Semua orang pun berpikiran yang sama dengan Lisa, bagaimana mungkin dia bisa melakukan kecurangan sementara dia tidak menyentuh kartu yang ada di tangan dealer sebelum kartu tersebut dibagikan.


“Kau tidak bisa menjelaskan? Jadi, memang benar tuduhanmu itu hanya berdasarkan kekalahan yang kau alami, ‘kan?” ucap Lisa yang menatap pria tersebut sambil menaikkan alisnya.


“Kau..!” pria tersebut tidak bisa membalas perkataan Lisa dan hanya bisa berjalan mundur menjauhi pengawal Lisa yang bertubuh kekar dan tinggi itu.


“Cih, kalau kau kehabisan uang, pergilah dari sini..! Tidak usah menuduhku dengan alasan kecurangan atas kekalahanmu” tegur Lisa dan kemudian dia tertawa terbahak-bahak.


“Wow, ternyata dia bisa berjudi..! Ya, walaupun aku tidak ada niat untuk melawannya, karena aku sendiri tidak mengerti dengan perjudian” ucap Desta sambil berjalan keluar dari kerumunan para penonton yang mengelilingi meja judi tersebut.


“Hmm, mungkin karena ini aula terkecil yang ada di gedung ini dan menurut ucapan dari pelayan tadi, wajar saja kalau 200 juta sudah dianggap taruhan besar” gumam Desta yang menggelengkan kepalanya.


Lisa pun memutuskan untuk berhenti berjudi dan kembali ke meja makan dimana Edo duduk, tapi langkahnya terhenti setelah melihat Desta yang sedang mengambil makanan laut di depannya.


“Kau..! Untuk apa kau ke sini?” teriak Lisa kepada Desta dan tentu saja membuat semua orang melihat ke arahnya, lalu melihat ke arah yang ditunjuk oleh Lisa.

__ADS_1


“Haduh, kenapa lagi sih bocah ini?” gumam Desta mengeluh.


“Siapa yang memperbolehkanmu masuk ke sini? Memangnya kau siapa berani-beraninya masuk ke acara pesta ini?” ucap Lisa sambil berjalan ke arah Desta.


“Hmm? Apa kita saling kenal? Aku datang ke pesta ini ya karena aku diundang oleh paman Sony sendiri” jawab Desta santai.


“Wah, dia pasti orang besar, sampai-sampai tuan besar sendiri yang mengundangnya..!” itulah yang terlintas di kepala semua orang sesaat ketika Desta bicara demikian.


“Cih..! Mana mungkin, kalau memang kau diundang langsung oleh tuan besar Sony, untuk apa kau berada di aula ini? Kau seharusnya berada di aula utama dan berkumpul dengan para orang dari kalangan elite..! Tapi karena kau malah berada di sini, itu membuktikan bahwa kau hanya membual..! Kau datang ke sini hanya untuk makan gratis kan?” teriak Lisa dengan nada yang tidak senang.


“Benar juga, haha..! Dia pasti hanya seorang pembual, seperti yang dikatakan wanita itu” semua orang mulai bergosip dan sepemikiran dengan Lisa terhadap Desta.


“Yah, memangnya salah kalau aku berkeliling gedung ini dan singgah sebentar di aula ini? Lagi pula aku bisa memperlihatkan bukti bahwa paman Sony sendiri yang menghubungiku untuk mengundang ke pesta ini” ucap Desta dengan santainya dan mengambil ponselnya untuk membuktikan omongannya.


“Tidak perlu..! Paling-paling itu hanya nomor orang lain dan kau beri nama tuan besar Sony untuk menipu kami semua, ‘kan?” ucap Lisa yang membuat semua orang menganggukkan kepalanya dan berpendapat yang sama dengannya.

__ADS_1


“Haduh, susah memang jika berbicara dengan wanita yang isi otaknya tinggal seperempat” jawab Desta dan dia pun berbalik dan mulai mengacuhkan Lisa.


“Hei, berani sekali kau mengacuhkanku..!” teriak Lisa yang sudah mulai naik darah dengan Desta.


“Ya terserah aku lah mau berbuat apa, itu juga termasuk mengacuhkan omong kosongmu..! Aku hanya sedang malas membuat keributan, jadi enyahlah dariku dan jangan sampai aku membuatmu malu seperti terakhir kalinya” ucap Desta dengan nada yang sangat dingin.


“Kau..!” Lisa terdiam dan tak bisa membalas ucapan Desta, karena dia tahu jalan kekerasan tidak akan bisa mengalahkannya.


Lalu dia pun mencari cara untuk membuat Desta malu.


“Huh, lihat saja nanti..! Aku akan membuatmu malu dengan cara apapun” gumam Lisa dan dia pun berjalan menjauh dari Desta dan kembali ke meja Edo.


“Siapa orang itu?”


“Dia melakukan apa kepada wanita itu memangnya terakhir kali?”

__ADS_1


“Ah sudahlah, lagi pula itu bukan urusanku”


Semua orang yang tadinya sependapat dengan Lisa, kini menjadi sangat kebingungan dan akhirnya mereka pun mengacuhkan hal tersebut dan kembali dengan kegiatan mereka masing-masing di pesta tersebut.


__ADS_2