Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Hasil Negosiasi Pt.1


__ADS_3

Jam 5 sore dan jam kerja pun sudah berakhir, semua karyawan divisi pemasaran sudah tidak sabar menunggu hasil dari negosiasi mereka hari ini esok hari.


Debby berjalan keluar ruangan menuju kantin untuk membeli sebotol minuman dingin sebelum dia pulang.


Setelah sampai, Debby berjalan menuju ke mesin pendingin yang terletak di tengah kantin, dia berjalan melewati beberapa karyawan lain di luar divisi pemasaran.


“Eh, aku dengar divisi pemasaran sedang berada di ujung tombak ya?”


“Loh, kenapa memangnya?”


“Sepertinya mereka mendapatkan masalah karena produktifitasnya beberapa minggu ini sudah menurun, dan aku dengar dari temanku yang bekerja di divisi itu bahwa masalah yang timbul karena ketua tim mereka yang baru saja naik jabatan”


“Hah? Memangnya ketua mereka tidak bisa bekerja? Kenapa malah membuat perusahaan akan mendekati kondisi merugi?”


“Entahlah, tapi dari yang aku dengar, dia naik jabatan karena sudah main belakang dengan manager divisi pemasaran”

__ADS_1


“Cih, dasar manusia rendahan, hanya demi sebuah jabatan saja dia rela membuang harga dirinya”


Debby terhenti sejenak dan mengepalkan tangannya setelah mendengar percakapan mereka, tapi dia tidak terlalu memikirkannya karena sudah tahu bahwa berita itu hanya dibuat-buat untuk menghilangkan semua rumor dan fitnahan yang mempengaruhi kualitas bekerjanya.


“Besok kalian akan mengetahui yang sebenarnya..!” gumam Debby dan berjalan pergi meninggalkan kantin setelah membayar minuman dinginnya.


Keesokan harinya..


“Deb, kau sudah siap dengan kabar baik hari ini?” ucap Desta dalam panggilan teleponnya.


“Mmm, bagaimanapun aku percaya kau tidak akan membohongiku” jawab Debby yang sambil memakai baju formal seperti biasanya untuk bekerja.


Setelah Debby tiba di kantor, dia sebenarnya ingin menemui Desta terlebih dahulu, tapi tidak jadi dia lakukan setelah menerima pesan singkat dari Desta yang menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam ruangan karena Sebastian dan Jayanti sendiri yang akan mengumumkan hasil negosiasi mereka kemarin, dan pengumuman itu juga akan dihadiri oleh direktur Hendra dan manager Albert.


Debby segera mempercepat langkahnya dan tak lama kemudian dia tiba di ruangan divisi pemasaran.

__ADS_1


“Nah, akhirnya tukang goda sudah datang, haha” teriak Agung dan karyawan yang lain pun ikut menertawakannya.


“Terserah saja, tapi aku menyarankan agar kau tidak terlalu berharap terlalu tinggi karena kita belum tahu negosiasi siapa yang telah diterima oleh Jayanti kemarin” ujar Debby dengan santainya.


“Cih, kau bahkan tidak menghormati petinggi dari Heir Group dengan memanggil namanya saja..! Justru kau yang seharusnya jangan berharap lebih untuk mendapatkan posisi ketua tim..!” balas Agung yang tetap dengan setia dengan tuduhannya kepada Debby kemarin.


Tak lama pintu ruangan pun terbuka dan semua orang melihat ke arah Hendra, Albert, Jayanti, dan Sebastian yang masuk.


“Wah nona Jayanti benar-benar seksi”


“Aku jadi iri dengan pak Albert yang bisa berdiri sedekat itu dengannya”


“Nona Jayanti memang yang paling cantik”


Semua laki-laki termasuk Ferry dan Agung bertingkah seperti sekerumunan serigala yang melolong untuk mencari pasangan kawin.

__ADS_1


“Tolong tenang..! Hari ini Jayanti yang akan mengumumkan hasil negosiasinya” ucap Sebastian dan semua orang pun terdiam tak ada yang berani membuat suara.


“Terima kasih untuk semua yang sudah berusaha bernegosiasi walaupun ada beberapa dari kalian yang gagal total bahkan sebelum negosiasi dimulai” ucap Jayanti sambil melihat ke arah Ferry yang terlihat sangat malu, karena yang dimaksud gagal bahkan sebelum memulai oleh Jayanti adalah dia.


__ADS_2