Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
menuju puncak Bromo


__ADS_3

Matahari mulai terbit di ufuk timur, terlihat ruarrr biasa indah dipandang dari tempat mereka mendirikan tenda. Kabut mulai berpendar memudar di sinari cahaya mentari di pagi yang cerah itu..


Tirta dan Iza sudah terbangun sejak tadi, walaupun terpejam hanya sejenak tapi sudah cukup bagi Tirta untuk membuatnya segar kembali..


Dengan mantel tebal Tirta dan Iza duduk diatas batu di atas bukit didekat perkemahan mereka menatap sang mentari pagi yang perlahan mulai menunjukkan sinar nya.


Rambut wangi khas Wanita yang selalu menjaga mahkotanya menggelitik hidung Tirta yang dengan lembut membelai dan mencium lembut rambut hitam nan indah dari sang gadis.


Benar-benar sepasang kekasih yang sangat romantis..


Tiba-tiba saja Bayu sudah nongol di belakang Tirta dan Iza. mengejutkan mereka berdua.


"Da,, daaa,,!" serunya keras, hingga Membuat Iza terkejut dan malu karena kepergok berduaan di puncak bukit ini


"Ahh ganggu kami aja," seru Iza sewot,, perasaan melow nya jadi buyar tertiup Bayu.


'Hmm yang lagi berduaan saja menikmati sunrise ,,!" seru Bayu.


Salah sendiri kamu gak ngajak juragan mu kemari, tiba tiba terdengar suara dari bawah,, yang segera nongol kepalanya Adnan di samping Bayu.


"Kan kalo kamu ajak kemari, kamu gak ngiri sama Tirta.." kata Adnan.


"Lha kamu sendiri,, ngapain tidak njajak Nani ?" balas Bayu..


"Nani baru sibuk," jawab Adnan sekenanya.


"Juraganku juga sibuk! sibuk cari duit buat rencana nikah kami,,!" seru Bayu cuex..


"Hmm ,, kelihatannya juragan cantigmu mulai kepikiran deh Bay," lanjut Adnan


"Kepikiran Aku Ad," seru Bayu.. "Bukan itu Bay,, juraganmu kepikiran nyari duit banyak buat ngidupin anak Gajah,, Wa ka ka ka."


Adnan tertawa gelak..


"Huh sialan !" seru bayu seraya menjewer telinga Adnan yang memang posisinya agak di bawah, sehingga mudah saja Bayu menjangkau telinganya.


Demikianlah Tiga sahabat ini selalu seru dan penuh canda jika sudah berkumpul.. Iza hanya memperhatikan keseruan mereka.

__ADS_1


Ketika matahari sudah menampakkan dirinya secara utuh, rombongan WanaHardi segera melanjutkan perjalan lagi.


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di desa Ngadas. sebuah desa yang di huni suku Tengger asli dan masih menjaga nilai nilai luhur dengan ketat..


Desa ini adalah pemberhentian terakhir sebelum naik ke Bromo.. dari arah malang.. juga dari arah Probolinggo.


Desa Ngadas, terletak di ketinggian 2200 meter diatas permukaan laut (Mdpl) dan berada di kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS), sehingga hawanya sangat dingin , bahkan mencapai 0 derajat celsius.


Desa Ngadas ini adalah batas terakhir bagi pengunjung yang membawa mobil pribadi, karena hanya mobil kusus saja yang diperbolehkan naik sampai dekat puncak Bromo..


Mereka segera menuju Homestay yang sudah dipesan sebelumnya.


Setelah beristirahat sampai sore hari di Homestay , rombongan WanaHardi melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju penanjakan yang merupakan puncak tertinggi Bromo, juga merupakan spot utama untuk menikmati keindahan sunrise Bromo.


Mereka melewati pertigaan Jemplang, dari pertigaan Jemplang satu arah menuju Bromo dan arah lain menuju puncak Semeru.


Kali ini mereka melanjutkan ke arah puncak Bromo. Guntur merencanakan berkemah di puncak Penanjakan sambil menunggu sunrise di sana..


Ketika hari menjelang Maghrib mereka berhenti di savana/padang rumput yang hijau seperti permadani hijau raksasa .terkenal juga sebagai bukit Teletubbies.


Terlihat rombongan lain yang juga menikmati senja di sana. karena ini akhir pekan, jadi suasana terlihat ramai dengan para pengunjung baik rombongan kecil yang terdiri dari dua atau tiga orang saja sampai rombongan besar yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan orang..


Guntur segera memerintahkan untuk membuka beberapa tenda kecil untuk mereka beristirahat sejenak di padang rumput ini.


Di dekat tempat mereka mendirikan tenda, ternyata juga ada anak-anak mapala dari sebuah universitas terkenal di Surabaya. Rombongan mereka cukup banyak.. tampak nya mereka sedang melaksanakan pendidikan dasar pada anggota baru..


Dalam beberapa kesempatan anggota kedua kelompok mapala ini juga berinteraksi satu dengan yang lain.


Mereka saling mengobrol, yang tadinya hanya sekedar say hello,, menjadi sebuah kedekatan dari para anggotanya.


Bayu yang memang ramah dan mudah bergaul ternyata sudah punya kawan baru dari kelompok mapala tersebut ..


Dari pembicaraan mereka ternyata mereka dari mapala Fakultas Ekonomi sebuah universitas ternama di Surabaya, sehingga banyak anggotanya perempuan.


Mereka dipimpin seorang pemuda keren bertubuh tinggi tegap dan Atletis bernama Rivan.


Tampak nya dia disegani para anggotanya, dan terlihat sangat menonjol dan sangat di idolakan anggotanya terutama para gadis .

__ADS_1


"Hei kalian mapala mana?" mendadak Ravi berteriak memecah suasana petang di padang savana itu..


kami bukan ingin bersantai di sini, kami sedang melaksanakan diksar, jadi janganlah mengganngu kami,!" serunya lagi menggunakan pengeras suara.


Ya tampaknya Ravi tidak senang ketika dilihatnya para anggotanya banyak yang berinteraksi dengan anggota Wanahardi.


"Kami dari Wanahardi, mapala WanaHardi ! seru Bayu keras juga,, emangnya kamu doang yang bisa berteriak!" seru Bayu tidak senang, karena dia sedang berbincang dengan seorang gadis manis dari mapala tersebut..


"Ayo , semua anggota berkumpul kesini , " seru Ravi keras dengan membawa pengeras suara..


"Setiap Anggota Mapala ini dilarang berinteraksi dengan kelompok lain yang tidak jelas," serunya dengan pengeras suara.


"Gila, kita dikira kelompok tidak jelas!" geram Bayu kesal, karena mendengar suara Ravi yang keras karena memakai pengeras suara.


"Maaf mas, aku mau kumpul duluan, tuh ketuanya sudah manggil-manggil gitu," kata si gadis yang sedang berbicara dengan Bayu.


Guntur dan lain-lainya sebenarnya juga geram mendengar suara itu tapi dia diam saja karena memang itu haknya dari pimpinan mapala itu.


Segera terlihat kelompok mapala itu memisahkan diri dari pembauran dan interaksi dengan WanaHardi.


Ketika hari sudah gelap, kelompok mapala dari sebuah universitas di Surabaya itu terlihat bersiap- siap meninggalkan padang savana.


Dan beberapa saat kemudian mereka sudah berjalan meninggalkan padang rumput itu.


Beberapa saat kemudian, Guntur pun mengajak rombongannya untuk melanjutkan perjalanan ke arah puncak Penanjakan.


Puncak Penanjakan merupakan puncak gunung tertinggi di area Bromo dengan tinggi kurang lebih 2774 Mdpl, dari puncak penanjakan 1 akan terlihat kawah Bromo yang indah dan mengeluarkan asap putih.


Puncak ini merupakan puncak tertinggi dan merupakan view poin utama untuk menikmati sunrise Bromo dan merupakan tujuan utama dari para wisatawan.


Mereka berjalan santai melewati padang savana, kemudian melintasi padang pasir dan menuju Penanjakan 1..


Dalam jarak beberapa ratus meter dari rombongan WanaHardi, terlihat rombongan mapala yang tadi sempat bersama anak-anak WanaHardi..


Setelah melewati padang pasir yang luas kedua rombongan segera melintasi jalanan terjal dengan jurang menganga di kanan kirinya.


Dalam gelapnya malam, mereka menyusuri jalan-jalan yang cukup terjal dan berbahaya sehingga diperlukan konsentrasi tinggi untuk melaluinya.

__ADS_1


__ADS_2