Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
ganteng ganteng jorok


__ADS_3

"Baiklah jika demikian ! aku setuju mas Mahardika untuk turun gelanggang mewakili perguruan silat Watu Gunung,"kata Kyai Syahroni.


Ki Suromenggolo pun tampak nya setuju kalau Mahardika yang turun gelanggang! Akan tetapi ada sedikit kekhawatiran dalam diri ki Suromenggolo! Sehingga dia kemudian berkata ;


"Sebaiknya mas Tirta juga tetap ikut memantau jalannya pertandingan di lembah !" usul Ki Suromenggolo.


Tirta segera menyanggupinya.


Siang itu setelah kepergian Ki Suromneggolo dan Kyai Syahroni.


Agak jauh dari tenda Tirta dan kawan-kawan , dibalik sebuah gerumbul pohon perdu!


Seorang gadis tampak duduk tampak duduk termenung sambil mengawasi kepergian Kyai Syahroni dan Ki Suromenggolo.


Wajahnya yang cantik dan biasanya terlihat angkuh dan sombong, kali terlihat sedih. Dia tahu bahwa dia salah, dia menyesal ! akan tetapi penyesalannya tidak ingin di perlihatkan pada orang lain! yaa karena dia sudah terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya dan dia tidaklah biasa mengakui kesalahannya !


Tapi kali ini dia kena batunya !


Seorang pemuda sudah menghancurkan semua egonya, menghancurkan kesombongan nya! menghancur leburkan perasaan hatinya!


Hanya dengan pegangan tangannya yang lembut tapi kokoh, tenaga dan hati Intan menjadi lemah tak berdaya! Tenaganya mendadak hilang, keangkuhan hatinya yang selama ini di jaganya mendadak hilang tak berbekas !


Ada aliran tenaga hangat yang mendadak mengaduk aduk hati dan perasaannya.


"Kenapa hatiku menjadi lemah begini ?" pikir Intan.


Mendadak lamunannya ambyar ketika terdengar teriakan dari Topan dan sepupunya yang memanggil manggil mamanya!


"Intan,,, !!! Intan ,,, !! dimana kamu!!" teriak Topan dengan kencangnya!


Beberapa saat Intan membiarkannya , tapi lama-lama risih juga kupingnya!


"Iya iya, aku disini !" seru Intan sambil berdiri dari tempatnya duduk di sebuah batu hitam yang cukup besar dengan gerumbul-gerumbul pohon perdu yang mengelilinginya.


Wajahnya terlihat tidak senang dengan kehadiran Topan dan sepupunya yang mencari carinya!


"Ada apa!!? mengganggu saja tahu !"


Semprot Intan pada kedua pemuda ini..


Disemprot seperti ini tidak membuat Topan dan sepupu jauhnya Intan surut.


Dengan tersenyum-senyum keduanya segera mendekati ke arah Intan.


Ya, keduanya memang terbiasa dengan sikap Intan yang angin anginan.

__ADS_1


Keduanya memang diam-diam berlomba ingin mendapatkan hatinya intan.


"Seharian kamu gak kelihatan Intan, aku khawatir kalau ada apa-apa dengan kamu!" jawab Topan sambil memasang wajah khawatir.


"Apa yang kalian khawatirkan,? Siapa yang bisa mengalahkan aku!" bentak intan.


"Memangnya kayak kang Topan ! tersandung batu saja jatuh dan nyalahin orang lain!" semprot Intan menyinggung kejadian kemarin!


"Sudah-sudah aku mau kembali ke tenda!" Seru Intan sambil melompat dan berlari cepat meninggalkan kedua pemuda itu yang segera saja berlari menyusul sang gadis.


***


Di panggung pertandingan tampak terlihat Ludiro naik ke arena pertandingan. Disana sudah berdiri seorang pria berbadan tegap.


Ludiro segera mempersiapkan dirinya dengan memasang kuda-kuda dengan kaki kiri di depan dan telapak tangan terbuka, khas dari olah kanuragan Nusantara.


Pria tegap yang menjadi lawannya nampak juga bersiap. Dengan lompatan tinggi pria tersebut mulai melakukan serangannya.


Dalam sekejap serangan yang sangat cepat melanda dan mengurung pertahanan Ludiro.


Ludiro segera mengerahkan segenap kemampuannya untuk mempertahankan dirinya!


Lawan Ludiro kali ini ternyata adalah seseorang yang sangat hebat, yang mengandalkan kecepatan pukulan.


Dalam sekali serang dia bisa melepaskan puluhan pukulan sekaligus.


Seorang gegedug dari Ponorogo! Seorang yang amat disegani di sekitar Ponorogo yang terkenal dengan para Waroknya! memang Ki Suromenggolo adalah salah seorang Warok yang hebat dari Ponorogo!


Pada awal-awal pertarungan tampak Ludiro seperti terdesak, akan tetapi setelah beberapa saat berjalan, Ludiro mulai memahami cara bertarung dari pria lawannya ini. Lambat tapi pasti Ludiro mulai bisa menguasai keadaan.


Hingga suatu saat Ludiro berhasil menyarangkan satu pukulan di bahu pria yang menjadi lawannya itu sehingga membuat sang lawan terpental jatuh keluar arena.


Malam itu akhirnya diselesaikan delapan pertandingan, dan dari delapan pertandingan itu, dua pertandingan tampaknya sengaja di atur oleh Ki Seno Aji. Dimana orang orang yang di curigai sebagi penyusup saling di hadapkan, sehingga akan mengurangi kesempatan untuk bisa merebut pimpinan perguruan silat se-Jawa Timur, Madura dan Bali.


***


Dini hari di kawah Ijen.


Tirta tampak serius sekali dalam ritualnya, Beberapa kali dia mengerahkan tenaganya dan di salurkan ke cincin bermata biru yang di berikan oleh Ki Ranu kepadanya.


Cincin itu di pakai di jari manis di tangan kanan nya.


Tampak cincin bermata biru di selimuti cahaya kebiruan yang memendar mendar kesana kemari.


seperti kilatan lampu disco saja!

__ADS_1


Tirta berusaha keras menyatukan cahaya berpendaran tersebut. Beberapa kali dia berusaha tapi masih saja belum berhasil. Peluh sudah membasahi tubuhnya!


Ketika tenaganya terasa sudah terkuras untuk memfokuskan cahaya biru itu, Tirta segera beristirahat dengan menyandarkan tubuhnya di bebatuan besar yang banyak terdapat di sekitar situ.


Tanpa terasa, karena capeknya dia terlelap ketiduran.


Dan tak jauh dari Tirta menempa dirinya dengan keras, tampak seseorang tua dengan serius mengamati setiap apa yang dilakukan oleh Tirta.


"Hm, luar biasa anak muda ini ! tekadnya kuat dan dasar-dasar Kanuragan nya sangat luar biasa sekali," batin orang tua tersebut, yang kemudian berkelebat pergi seperti bayangan iblis saja, ketika matahari mulai mengintip di ufuk timur.


***


Siang itu, kembali Ki Suromenggolo dan Kyai Syahroni muncul di depan tenda Tirta dan kawan- kawannya.


Akan tetapi kali ini ada ki Seno Aji dan juga Intan diantara mereka.


Ketika mereka sampai di depan Tenda Tirta dan kawan-kawannya, terlihat di dalam maupun di luar tenda masih tidak ada pergerakan apapun dan sangat sepi, sedangkan tenda-tenda di sebelahnya yang di gunakan oleh anak buah Mahardika juga masih sepi.


Beberapa kali Kyai Syahroni mengucap salam tapi tetap tak ada jawaban dari dalam.


Kyai Syahroni kemudian melongokkan kepalanya kedalam tenda.


Segera didapatinya keempat anak anak muda ini masih tidur tumpang tindih tidak karuan..


Ki Suromenggolo pun ikutan melongok kedalam tenda!


Keduanya saling pandang dan tersenyum ..


Intan yang penasaran ikutan pula Melongok kan kepalanya kedalam tenda!


Terlihat oleh Intan, Tirta, Bayu, Adnan serta Mahardika masih tidur tumpang tindih tak karuan !


Wajah Intan seketika merah padam! Tak pernah dia melihat pemuda-pemuda tidur se porno ini!


Seumur hidupnya tidak pernah dia melihat cowok-cowok dalam keadaan norak!


Mereka saling berpelukan mesra ! seperti film-film xxx saja tapi pemerannya adalah para cowok .. yang terlihat sangat mesum !


Bayu yang bertelanjang dada dengan perut besarnya di peluk oleh Adnan dan Mahardika di kanan dan kirinya, sedangkan Adnan hanya memakai ****** ***** saja!


Tirta Jayakusuma pun tak kalah joroknya. Dia tidur berbantal paha besar Bayu dengan air liur menetes netes dan bertelanjang dada!


Padahal dari pandangan Intan akhir- akhir ini setelah Intan mengetahui kehebatan para pemuda ini, pandangan nya menjadi lebih mengagumi secara diam-diam para pemuda ini!


Apalagi Pemuda yang bernama Tirta Jayakusuma ini. Pemuda kalem, rendah hati dan berilmu tinggi.

__ADS_1


Intan menutup wajahnya, dadanya berdegup keras menyaksikan para pemuda ini dalam keadaaan sedemikian rupa.. Maklum gadis muda yang belum melihat luasnya dunia.. dunia para pemuda yang tidak di ketahui nya!


__ADS_2