
Sementara itu di dalam rumah judi.
Para big Bos, masih tetap melanjutkan permainan mereka walaupun di luar rumah perjudian itu sedang terjadi pertarungan hebat antara hidup dan mati.
Tampaknya mereka sangat percaya diri kalau para pengawal yang mereka mampu membereskan para penyerbu.
Mereka tidak berpikir bahwa kali ini para penyerbu di pandegani oleh seorang pemuda yang tangguh tanggon bernama Tirta jayakusuma. Seorang pemuda yang mendarmakan hidupnya untuk menumpas kejahatan dan ketidakadilan.
Akan tetapi tampaknya nya perasan Mr Budiman cukup tajam ! Dia segera berakata pada kawan kawan main poker nya.
"Sebaiknya kita tengok dulu kejadian diluar Wijaya,," kata Mr Budiman pada seorang yang berwajah ramah dan berdandan kelimis.
"Ah,, biar saja Budiman, dua pengawalku yang aku datangkan dari negri Tiongkok pasti bisa membereskan semuanya!" kata orang itu yang nampaknya bernama Wijaya, atau Mr Wijaya.
Mr Wijaya ini adalah seorang bos besar dari Surabaya yang bisnis nya bergerak dalam bidang eksport import dan juga ekspedisi muatan kapal laut, atau EMKL! dan juga bisnis bisnis ilegal !
Mr Wijaya ini sangat kaya Raya ! dan dia lah sebenar-benarnya Grazy Rich.. dan bukan sekedar Grazy Rich abal -abal.
Mr Wijaya ini juga mempunyai sisi gelapnya nya sendiri ,, bisnisnya juga kerap bersinggungan dengan dunia gelap dan para mafia internasional, sehingga dia selalu membawa pengawal yang kuat dan hebat ini!
"Omongan si Budiman ada benarnya juga Wijaya,,,! kita istirahat dulu,,, " kata big Bos yang lain.
Mr Budiman segera berdiri dari duduknya dan melangkah ke luar ruangan khusus yang di gunakan untuk permainan poker mereka.
Di ruangan depan yang luas ini tampak tidak ada penjaga! hanya tampak para penjudi yang tampak sangat kawatir dengan apa yang sedang terjadi di luar.
Ketika Mr Budiman sedang melihat ke arah pintu yang terbuka sebelah saja,, tiba-tiba saja terdengar suara keras!
"Gubrak! " tampak pintu yang sebelah nya lagi jebol dan seseorang tampak terlontar ke dalam dan jatuh terlentang dengan luka- luka memenuhi tubuhnya! luka arang keranjang,,! dan tampak orang itu menggeliat dan sesat kemudian diam tak bergerak lagi.. entah mati atau pingsan.
Mr Budiman dan kawan- kawan tampak sangat terkejut...
Dari pintu kupu tarung yang sudah terbuka lebar , di halaman rumah perjudian itu tampaklah pertempuran sengit sedang berlangsung!
Mr Budiman berusaha mengarahkan pandangannya keluar ,, dia berusaha mencari para pengawalnya.
Akan tetapi dalam gelapnya malam dia hanya mendengar terikan teriakan keras, umpatan kasar. dan kelebatan orang orang yang sedang bertarung.
Tiba- tiba saja Mr Wijaya berteriak memanggil pengawalnya si sepasang pedang Iblis!
"Mo kiam!" serunya...
"Siang Mo kiam ,, " seru nya lagi..
Kemudian terlihat dua bayangan mendekati Mr Wijaya ...
__ADS_1
"Maaf bos ,kami kesulitan menahan para penyerbu ini,, mereka sangat kuat dan tangguh! " kata si kakak dalam bahasa Indonesia dalam logat cedal, karena dia belum genap setahun menjadi pengawal Mr Wijaya.
"Sebaiknya kita segera keluar.dari sini.. bos ," lanjutnya..
"Bagaimana dengan kawan kawanku ini Siang Ki?" tanya Sang Bos lagi .
Ya sepasang pedang iblis ini sang kakak bernama Siang Ki dan sang adik bernama Siang Wi dan bermarga Tan,,
"Aku tidak bisa mmbawa mereka semua,, bos! untuk kita keluar dari sini saja sangat tidak mudah apalagi jika membawa kawan kawan mu bos."
"Tapi kalau mau mengikuti kami ya silakan saja, tapi keselamatan bos Wijaya lah yang kami utamakan," kata si Siang Ki.
"Maaf Budiman, juga yang lain, itu adalah jawaban mereka,, kalian bisa mengikuti kami, tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian..
"Ayo siang mo, kita keluar...!"
Di bawah penawalan Siang mo kiam mereka berusaha membuka jalan darah.
Akhirnya Mr Budiman dan kawan kawannya mengikuti Mr Wijaya keluar dari tempat itu..
Pedang siang mo kiam menyambar nyambar ke kiri dan ke kanan! Hawa pedang tampak melindungi mereka.
Tak ada yang mampu menahan. pergerakan mereka..
Kemampuan siang mo kiam benar benar luar biasa ganas,,,Orang-orang Srengseng dan anggota padepokan silat pun tak ada yang berani mendekat untuk menghentikan mereka.
Dan jika saja si sepasang pedang iblis tidak mengundurkan diri karena panggilan bos yang di kawalnya, maka kemungkinan mereka juga akan menjadi banten di sini.
***
Sementara itu pertarungan antara Aryo Seto melawan Tirta Jaya Kusuma masih berlangsung dengan sengitnya.
Sejak memperdalam Suryo Dahono di puncak gunung Ijen dengan bimbingan Ki Wonokerti, kemampuan Tirta Jaya Kusuma benar- benar meningkat dengan pesat . Tenaga batinnya sekarang ini sudah jauh lebih kuat,, sehingga berpengaruh juga pada ajian ajian lain yang ada di dirinya, yang telah di kuasinya seperti aji Tameng Waja dan Aji Lembu Sekilan, Bayu Bajra maupun Tapak Geni dan aji Suryo Dahono..
Kemampuannya saat sudah jauh melampaui guru-gurunya.
Akan tetapi sifat Tirta yang lembut dan cenderung lemah dan kurang tegas menjadikan dia tidak segera menyelesaikan lawan lawannya!
Dia sangat tidak suka melukai dan menyakiti lawan! apalagi membunuhnya.
Dan kali ini pun penyakit nya ini kumat lagi..
Jika dalam pertemuan terakhir kali dengan Aryo Seto di kota Semarang, Tirta agak kesulitan menghadapi perlawanan Aryo Seto, sekarang ini Tirta tampak lebih mudah dalam mematahkan setiap serangan-serangan dari si Aryo Seto..
Tampak Tirta Jayakusuma hanya mengimbangi sepak terjangnya Aryo Seto saja..
__ADS_1
Lambat+ Laun pertarungan semakin meningkat baik kecepatan maupun kekuatan yang di keluarkan oleh Aryo Seto, dan Tirta Jayakusuma pun dengan mudah juga meningkatkan kekuatan dan kecepatannya.
Aji Sosro Godo dan Aji Suryo Dahono milik Aryo Seto semakin lama semakin bertambah kuat !
Dan Tirtapun menambah kekuatan nya semakin tinggi pula...!
Setiap serangan dari Aryo Seto selalu saja membentur aji Lembu Sekilan ataupun aji Tameng Waja yang mengitari tubuh ceking Tirta JayaKusuma..
Dan demikian pula serangan Tirta jayakusuma sedikit demi sedikit juga menghantam tubuh Aryo Seto !
Walaupun Aryo Seto juga punya ilmu kebal, akan tetapi tidaklah sehebat aji Tameng Waja yang dikuasai Tirta Jayakusuma!
Tubuh Aryo Seto terlihat mulai lebam+ lebam di beberapa bagian, terkena pukulan- pukulan Tirta Jayakusuma.
Suatu ketika Tirta yang sedang mengarahkan aji Suryo Dahono, tanpa sengaja melihat pertempuran antara Jadug dan Sondong melawan Adnan, Mahardhika dan Bayu..
Tampak Mereka bertiga sangat kewalahan menghadapi Jadug dan Sondong..
Ketika Tirta mengarahkan pandangannya pada mawar, cemani dan orang-orang padepokan silat yang sedang mengeroyok dua orang bersenjata pedang yang tampak berkelebatan kesana kemari menebar maut dan bahkan sudah melukai mereka, Tirta tampak mulai terketuk untuk menyelesaikan perlawanan dari si Aryo Seto ini .
Tirta jayakusuma segera mengerahkan kekuatannya dan di tingkatkan sampai dua kali lipat!
Udara di sekitar menjadi semakin panas dan ada kilatan- kilatan menyelimuti tubuh Tirta jayaKusuma setiap kali dia bergerak menyerang!
Dalam suatu serangan Dahsyat untuk mengakhiri perlawanan Aryo Seto ...
Aji Suryo Dahono keluar melalui cincin bermata biru! Sinar biru tampak keluar dari mata cincin itu .
Dan,,,,,.......
"Duarrrr....!!! ..." Suara menggelegar terdengar ketika dua aji Suryo Dahono dari Tirta Jayajusuma dan Aryo Seto berbenturan dengan hebat nya .
Tingkat yang berbeda dari aji Suryo Dahono segera terlihat!
Sinar biru dari aji Suryo Dahono yang keluar dari cincin bermata biru tampak menembus cahaya yang keluar dari tangan Aryo Seto dan menghantam Dada Aryo Seto dengan Keras !! merusak tubuh bagian dalam dari Aryo Seto ...
"Aaaargh,,,!!!" teriakan ngeri keluar dari mulut Aryo Seto! tubuh nya terpental sepuluh depa lebih dari posisi nya semula.
Dia jatuh telentang dengan mulut mengeluarkan darah kental.
Beberapa saat dia masih bergerak gerak , wajahnya pusat pasi dan tampak kengerian di wajahnya .
Kali ini lukanya sangat berat!
Aryo Seto terluka dalam yang sangat parah!
__ADS_1
Dan kali ini tidak ada seorangpun yang mendekati dirinya untuk memberikan pertolongan!