Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
kembali ke padepokan


__ADS_3

Setelah dari alun-alun kota Batu, mereka berjalan ke pasar Laron mencari makan dan pernak-pernik untuk oleh-oleh penghuni padepokan di lereng gunung Ungaran.


Tampak ketika sampai di di sebuah Warung makan, Bayu tanpa pertimbangan dengan kawan-kawan nya sudah langsung duduk di bangku panjang yang memang sudah dipersiapkan oleh si pedagang.


"Bebek goreng ya mas ,, 2 porsi ! paha semua !" pesan. Bayu..


Ya dari bagian bagian ayam ataupun bebek, bagian pahala yang menurut Bayu paling enak!


"Sambel nya yang banyak ya mas!" seru Bayu lagi.


"Dua paha bebek dan nasi juga dua!? Habis dalam sekali makan mas Bay!?" seru Mawar tampak kaget dengan porsi makan Bayu.


"Begitulah Bayu Mbak!" kata Tirta..


"Jadi Jangan kaget dengan kapasitas perutnya Bayu!" lanjut Tirta jaya Kusuma.


"Satu bakul nasi, lima ekor bebek goreng pun habis disikat oleh Bayu mbak, Adnan menambahi!


"Huh, jangan percaya mbak Mawar! sukanya Adnan tuh melebih lebihkan saja!" seru Bayu!


"Akan tetapi ada pula bebek yang tidak di sukai Bayu lho Mbak Mawar!" lanjut Adnan.


"Bebek apaan Itu Mas?" tanya mawar penasaran.


"Hmm, jangan ngaco kau Adan! seru Bayu .


"Bebek hidup mbak mawar!" sahut Adnan..


"Hi, hi, hi ,,, ya iyalah masak juga bebek hidup mau di makan mas Bayu?!" sahut Mawar.


Tirta, Adnan, dan Mawar juga dua saudara Tan sing Ki dam Tan siang Wie kemudian juga mengelilingi angkringan si pedagang untuk melihat makanan apa yang sekiranya cocok dengan selera mereka


Tirta memesan Rawon masakan khas dari Jawa timur dan juga Jawa tengah, sedangkan Mawar memesan sate ayam! sedangkan Tan Siang Ki dan Tan siang Wi memesan ayam goreng juga. Dan Adnan hanya makan sosis bakar berukuran jumbo!


Setelah puas berkeliling mereka kemudian pulang ke villa di daerah sekitar Selecta dan keesokan harinya mereka memborong apel langsung dari kebunnya !


Mereka ikut memetik buah apel langsung dari pohon! karena memang sedang musim buah apel disini.


Setelah puas memetik apel kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Semarang.


Mereka melewati Kediri dan di lanjutkan kemudian Nganjuk , kota Madiun , Ngawi dan Solo.


Dan dari solo perjalanan di lanjutkan kurang lebih dua jam dan sampailah mereka di kota Semarang.


***


Sore itu mereka sudah sampai lagi di padepokan di lereng gunung Ungaran.


Mereka disambut dengan rasa haru dan syukur..


Mbah Hardjo, eyang Pandu ,kang Damar , bang Leo, Delima, Irman dan juga Tommy..


Mereka berpelukan erat,,


Tirta , Bayu dan Adnan tampak sangat berbahagia bisa kembali ke padepokan. ini,,,


Padepokan yang menggembleng mereka menjadi pemuda pemuda yang tangguh tanggon!


Mereka sudah kangen dengan suasana padepokan ini yang tenang dan tenteram.


Mawar segera saja sudah akrab dengan segenap penghuni padepokan , ya memang mawar ini sangat mudah akrab dengan siapapun juga!


Sifatnya yang terbuka ramah, dalam sekejap sudah menjadikan dirinya di cintai segenap penghuni padepokan Mbak Hardjo ini.

__ADS_1


Sedang si Siang Mo Kiam juga mulai berkenalan dengan segenap penghuni padepokan.


Walaupun belum begitu lancar dalam berbahasa Indonesia, akan tetapi mereka berdua ini tetap bisa akrab dan senang dengan keramah tamahan segenap penghuni padepokan Mbah Hardjo ini.


Malam nya mereka melakukan perjamuan di pendopo padepokan sebagai rasa syukur atas kembalinya Tirta, Bayu dan Adnan dengan selamat dan bahkan membawa kawan-kawan baru ke padepokan itu.


Seperti biasa,. udud klobot , rokok Ting we alias nglinting Dewe, sudah di siapkan Mbah Hardjo,, kopi, wedang jahe, juga aneka rebusan ubi!


Tampaknya para penghuni padepokan sudah tidak sabar mendengarkan cerita perjalanan dari anak-anak muda ini.


Dan kali ini, Bayu lah yang mendapat tugas bercerita pada segenap penghuni padepokan.. dari sejak mereka berangkat kemudian memperdalam ilmu aji Suryo Dahono, sampai mereka bisa mengalahkan kelompok nya Aryo Seto dan menangkap Mr Budiman yang ternyata adalah menantu Ki Ranu!.


Mendengar nama Mr Budiman, bang Leo segera berkomentar;


"Mr Budiman benar- benar kalian tangkap!? " serunya hampir hampir tidak percaya!


Orang yang sangat misterius itu bisa tertangkap juga akhirnya ! serunya gembira!


"Benar benar sebuah keberuntungan dan kerja keras!" lanjut bang Leo.


"Biasanya dia sangat berhati-hati dalam setiap tindakannya," kata bang Leo lagi!


"Tapi syukurlah orang seperti ini bisa kalian tangkap, sehingga paling tidak sudah berkurang bandar narkoba kelas kakap di negara ini!" lanjut bang Leo.


Kemudian Bayu juga menceritakan tentang dua orang pendekar dari Tiongkok ini dan juga tentang Mawar!


Segenap penghuni padepokan tampak menerima dengan terbuka keberadaan dua bersaudara Siang Mo Kiam atau sepasang pedang iblis ini dan juga Mawar..


Eyang Pandu juga merasa bersyukur, bahwa Mahardhika bisa menjadi pemimpin persatuan perguruan dan padepokan silat di Jawa timur , Bali dan juga Madura.


Mereka mengobrol dan melepas kangen sampai tengah malam..


***


Di pagi harinya, tampak Tirta, Bayu Dan juga Adnan sudah memacu motor mereka menuju kampus..


Alangkah terkejut dan bahagianya Dinda dan Nani serta Tia begitu sahabat -sahabatnya sudah kembali ke kampus...


Seketika tanpa malu lagi Dinda yang cantik dengan rambut panjangnya dan tubuh semampai sudah merangkul Tirta, begitu keluar dari ruang kuliah! demikianpun dengan Nani yang walau agak malu-malu juga memeluk Adnan,!


Kemudian mereka ke warung tempat mereka biasa nongkrong seusai mengikuti kuliah..


"Lama sekali kalian pergi? " Tia membuka pembicaraan..


"Iya,, kami harus menyelesaikan banyak hal di gunung Ijen dan Tengger Tia," kata Tirta Jayakusuma.


"Ih, enak sekali! perjalanan kalian ! sangat menyenangkan! seru Nani..


"Tapi sayang kalian tidak mengajak kami!" sesal Tia.


"Menyenangkan sih Iya,,!", jawab Adnan..


"Tapi,,, taruhannya adalah Nyawa!!!"


lanjut Adnan .


"IHH,,, kok begitu Adnan!?" seru Nani .


"Iya, memang perjalanan kami adalah menentang badai! dan ingatlah waktu kejadian penculikan kemarin!?" terang Adnan!


Mendengar ini wajah Dinda seketika berubah!


Itu adalah pengalaman yang membuatnya trauma berkepanjangan! bahkan sampai sekarang pun dia masih sering menangis jika teringat kejadian itu,!

__ADS_1


"Tapi jangan khawatir ! kami sudah berhasil menangkap dalang dari kejadian dulu itu," kata Adnan.


Mendengar cerita ini, Nani dan Tia tampak bersyukur, akan tetapi tiba tiba Dinda menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan terdengar dia menangis terisak-isak..


Semua tampak kaget! mereka lupa bahwa Dinda mempunyai trauma mendalam tentang hal ini .


Tirta segera berusaha menenangkan Dinda, karena selama ini dialah yang telah menyembuhkan luka di hati Dinda,,


Luka fisik dapat dengan mudah diobati karena terlihat akan tetapi luka hati!?


hanya Tuhan yang tahu!


***


Tirta jaya kusuma segera mengantar Dinda dengan motor JAP style nya yang merupakan pemberian dari Aldi sebagai pengganti motor bututnya yang rusak parah karena di tabrak oleh anak buah Aldi, menuju rumah Dinda di kawasan elit kota Semarang! yaitu daerah Bukit Sari, karena khawatir dengan keadaan Dinda yang seperti ini.


Akan tetapi di tengah perjalanan Dinda mengatakan belum ingin pulang dulu! Dia masih ingin bersama Tirta Jaya Kusuma, menikmati pelukannya dari belakang pemuda ini! pemuda yang selalu di harapkannya dalam mimpi mimpinya..


"Bawalah aku keliling Ta,, kemanapun terserah !?" bisik Dinda dari belakang punggung Tirta, seraya menyandarkan kepalanya ke punggung Tirta Jaya Kusuma.


Sebenarnya Tirta Jaya Kusuma juga bingung! mau di ajak nya kemana si gadis ini..


Akhir nya Tirta mengarahkan motornya kearah pinggiran kota Semarang! Tepatnya ke arah kelurahan Rowosari !


Dan di atas sebuah bukit di Rowosari ini terdapat bangunan tua yang sudah rusak dan kosong berbentuk Piramida.


Tadinya bangunan ini masih terjaga dengan baik, akan tetapi karena tangan tangan jahil dan nggratil yang tidak bertanggung jawab , akhirnya kaca kaca tebal yang melingkupi nya pecah karena ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab tersebut.


Dan karena sudah puluhan tahun tidak berpenghuni akhirnya menjadikan tempat ini agak menakutkan dan angker terutama di malam hari.


Seingatnya , kadang Adik nya si Irman sering sekali kesini malam-malam! katanya sih untuk menyendiri ,! tapi belakangan di ketahui ternyata Irman melakukan ritual olah roso dan olah batin..


Dari pusat kota menuju kesini memerlukan waktu kurang lebih empat puluh menitan .


Dan untuk mencapainya di perlukan perjuangan yang berat, karena jalan menuju piramid di puncak bukit Rowosari ini terdiri dari bebatuan tanpa aspal! bebatuan cukup besar yang licin yang membuat roda motor tidak mudah untuk melewatinya.


Beberapa saat kemudian Tirta Dan Dinda sudah berada di atas bukit kecil tersebut !


Siang itu suasana bukit tampak sepi! hanya ada beberapa orang saja pencari rumput yang berada diatasnya juga seorang pedagang makanan dan minuman.


Dinda tampak gembira! walaupun dia orang kota Semarang asli , belum pernah sekalipun dia kemari!


Dengan bersemangat Dinda menaiki bangunan piramid ini sampai puncaknya.


Terlihat pemandangan yang indah dari atas puncak Piramida ini!


"Indah banget Tirta!!!! serunya keras ..


"I love you Tirtaaaa!!!! serunya lagi ... Tampak Dinda ingin melepaskan semua beban di dalam hatinya..


Tangannya direntang kan bergaya seperti di film Titanic..


Tirta sangat terkejut melihat ini! sangat berbahay berdiri di puncak bangunan Piramida ini tanpa berpegangan!


Sigap Tirta memeluk pinggang ramping Dinda dari belakang!


Sebuah posisi seperti film Titanic!


Dia kemudian meminta Tirta untuk memfoto dirinya dan juga berselfi ria diatas bangunan Piramida ini.



Bangunan Piramida tua yang ada di puncak bukit Rowosari, kelurahan Rowosari kota Semarang.

__ADS_1



Di puncak bukit ini juga di gunakan untuk berlatih paralayang.


__ADS_2