
"Bay, ada mbak juragan! ayo bangun,,!" seru Tirta.
"Biar aku saja mas yang bangunkan! juragan Latifah segera mendekati pembaringan tempat Bayu dan Adnan.. ditepuk tepuknya pipi Chubby Bayu .
"Mas Bayu, mas,, ini Latifah," bisik nya lembut.
Sontak Bayu terkejut mendengar suara lembut yang siang malam menghiasi otaknya.
Dia segera duduk , dan
"Waduh mbak Latifah,?" serunya kaget ruarr biasa!! dan langsung main peluk.
Mas Bayu , jangan keras keras meluknya dong bisik Latifah.
Bayu segera melepaskan pelukannya.
Wanita yang di rindukannya siang malam sekarang duduk di sebelah pembaringannya sambil tersenyum manis menatapnya!
Di kuceknya kedua matanya, siapa tahu ini hanya mimpi saja..
Ternyata mbak Latifah tetep duduk di tepi pembaringannya.
"ternyata beneran ini mbak Latifah, wanita yang di impikannya siang dan malam akhir-akhir ini!.
Dalam gembiranya, Bayu langsung main sergap lagi.
Mbak Larifah yang kena sergap untuk kedua kalinya hanya diam saja, lha yang nyergap tenaganya segede Gajah, mana mampu dia melepaskan dirinya..
"Bay sadar Bay,!" teriak Tirta .
Bayu kali ini tidak mau melepas pelukannya,, dan beberapa saat kemudian mbak Latifah berbisik lagi;
"Kalau begini Mbak bisa mati sesak nafas Mas!"
"Maaf mbak !" Bayu berpura-pura kaget.
Tubrukan kedua ini memang dia sengaja, mumpung ada kesempatan,,
"Om om Bayu, Adel di peluk juga dong !" Terdengar suara kecil yang mendadak sudah ada di sampingnya juga, Bayu tambah tambah kaget, melihat si kecil centil ikutan kayak ibunya.. terpaksa deh... Bayu melepas Ibunya dan di gantikan anaknya.
"Aku mau Mandi sebentar ya Mbak,, kata Bayu setelah melepaskan pelukan pada si kecil Adel.
Bayu segera beranjak, Adnan sejak tadi juga sudah bangun ketika terjadi keributan ini dan langsung ngeloyor mandi.
Setelah semua mandi, tinggallah Tirta yang rembes ( kucel).
Dengan cuex dia menemani Zahra ngobrol. Bayu Adnan dan mbak Latifah akhirnya berkumpul bersama.
__ADS_1
Memanglah juragan cantik ini sudah kangen berat pada Bayu yang lucu Gendut tapi gagah perkasa.
Tapi alasannya kemari katanya karena Adel, si kecil yang kangen pada Om Bayu.
Setelah asik ngobrol Bayu ingin mengajak jalan jalan si kecil Adel, otomatis ya sekalian emaknya.. Adnan yang tahu diri menyatakan tidak ikut saja. Biarlah Bayu bersama si kecil Adel dan Emaknya, dan Dia mendorong Tirta ikutan supaya Zahra juga ada yang menemani.
Dengan menggendong sikecil Adel dengan tangan kanan dan menggandeng emaknya di tangan kiri Bayu melangkah keluar kamar di ikuti Tirta dan Zahra.
Ketika sampai di bawah ternyata disana telah menunggu seseorang.
"Bang Leo!" seru Tirta yang segera Menghampiri pria gagah dengan potongan rambut cepak tersebut.
"Iya, aku memenuhi janji ku padamu Ta, aku akan ikut berjuang bersama kamu dan kawan-kawanmu" jawab bang Leo.
"Trimakasih Bang!" jawab Tirta.
"Maaf bang Leo nanti kita sambung pembicara kita! ini aku mau nganterin Bayu jalan- jalan dulu! kata Tirta.
"Bang Leo langsung saja ke kamar kami, didalam ada Adnan kok," kata Tirta pada Leo.
"Mbak Rara minta tolong anterin Bang Leo ini ke kamarku ya!" Tirta meminta Rara si resepaionist cantik dan sexy buat nganterin ke kamarnya.
"Baik mas," jawab Rara.
Pada waktu yang bersamaan di kediaman Hendra yang mewah di kawasan elit di Jakarta barat.
Hendra menerima laporan dari Ramon tentang kegagalan tugas dari Leo.
Leo mengatakan kalau dirinya tidak sanggup mengalahkan ketiga sasarannya.
"Agaknya mereka benar- benar kuat Bos," lapor Ramon.
"Leo ini belum pernah gagal dalam tugas nya, dia pembunuh hebat bos, bahkan dia pernah membunuh bos bos besar di luar negeri." lanjut Ramon.
Hendra berdiam menerima laporan Ramon.
Kemudian Hendra berkata ;
"Coba kamu cari orang- orang tangguh yang tidak menampakkan diri, mungkin guru besar perguruan bela diri silat ataupun master kungfu atau ahli muaythay.. bayar dengan harga tinggi! mereka pasti mau!" kata Hendra.
Kali ini Hendra sudah benar- benar di buat pusing dengan masalah ini.
Penghasilannya terbesarnya adalah dari kota-kota sepanjang pantura.
Sejak hari dirinya melarikan diri ke Jakarta sejak itu pula penjualan narkoba, penjualan mobil gelap trafficking semua berhenti.
Pendapatan yang luar biasa mendadak berhenti.
__ADS_1
Dari penjualan sabu-sabu saja dia mengeruk keuntungan yang sangat besar bermilyar milyar masuk ke kantongnya, belum lagi bisnis jual beli manusia dan jual beli mobil curian.
Dari semua usahanya tersebut narkobalah yang menjadi andalannya. Terutama sabu-sabu!
Harga sabu-sabu sangatlah tinggi, lebih mahal dari emas, inilah emas putih yang diperebutkan para bandar narkoba untuk di pasarkan. Keuntunganya bisa sampai sepuluh kali lipat dari modalnya.
"Baik Bos akan kucari orang yang lebih hebat dari Leo," jawab Ramon.
Di dalam Mall, di tengah kota Tegal.
Dengan semangatnya Bayu bekeliling-keliling menyenangkan hati anak dan emaknya.
Dari berbelanja sampai permainan anak-anak, sampai-sampai si kecil Adel akhirnya tertidur di gendongannya.
Setelah capek mereka kemudian beristirahat di pujasera menikmati makan siang disana.
Hari ini wajah-wajah ceria dan bahagia tersirat dari mbak Latifah dan Bayu, juga Zahra yang tampak tersenyum terus di samping Tirta.
pada suatu kesempatan Zahra mengatakan keinginanya untuk untuk merantau bersama Tirta.
"Tidak bisa Zahra, perjalanan kami bukan untuk bersenang senang. Perjalanan kami penuh marabahaya dan kekerasan! Lagian kamu seorang gadis cantik, akan repot kalau bersama kami."
"Coba kamu bayangkan ketika kami tidur, kami tidur bersama sama, terus kalo kamu ikut! kamu mau tidur bersama kami?" tanya Tirta sambil tersenyum memandangi Zahra yang langsung merona pipi putihnya..
"Ihh pikiranmu jorok mas!" seru Zahra.
Sebenarnya keinginan Zahra hanyalah basa-basi belaka, tidaklah benar-benar dia ingin merantau bersama Tirta dan kawan-kawannya. Dia hanya ingin melihat kekawatiran Tirta akan dirinya dan ini membuatnya sedikit senang.
"Tahukah kamu Zahra, Tadi malampun kami bertarung dengan para pembunuh bayaran. Kami bertarung bertaruh dengan jiwa kami, kalo kami kalah kami pulang tinggal nama." kata Tirta.
"Syerem banget mas!" seru zahra kaget.
"Iya lah Zahra!! dan tadi pria yang aku temui tadi di lobi hotel, dia adalah pembunuh bayaran itu, dia membunuh tanpa berkedip dan Alhamdulillah tadi malam kami mampu mengalahkannya dan membuatnya sadar kalau perbuatan nya adalah salah," lanjut Tirta.
Zahra yang mendengarkan cerita sang pemuda menjadi sangat kagum pada Tirta. kekagumannya semakin bertambah- tambah.
"Makanya jangan punya keinginan mengikuti kami!" lanjut Tirta.
Setelah selesai makan siang mereka segera kembali ke hotel.
Mbah Latifah dan Zahra segera pamit pulang ke Wiradesa. Tidak lupa pelukan mesra mbak Latifah untuk Bayu.
Sore itu di kamar, Leo sedang berbincang dengan Adnan ketika Tirta dan Bayu datang.
Mereka berdua segera bergabung denga Leo dan Adnan.
"Ini Bang Leo sedang menceritakan pengalaman hidupnya, kata Adnan..
__ADS_1
"Ahh hanya sebuah pengalaman hidup yang tidak berarti saja kok Mas,! kata bang Leo merendah.
"Tiap pengalaman hidup pasti berharga Bang, paling tidak bagi pelakunya," jawab Tirta.