
Tirta Bayu dan Adnan segera berlari ke arah halaman yang luas
Terlihat bayangan-bayangan manusia berlari melompat kesana kemari kemari dan beberapa kali nyala senjata api.
Ada juga beberapa sosok manusia yang tetgeletak di halaman tidak bergerak dam berlumuran darah di sekujur badannya .
"Tampaknya ada penyeragan Ta," seru Bayu!.
"Adnan hubungi bang Leo segera! Suruh secepatnya kemari!" seru Tirta , Bayu hindari orang yang membawa senjata api !" seru Tirta..kawatir pada Bayu yang gerakannya memang kurang cepat.
Tirta secepat kilat berlari kearah rumah utama, dia segera menjumpai pertarungan yang sengit antara penjaga- penjaga yang di sewa pak Michael yang dipimpin Herman dengan para penyerbu yang berjumlah sekitar limabelas orang! tapi kelihatannya bergerak seperti setan saja.
kemampuan penyerbu ini rata-rata sangat hebat, mereka rata-rata sangat lincah dan cepat.
Hampir separoh dari para penjaga yang berjaga pada malam itu sudah jatuh kelantai entah mati entah hidup.
Untuk di ketahui penjaga pada malam itu berjumlah duapuluh limaborang di pimpin oleh Herman, sedangkan dua puluh lima orang lagi berjaga pada siang hari.
Dengan cepat penjaga yang bertahan tinggal sepuluh orang saja mereka bertarung dengan gigih di teras rumah.
Para penyerbu terlihat sekali sudah menyiapkan semuanya dengan matang, sebagian bersenjatakan pedang katana/samurai dan beberapa memegang senjata api jenis pistol.
Ketika salah satu penyerbu berhasil mendekati pintu utama yang terbuat dari kayu jati tebal,
Salah seorang penyerbu segera melemparkan bahan peledak yang segera menghancurkan pintu tersebut.
"Duarr!" terdengar ledakan dahsyat!
Pintu hancur lebur!...
Beberapa penyerbu langsung berlompatan cepat memasuki rumah.
Tirta yang masih belum sempat bertindak ! Dia sempat meyaksikan bagaimana tinggal Hermaan dan dua orang lainnya mati-matian bertahan dari serangan penyerbu.
Tirta langsung menerjunkan diri ketika detik-detik penyerbu sedang mengayunkan pedang katana yang tajam berkilat ke arah Herman yang jatuh dan susah tidak dapat berbuat apa-apa.
Herman hanya bisa memejamkan mata , pasrah pada takdirnya.
Lama, agak lama dia belum merasakan kematian, belum ada gerakan apapun, dan di bukanya matanya!
Terlihat seorang anak muda memegang ujung pedang katana dengan telapak tangannya!
"Pletak...."! pemuda itu menekan ujung katana samurai hingga patah, detik berikutnya tamparan menggunakan bagian luar tapak tangan menghantam kepala bagian samping dari orang yang memegang pedang samurai itu.
__ADS_1
"Brrress ...!" benturan keras terjadi di ikuti suara menjerit ngeri dari orang tersebut yang segera terlontar sampai lima meter lebih dengan telinga dan mulut mengeluarkan darah segar, dia jatuh untuk tidak bangun lagi entah hidup atau mati.
Selanjutnya Tirta menyerang seorang lagi yang sedang akan menghabisi seorang penjaga lagi.
Seperti macan kumbang yang akan memerkam mangsanya Tirta melompat tinggi dan menerkam penyerbu yang hendak menghasisi sang penjaga!
Gerakannya sangat cepat, tinjunya mengarah kepada kelapa sang lawan yang tengah mengayunkan pedang katana nya!.
Kali ini Tirta benar-benar menggila dengan menggunakan kekutan cukup besar, dia ingin menghabusi lawan- lawannya dalam sekali pukul saja.
Dan tanpa bisa menghindar, lawan kedua langsung jatuh tersungkur bergitu pukulan Sang pemuda menghajarnya tanpa ampun.
Lawan ketiga ternyata sudah berhasil mengayunkan pedang katananya kepada penjaga yang lain, sang penjaga pun jatuh terkena sabetan pedang katana.!
Belum sempat samurai di tarik, terasa sebuah angin pukulan menghantam pinggangnya sehingga terpental beberapa meter dengan mengeluarkan asap seperti terbakar. orang itupun jatuh tersungkur begitu saja!
Tirta segera melompat kedalam rumah dimana ternyata para penyerbu yang masuk ada sepuluh orang dan sedang berusaha mencari penghuni rumah yang ada di dalam kamar dan bersembunyi .
Terdengat lagi letusan senjata api ketika Tirta masuk kedalam.
Ternyata letusan berasal dari lantai dua, dimana disana adalah kamar Nadine, Tirta segera melompat keatas menuju arah suara.
Tinggi lantai dua adalah kurang lebih Lima meter, dengan mudah Tirta melompat melewatinya dan secepat kilat mengarah ke sumber letusan senjata api.
mereka berusaha memasuki kamar Nadine, suara senjata api tadi ternyata di gunakan untuk merusak kunci kamar tersebut.
Sementara di tempat lainnya Adnan sudah menghubungi Leo dan kawan -kawannya yang segera meluncur ke rumah itu.
Ternyata di pintu gerbang sudah berganti penjaga! lima orang penyerbu menguasai gerbang.
Leo, Jim dan Gendon segera turun tangan, ternyata kemampuan para penyerang ini cukup tangguh dan kuat, tidak mudah untuk di taklukkan oleh Leo dan kawan kawannya.
Adnan dan Bayu segera menuju kedalam , dilihatnya banyak orang yang terhampar begitu saja, dibawah guyuran hujan yang sangat deras tampak bekas-bekas pertarungan yang sangat sengit dengan pertaruhan nyawa telah terjadi. Air memerah bercampur darah pot pot bunga besar dan kecil pecah berserakan juga tanaman tanaman hias yang berharga puluhan bahkan ratusan juta hancur lebur!
Mereka segera merangsek ke dalam.
Bayu yang melihat ada pedang katana bagus tergeletak segera memungutnya. .
Tampaknya pedang katana itu milik salah seorang penyerbu, karena tampak Bagus dan tajam, cocok untuk bertarung jarak jauh, pikir Bayu.
Mereka segera berlari kedalam untuk melihat keadaan dalam rumah.
Lankah mereka terhenti ketika berpapasan dengan tiga orang penyerbu yang untung nya tidak membawa senjata api!
__ADS_1
pertarungan segera pecah dengan sengitnya, pertarungan antara hidup dan mati!
Kembali ke Tirta.
Tirta segera menyergap orang yang bersenjatakan pistol tersebut, orang itu tampak terkejut sehingga dia sempat membidik kan pistol nya.
"Dor !" Pistol segera menyalak , dengan kecepatan bak kilat Tirta bergerak menghindar sambil memgerahkan pukukan Tapak Geni!
Angin pukulan yang sangat panas menerjang orang tersebut yang tidak menyangka ada pukulan tanpa wujud yang menerjangnya.
Dia terlontar di terjang Tapak Geni.
Terdengar jeritan keras ketika tubuh berat nya terlontar dan berdebum di lantai kamar,.
Nadine yang sudah sedari tadi berdiri di balik ranjangnya telihat sangat shock dan ketakutan .
Dari pintu yang di gedor dari luar sampai letusan pistol dan sekarang ada orang yang tiba -tiba jatuh telentang dengan wajah gosong di lantai kamar nya,
Dia segera mengintip, mencari tahu apa yang terjadi.
dilihat nya di pintu yang terbuka lebar , Tirta sudah berdiri disana dan sedang berhadapan dengan seseorang yang memegangi samurai.
Samurai yang berkilat kilat tajam sangatlah menakutkan terayun cepat membabat Tirta dari atas ke bawah! tanpa senjata tirta menagkis nya begitu saja,
Nadine langsung Berteriak histeris dan kawatir!
"Tirtaaa".. sambil menangis menutupi matanya yang membayangkan pemudanya terluka parah terkena sabetan pedang katana/samurai.
Beberapa saat ternyata ada suara bergedebug didepannya lagi! dia tidak berani membuka matanya takut kalau ternyata Tirta yang teluka parah.
Ketika terasa pundaknya disentuh seseorang .
"Bangunlah Nadine," terdengar suara yang sangat di kenal nya yang akhir-akhir ini menghiasi hari-harinya.
"Ayo segera bangun!' aku harus menolong Papa dan Mamamu!" kata Tirta.
Nadine segera membuka matanya, ternyata ini benar-benar nyata dan bukan mimpi.
Tirta selamat dan sedang berdiri dengan gagah di depannya.
Nadine melompat bangun langsung merangkul Tirta dan menciuminya berkali-kali.
"Dalam keadaan genting sepeti ini, bisa bisanya gadis ini berlaku kayak gini," pikir Tirta jengah.
__ADS_1