Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Paksaan Dinda


__ADS_3

"Anterin aku pulang ya Ta,,," kata Dinda dengan mata sayu dan redup ,, membuat Tirta menjadi iba pada sang gadis ..


Ya Dinda memang berwajah agak sendu dengan kedua mata redup yang membuat tiap cowok ingin melindungi nya .


"Aku tidak bisa Dinda,, aku sudah bertunangan dengan Iza, bagaimana jika ada orang yang mengetahuinya


dan membuat fitnah yang tidak tidak?! " Jawab Tirta.


"Biasanya kita juga bersama kan? juga gak ada masalah , lagian kita juga sahabat ?!" protes Dinda ..


"Tapi sekarang aku sudah berbeda Dinda.." kata Tirta lembut berusaha memberikan pengertian pada Dinda.


"Aku tetap tidak perduli , hari ini aku ingin bersamamu Ta,," bisik Dinda dengan mata sayunya..


Akhirnya Tirta luluh juga hatinya..


Dengan terpaksa Tirta akhirnya menyetujui permintaan sang gadis..


Dan apa yang di khawatirkan oleh Tirta Jaya kuma menjadi kenyataan !


Agak jauh dari mereka ada sepasang mata tajam yang mengawasi mereka berdua..


Motor segera keluar dari tempat parkir kampus!


"Ta, aku pengin jalan- jalan ke arah Ambarawa , ke Rowopening ya." Bisik Dinda lembut di telinga kiri Tirta, sehingga membuat hembusan nafas Dinda menggelitik telinga dan pipinya , di tambah bibir Dinda yang menempel di telinga kiri sang pemuda menambah sensasi yang mendebarkan.


Tirta hanya bisa manahan napas, untuk menekan deburan di dadanya...


Tirta sudah memperkirakan hal ini akan terjadi , tapi dia tidak kuasa menolak permintaan Dinda..


"Katanya suruh nganter pulang saja??" protes Tirta..


"Huh, aku ingin jalan- jalan saja sama kamu,,, kalau aku ngomong terus terang apa kamu mau nemenin aku jalan- jalan?" bantah Dinda..


"Baiklah,,, baiklah !" jawab Tirta ..


Tanpa terasa perjalanan mereka sampai di kota Ungaran .. dari kota Ungaran mereka melanjutkan perjalanan ke arah selatan .


ketika sampai pertigaan Bawen, Tirta mengarahkan motornya mengambil arah kanan, jalur ke kota Magelang dan kota Yogyakarta, sedangkan jika kekiri kearah kota Salatiga, Boyolali dan Solo.


Dari pertigaan ini kurang lebih dua atau tiga kilometer terdapat wisata Eling Bening yang terletak di sebuah bukit kecil di sebelah kiri jalan raya ke arah kota Ambarawa.


Dan jika mengambil jalan lingkar Ambarawa maka tidak akan menemukan objek wisata ini.


Setelah membayar tiket masuk sebesar lima belas ribu untuk satu orang, Dinda dengan gembira dan berlari layaknya anak kecil menarik tangan Tirta jaya kusuma ..


"Lapar banget ,, makan dulu ya Ta." kata Dinda.


Langsung aja Dinda mengajak Tirta masuk kedalam resto di Eling Bening ini.


Bentuk Resto yang terbuka membuat pemandangan yang Luar biasa indah ke arah Rawapening dan juga gunung gunung di kejauhan.


Eling Bening ini berada pada ketinggian 700 Mdpl.


Dengan pemandangan tiga puncak gunung yaitu gunung Telomoyo, gunung Merbabu dan Andong!


Juga terbentang rawa Pening seperti hamparan permadani raksasa membentang di bawah sana.


Sudah beberapa kali Tirta Jaya Kusuma datang ketempat ini akan tetapi biasanya tidak makan dan menikmati di resto ini, karena memang akan bengkak budgednya...


Pak Joyo dan Ibu Tirta selalu menanamkan untuk sederhana karena memang mereka adalah keluarga sederhana dan pas pasan ..


Sudah bisa jalan- jalan saja sudah bersyukur jadi untuk ke resto seperti di Eling bening ini sangat di hindari..


Tapi kali ini, Tirta ada beberapa ATM yang berisi uang cukup untuk dia melalukan apapun, apalagi sekarang dia bersama Dinda yang notabene anak pengusaha kaya di semarang ini.


Usai dari Resto, Dinda mengajak Tirta menuju tempat- tempat Instagramable yang banyak di Eling Bening!

__ADS_1


"Ayo kesana Ta,,,!" seru Dinda seraya menarik Tirta Jaya Kusuma .


Hari itu bukanlah weekend sehingga pengunjung tidak terlalu padat..


Di sebuah replika atau bangunan yang berbentuk kapal Dinda mengajak selvi Tirta jaya Kusuma


dan kadang Dinda berselvi sendirian karena Tirta jaya Kusuma memang tidak terlalu suka selvi ataupun bernarsis ria .


Ketika matahari mulai condong ke barat mereka kemudian duduk-duduk di bangku taman yang memang banyak terdapat di sana sambil memandangi ke arah Rawapening.


Mereka duduk bersebelahan di sebuah bangku panjang dengan tanaman bunga di sekitar nya.


Tampak sekali kebahagiaan terpancar dari wajah Dinda..


"terimakasih kamu sudah menemaniku sehari ini Ta ... Semoga ini bukanlah terakhir kali kita bersama ," bisik Dinda sambil pandangannya jauh menerawang ke arah Rawapening di bawah sana.


Mendengar kata-kata dari Dinda, Tirta hanya terdiam...


Sore itu mereka nikmati senja diatas Eling bening yang berhawa sejuk..


Lampu- lampu di kejauhan mulai terlihat menyala, membuat pemandangan semakin indah.


Tanpa terasa Dinda sudah menyandarkan kepala nya ke bahu Tirta Jaya Kusuma.


Tangannya menggenggam erat jari jemari sang pemuda.


Suasana sore menjelang gelap yang tidak indah dan tenang membuat suasana hati menjadi melow!


Tanpa terasa titik titik air mata mulai membasahi pipi halus dari Dinda dan mengalir membasahi pundak dari Tirta Jaya Kusuma.


Tirta segera menyadari suasana hati dari Dinda yang sedang mellow...


Dengan lembut tangannya yang berada di belakang tubuh Dinda segera melingkar di bahu Dinda dan mengusap air mata pipi Dinda.


"Aku tidak bisa hidup tanpamu Ta .. hik, hik, hik ...."


Dengan lembut kemudian Tirta berkata ..


"Aku tidak Bisa Din ...


Hatiku sudah ada yang punya...!" bisik Tirta Jaya Kusuma.


"Apakah kebersamaan kita selama ini tidak ada artinya bagimu Ta?" kata Dinda di sela-sela tangisnya .


"Ayo sudah petang , kita sholat magrib dulu, ajak Tirta! seraya berdiri melepaskan pembicaraan yang membuatnya sedih ini pula .


Hari sudah gelap ketika mereka keluar dari Eling Bening ..Suasana jalanan sepi di jalanan keluar dari Eling Bening Ini, ketika mendadak sebuah mobil menghalangi laju motor Tirta Jayakusuma .


Beberapa pemuda segera keluar dari mobil yang menghadang Tirta dan Dinda..


Tanpa berkata-kata lima orang langsung mendekati Tirta dan mengayunkan tongkat yang ada ditangan mereka !


Dengan sigap Tirta mengangkat tangannya..


Dan...


Syuuut... Syuuut...Syuuut..


Dengan ringan Tirta sudah berhasil merebut tongkat-tongkat kayu yang ada di tangan mereka berlima!


Dan dengan beberapa gerakan berikutnya , lima orang berikutnya sudah jatuh tersungkur di pinggir Jalan!


"Aduh,. duh, duh!" Rintih mereka kesakitan !


Tampaknya Tirta telah turun tangan lumayan berat pada mereka berlima!


"Siapa kalian !" bentak Tirta.

__ADS_1


"Kita tidak saling kenal, kenapa tiba-tiba kalian menyerang tanpa bertanya dulu!" lanjut Tirta..


"Maaf ,,, maaf Mas,, kami salah orang! kami pikir mas orang sini saja! saya pikir mas orang yang telah mukuli adikku ," jawab salah seorang dari lima orang ini yang tampaknya adalah pemimpin dari orang -orang ini..


"Huh, lain kali pastikan dulu orang yang jadi sasaranmu! kalau salah sasaran kayak gini apa kalian mau tanggung jawab!?" seru Tirta keras dan galak..


Tampaknya alasan dari pemuda yang jadi pimpinan diantara orang orang ini cukup masuk akal bagi Tirta.


Dinda yang menyaksikan ini semua menjadi ketakutan ..


Traumanya akan kejadian dahulu, dimana dirinya diculik oleh segerombolan pria kasar dan hampir saja merenggut kehormatannya sebagai seorang gadis mulai membayang lagi di matanya!


"Jangan ..Jangaaaan! jangan sakiti aku..!" seru Dinda yang duduk berjongkok dengan kedua tangan nya menutup kedua telinganya.


"Hu, hu , huuuu.. jangan sakiti aku...! Seru Dinda, trauma akan kejadian itu kembali muncul kembali.


Setelah dengan susah payah Tirta melakukan terapi demi kesembuhan Dinda , kali ini Trauma dari Dinda kembali muncul!


"Tirtaaaa,,, Tirtaaaa ,,,, tolong akuuu.... huuu, huuu.,,huu,, Tangis Dinda terdengar sangat memilukan ...


Ekspresinya sungguh sangat ketakutan ..


Tirta segera mendekati Dinda dan memeluknya erat erat..


"Tenanglah Din, aku ada disini! bisik Tirta lembut..


"Tirtaaa,,,, huuu, huuu... aku takuut Taaa... !"


"Heh kalian ,,,! cepat pergi!! pergi dari sini !" seru Tirta jaya Kusuma yang tampak sangar marah!


Apalagi melihat keadaan Dinda kali ini!


Dengan marahnya tanpa terasa Tirta Jaya Kusuma telah melancarkan pukulan dengan ajian Bayu Bajra ke arah minibus yang di gunakan untuk menghadangnya!


Dan....


"Bruaaakk! "


Terdengar ledakan keras seperti tabrakan dua mobil secara adu banteng yang mengeluarkan suara benturan yang sangat keras!


Mobil minibus tersebut kontan terpental dan bergeser beberapa meter dari tempatnya semula!


Kabin remuk dan melesak kedalam ! Kaca depan pecah dan mesin mobil yang terletak di depan mobil tampak hancur berantakan !


Kelima pemuda itu tampak ketakutan melihat kemampuan sebenarnya dari Tirta Jaya Kusuma ini..


"Gila, kekuatan pemuda ini tidak lumrah manusia! " seru sang pemimpin diantar orang-orang ini.


"Lari...lari...lariiii !" serunya pada kawan-kawannya..


Dengan susah payah karena luka- lukanya, akhirnya mereka berhasil menjauh dari tempat itu.


Tirta tampak sibuk menangkan Dinda...


Tenaga batinnya segera di salurkan pada Dinda untuk menenangkan sang Gadis.


Beberapa saat kemudian Dinda sudah mulai tenang akan tetapi tampak ketakutan masih menghiasi wajahnya!


Dengan susah payah Tirta akhirnya berhasil membujuk Dinda untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kota Semarang.





Eling Bening

__ADS_1


__ADS_2