
"Kunjungan kami bukan bermaksud mengganggu ataupun ikut acara kalian Aldi! Kami ingin mencari kebenaran tentang kejadian di acara kami!" kata Guntur.
"Tadi malam ada yang menyabotase kegiatan kami!" terang Guntur
"Tambang yang kami gunakan untuk pegangan di pinggir tebing ada yang sengaja memotongnya!"lanjut Guntur.
"Kejadian itu hampir saja membawa akibat fatal bagi anggota kami, bahkan bisa saja terjadi korban jiwa pada anggota kami".
"Dan kalian kesini menuduh kami pelakunya gitu Gun? kuberitahu kamu Gun, memang akulah yang mengatur semuanya, aku dalang nya Gun!" Tanpa basa basi Aldi mengakui semuanya.
Pengakuan Aldi membuat Guntur sangat terkejut. Tak disangkanya Aldi akan mengakuinya dengan terang- terangan. Berarti dengan terang -terangan pula Aldi mengajaknya berkonflik.
Tujuannya kesini semula adalah menyelidiki dan mencari kebenaran, tidak tahunya Aldi mengakui bahwa dia lah dalang dari sabotase WanaHardi tadi malam. Guntur menjadi bingung apa yang selanjutnya akan dilakukannya.Dia tidak menyangka Aldi akan langsung mengakuinya.
"Kalo kamu mau melaporkan ke polisi atau pihak kampus silahkan ! tapi aku ingatkan ,kalo kamu melakukan itu, kamu akan hancur sendiri . kau tau aku tidak mungkin dikeluarkan dari kampus dan kau juga tau aku tidak akan mungkin bisa di jangkau hukum! Aku bisa membeli segalanya!" .
Guntur tau apa yang di sampaikan oleh Aldi adalah kebenaran. Orang tua Aldi cukup berpengaruh dan berkuasa di kota ini. Mereka bisa mempengaruhi pihak berwajib dan kampus dengan kekuasaan dan harta yang dimiliki keluarganya.
"Kau gila Aldi !, kau korbankan orang orang yang tidak bersalah demi ambisimu, demi keinginanmu! aku bukan mainan mu ! aku bukan wanita murahan yang bisa kau beli ! " Faiza berkata dengan keras.
"Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mu Faiza!" jawab Aldi.
"Jika kamu bersedia bersamaku akan aku hentikan kegilaan ini Faiza, aku mencintaimu, ingin kamu jadi milikku!" jawab Aldi tegas.
Aldi terbiasa mendapatkan semua yang di inginkan nya. walaupun dalam masalah percintaan pun dia Tidak mau menunduk pada wanita yang di sukai. sudah berpuluh puluh gadis cantik yang menjadi korbannya, baik dengan cara cara baik ataupun cara cara kotor untuk mendapatkan gadis yang di incar nya. Dan sekarang dia bertemu batunya. Faiza bukan gadis biasa yang suka harta dan barang barang mewah. Dia seorang gadis anak orang kaya yang juga cukup terpandang di kota ini, sehingga Aldi cukup berhati hati dalam mendapatkan nya.
Walaupun Aldi menyukainya tapi Aldi tidak mau merendahkan dirinya di depan wanita, seringkali para gadis lah yang berebut mendapatkan perhatiannya .
"Aku akan mendapatkamu Faiza dengan cara apapun! Kamu akan aku dapatkan !" seru Aldi.
"Sekarang kalian sudah tau, akulah yang menjadi dalang kecelakaan yang terjadi di WanaHardi, jika kalian tidak terima silahkan mengadu pada orang tua kalian.. Ha ha ha..". Aldi tertawa mengejek Guntur dan kawan kawannya.
__ADS_1
"Heh Kau Tirta , sebaiknya pertarungan kita ajukan sekarang !, ditempat ini,!
Ada banyak saksi !. jika kau kalah Faiza jadi milikku dan jika aku kalah dan itu tidaklah mungkin, ..
"Aku bukan bahan taruhan Aldi,teriak Faiza marah.
"Aku tidak perduli kau menang atau kalah!" lanjut Faiza.
"aku bukanlah barang yang bisa kau rebut ataupun kau beli!"
" Benar Aldi! Faiza bukan barang taruhan, aku tidak akan bertarung untuk memperebutkan Faiza" jawab Tirta.
"Aku menantangmu Tirta , aku akan menghancurkanmu!"
Aldi mulai marah,
Tirta juga mulai terbakar oleh kata kata Aldi, sebagai pemuda yang masih berdarah panas, darah mudanya menggelegak membakar amarahnya. Apalagi dengan kesadaran bahwa dia sudah digembleng dengan sangat keras oleh Mbah Hardjo dan kang Damar, dia ingin mengetahui sejauh mana kemajuan olah kanuragan nya.
"Baiklah Aldi aku terima tantanganmu sekarang, tapi aku tidak mau Faiza menjadi barang taruhan, cukup diketahui para saksi disini saja siapa yang menang dan kalah, dan kedepannya tidak akan saling mengganggu".
Tirta segera beranjak menuju arena.
"Hati hati Ta, bisik Iza yang kawatir kalo Tirta terluka atau kenapa napa. Tirta tersenyum simpul dan mengangguk, Hatinya tersentuh akan perhatian Iza padanya.
Tirta berjalan pelan menuju tempat dimana Aldi sudah menunggunya dengan angkuhnya.
Setelah sampai di hadapan Aldi, Tirta menatap tajam kearah Aldi, dipandanginya pemuda di depannya dengan seksama.
Sungguh pemuda yang tampan dan menarik hati! bukannya dia gay atau pun homo, tapi Memang pria seperti Aldi adalah idaman bagi tiap wanita, dengan tubuh tinggi tegap dan macho, wajah tampan dan terkesan keras dan sombong benar benar mempunyai aura yang kuat sebagai seorang lelaki jantan!
Aldi yang mendapatkan tatapan sedemikian rupa, juga balas memandang Tirta dengan pandangan berapi api, dia merasa inilah pria yang menyebabkan Iza berpaling darinya, pemuda di hadapannya ini!. Dengan tubuh kerempeng, seakan akan bisa jatuh kapan saja jika tertiup angin.
__ADS_1
Ketika di tatapnya wajah pemuda di hadapannya dengan seksama, didapatinya wajah yang lembut, tenang akan tetapi mempunyai perbawa kuat, dengan alis tebal melengkung kebawah , pandangan mata yang lembut namun tajam, juga rahang yang terlihat kokoh walupun tidak terlalu lebar.
Keduanya berdiri berhadap hadapan layaknya dua petarung yang akan segera menentukan mati hidupnya di arena.
"Bersiaplah Ta, aku akan menyerangmu!" Seru Aldi. Tubuh Aldi yang segera melayang mengarahkan pukulan cepat luar biasa dan penuh tenaga. Aldi tidak lagi membatasi kekuatannya dalam menyerang kali ini. tidak seperti tadi ketika menghadapi anak buahnya.
Pukulan Aldi membawa hawa membunuh yang dingin, dan benar benar cepat dan kuat.
Tirta yang sudah melihat kemampuan Aldi sebelumnya, sudah dapat mengukur kemampuan Aldi. Jika dia tidak berguru dan dilatih Mbah Hardjoikoro dan kang Damar, pasti dia sudah akan jatuh tersungkur dalam serangan pertama ini!.
Tapi keadaan Tirta sudah berbeda bak bumi dan langit sekarang ini.
Ilmu yang diturunkan dan di wariskan padanya adalah benar benar ilmu warisan leluhur yang sulit di cari bandingannya di masa ini. Ilmu yang benar benar bersumber dari gegedug tanah Jawa yang benar benar tangguh tanggon di masa lalu yang jarang bisa di cari bandingannya!.
Pukulan Aldi adalah pukulan kas karate yang lurus mengarah ke kepala lawan, dengan diiringi lompatan panjang dari Aldi, sehingga menambah kecepatan dan kekuatannya. Aldi sudah yakin pukulannya akan langsung bisa menjatuhkan Lawannya.
Tirta memandang pukulan Aldi dengan tenang, dia tidak ingin membentur kekuatan Aldi secara langsung. Pukulan Aldi yang di lakukan sambil melompat mamang luar biasa cepat dan kuat, para penontonpun sudah yakin jika pukulan Aldi akan mengenai sasarannya.
Iza yang berada di sebelah arena dalam jarak yang dekat melihat betapa Tirta terancam bahaya segera berteriak kawatir.
"Awas Taaa !" teriaknya. dia benar benar khawatir akan keselamatan pemuda pujaannya tersebut.
Iza memejamkan mata, tak sanggup melihat Tirta terkena pukulan Aldi.
Di arena,
pukulan Aldi yang tinggal beberapa centi saja dari wajah tirta ternyata dapat dielakkan dengan mudah oleh Tirta, Tirta mengelak dengan memiringkan kepala kekiri,
Aldi yang menyadari pukulannya bisa di elakkan menjadi terkejut bukan buatan, jarang ada lawannya yang bisa mengelakkan pukulan andalannya tersebut, apalagi dia sudah mengerahkan kekuatan dan kecepatan penuh.
Aldi memang berpengalaman dalam bertarung juga dia sudah mendalami karate sejak Sekolah Dasar.
__ADS_1
Ketika pukulannya meleset, beban tubuhnya membuat dia terdorong ke depan.
Karena Tirta tidak mengelak dengan cara menggeser tubuh, tapi hanya memiringkan kepala, maka Aldi segera mengarahkan lututnya mengarah ke perut Tirta. perubahan serangan lanjutan dari Aldi di lakukan dengan cepat.