
Pelan tapi pasti kekuatan mereka semakin meningkat ..
Aji Tameng Waja dan aji Lembu Sekilan sudah melindungi tubuh dari Tirta Jaya Kusuma..
Dengan aji Bayu Bajra sebagai landasan bergerak serta aji Tapak Geni sebagai ujung tombak nya.
Sedangkan Windu juga sudah mengeluarkan aji Reco Pitu dan Aji Tapak Iblis..
Dalam gelapnya malam, aji Tapak Iblis menjadi sangat berbahaya karena tidak dapat terlihat dengan jelas apalagi sejak tadi cuaca mendung gelap dan turun hujan rintik di sekitar bumi perkemahan Cibubur ini.
Untunglah suasana malam gelap seperti ini sudah terbiasa bagi Tirta Jaya Kusuma yang sudah terbiasa berlatih di gelapnya malam di puncak gunung Ungaran .
Kini tubuh Tirta Jaya Kusuma diselimuti cahaya kemerahan dan kebiruan sekaligus..
Tujuh bayangan dari Windu tampak mengurung Tirta Jaya Kusuma di tengah tengah lingkaran .
Bayangan- bayangan ini bergerak dengan cepat nya sehingga membuat pandangan kabur.
Selain aji Reco Pitu ini, Windu Widagdo juga sudah mengerahkan aji Tapak Iblis sampai ke tingkatan delapan.
Benturan-benturan dari dua kekuatan raksasa semakin lama semakin sering terjadi dengan suara benturan yang menggelegar keras..
"Blarrr...!!!"...
"Blaarr...!!!"...
"Blaaarr...!!!....
Beberapa kali terdengar suara menggelegar ketika dua kekuatan raksasa bertemu.
Rerumputan di sekitar arena pertarungan menjadi kering dan seperti terbakar...
Efek aji Tapak Iblis dan aji Tapak Geni menyebabkan rumput menjadi kering dan membuat tanah di lokasi pertarungan menjadi bersih dari rerumputan ..
Arena telah membentuk lingkaran yang cukup lebar kurang lebih berdiameter dua puluh meteran.
Seperti ketika menghadapi sang tetua Sangga Buana kemarin , kali ini Tirta Jaya Kusuma juga memasang badannya untuk kena hantaman aji tapak Iblis kepunyaan Windu..
Sekali dua kali ternyata Tirta Kusuma masih belum bisa menemukan wujud asli dari Windu Widagdo sang penerus takhta Cakar Iblis!
Demikian pula Windu Widagdo yang semakin penasaran dengan sang lawan..
Selalu dan selalu pukulannya tidak bisa menyentuh tubuh kurus di depannya ini yang bergerak laksana kilat.
Walaupun ada beberapa kali pukulan yang mengenai tubuh Tirta Jaya Kusuma tetapi sepertinya sang pemuda hanya terpental tanpa merasa kesakitan atau pun terluka.
Beberapa kali pula aji Tapak Geni hinggap di tubuh Windu Widagdo, akan tetapi ternyata itu hanyalah bayangan semu semata.
Tanpa terasa sudah tengah malam, mereka sudah bertarung hampir dua jam .
__ADS_1
Dan pertarungan masih saja berlangsung seimbang ..
Tirta sendiri sebenarnya masih belum mengeluarkan semu kekuatannya ,,
Aji Surya Dahono yang di kerahkan baru setengah kekuatannya , begitu pula dengan aji tapak Geni.
Mendapati kenyataan bahwa Tirta Jaykusuma benar-benar tangguh dengan pertahanan dan daya tubuh yang luar biasa kuatnya membuat Windu Widagdo segera mengerahkan aji tapak Iblisnya sampai puncak yang dikuasainya. yakni tapak iblis tingkat ke delapan.
Dengan tingkat kedelapan ini, Sebenarnya Windu sudah hampir menyamai tingkat dari eyangnya yang juga gurunya!
Yang membedakan adalah sang guru sudah menguasai aji Tapak Iblis selama puluhan tahun! Sedangkan Windu Widagdo baru menguasai aji Tapak Iblis tingkat kedelapan baru beberapa bulan yang lalu sehingga belum begitu mapan!
Dari ubun-ubun Windu Widagdo tampak keluar asap tipis berwarna hitam pekat pertanda bahwa kekuatan nya sudah dikerahkan sampai puncaknya.
Pertarungan menjadi semakin seru! pukulan di balas pukulan, tendangan dibalas tendangan dan Tirta Jaya Kusuma masih belum mampu memecahkan tujuh bayangan yang di hadapinya!
Akan tetapi diapun tidak terdesak ataupun kesulitan walaupun harus menghadapi tujuh bayangan sekaligus..
Aji Lembu sekilan maupun aji Tameng Waja telah melindungi tubuhnya secara sempurna!
Dan ketika hujan rintik telah mereda berganti dengan cuaca cerah dan bulan bersinar dengan sempurna membuat arena pertarungan menjadi lumayan terang oleh cahaya bulan!
Pertarungan di antara keduanya terlihat jelas oleh segenap orang yang hadir..
Pendukung dari Kedua belah pihak semakin berdebar-debar menunggu akhir dari pertarungan antara dua pemuda yang sudah mencapai tataran oleh kanuragan sangat tinggi ini.
Suatu saat tujuh bayang-bayang semu dari Windu Widagdo secara bersamaan melompat tinggi di Udara, sedang kan Tirta Jaya Kusuma juga nampak bersiap memapak ketujuh bayang-bayang dari Windu Widagdo...
Ini berarti yang asli dari tubuh Windu Widagdo lah yang mengeluarkan bayangannya di tanah!
Mengetahui hal ini, Tirta Jaya kusuma sangat gembira dalam hati..
Ketika serangan ketujuh tubuh Windu Widagdo datang secara bersamaan, seakan-akan Tirta jaya Kusuma belum mengetahui mana tubuh asli Windu Widagdo!
Dia telah mempersiapkan aji Suryo Dahono di tangan kanannya dan aji Tapak Geni di tangan kirinya.
Sebenarnya penguasaan antara aji tapak Geni dan aji Suryo Dahono dari Tirta jaya Kusuma masih kuat dan sempurna aji Suryo Dahono!
ketika ketujuh serangan dari
ketujuh tubuh dari Windu Widagdo sampai, Tirta jaya Kusuma segera memfokuskan kedua tangan nya yang sudah penuh tenaga dari aji Tapak Geni dan aji Suryo Dahono memakai serangan salah satu tubuh Windu Widagdo yang terlihat mempunyai bayangan Karena terkena cahaya bulan!
Windu Widagdo tampak sangat terkejut melihat Tirta memapak bayang-bayang semu nya..
"Sial... pemuda ini bisa memecahkan aji Reco Pituku!" batin Windu Widagdo..
Terpaksa dia harus menerima aji Suryo Dahono dari sang pemuda!
Tapi dia lupa, bahwa di tangan kiri Tirta Jaya Kusuma ada ajian Tapak Geni yang juga sangat hebat!
__ADS_1
Dan......
"Blaaaarrrr! ....
Benturan menggelegar terdengar di seantero penjuru Bumi Perkemahan Cibubur..
Untunglah tempat pertarungan jauh dari pintu masuk perkemahan Cibubur sehingga tidak menarik perhatian penjaga tempat ini..
Tubuh Windu Widagdo terlontar cukup tinggi dan terjatuh puluhan meter dari titik terjadinya benturan.
Tubuhnya seketika terbanting dan jatuh telentang !
Sementara Tirta Jaya Kusuma tergetar hebat dan mundur lima langkah dan jatuh terduduk.
Tirta segera berkonsentrasi memulihkan pernafasannya yang memburu tidak teratur!
Mendapat kenyataan seperti ini, Katrina dan dua tetua serta Julius segera memburu dan melihat keadaan Windu Widagdo!
Windu dengan susah payah dari duduknya.
Wajahnya pucat dengan dan ...
"Hoek!!!"...
Darah segar tampak tumpah dari mulutnya.
"Paman Tetua,,,
lanjutkan rencana semula.. !" bisik Windu Widagdo .
"Bocah ini benar-benar bukan manusia!" kata Windu Widagdo terbata-bata..
"Iya, Windu..!" kata sang tetua..
Tiba- tiba saja terdengar suitan nyaring diikuti keluarnya berpuluh-puluh bayangan manusia dari hutan yang tidak jauh dari lokasi pertarungan itu.
Mereka segera mengurung Tirta Jaya Kusuma yang sedang duduk bersila mengatur energi dalam tubuhnya supaya kembali pada keadaan semula.
Adnan, Bayu, serta Tan siang wi dan Tan Siang Ki segera bergerak melindungi Tirta jaya Kusuma!
Tiba- tiba saja di antara orang orang yang mengepung tampak melemparkan sesuatu ke arah Tirta jaya Kusuma, Bayu Adnan, serta Sepasang pedang iblis.
Ternyata yang di lemparkan oleh mereka adalah Jala.. ya jala untuk menangkap ikan kali ini di gunakan untuk menangkap orang.
Empat buah jala terlihat di lemparkan dari empat arah yang berbeda.
Akan tetapi kali ini, perhitungan dari Windu dan kawan-kawannya tampaknya kurang memerhatikan keberadaan siang mo kian atau sepasang Pedang Iblis!
Siang Mo kiam ini adalah pendekar pedang yang sudah sukar di cari lawannya!
__ADS_1
Mereka sudah mampu menyatukan pedang dengan tubuh mereka dan mampu mengeluarkan Kiam khi atau hawa pedang.