
Tengah malam , Adnan dan kawan kawannya telah kembali ke rumah pak Michael dengan membawa kabar baik..
Malam itu telah dipastikan seluruh markas cabang maupun pusat Cakar iblis di Jakarta dan sekitarnya telah berhasil di tumpas habis oleh anak anak muda yang di pimpin oleh Tirta Jaya Kusuma.
***
Keesokan harinya mereka sudah berkumpul di pendopo rumah pak Michael dan mengobrol kesana kemari sambil menikmati sarapan yang sudah tersedia di pendopo tersebut.
Dalam sebuah pembicaraan tampak Mawar sangat tertarik ketika Bayu menceritakan tentang lawan dari Tirta Jayakusuma!
"Tirta telah mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Ketua Cakar Iblis yang bernama Manggolo Yudho dan Dua orang saudara seperguruannya dari Hutan Alas Purwo di ujung Timur Pulau Jawa ini!" Bayu memulai dengan cerita nya!
Biasa, cerita Bayu selalu menarik bagi pendengarnya karena cara penyampaian Bayu yang bersemangat dan menggebu-gebu dan tak lupa di tambah sedikit garam di sana sini supaya lebih terasa nikmat dan tidak hambar!
"Mereka adalah orang-orang tua yang sungguh mumpuni dalam ilmu kanuragannya! " kata Bayu pada kawan kawannya yang tampak mendengarkan cerita Bayu dengan antusias.
"Setahuku selama aku bersamanya, Tirta belum pernah mengeluarkan segenap kekuatannya seperti malam tadi!" lanjut Bayu dengan ceritanya .
"Bahkan kakak seperguruan dari bos Besar Cakar Iblis mempunyai ilmu yang mirip dengan mbak ayu Mawar, yang mampu menundukkan orang cukup dengan tatapan matanya!
Dan hampir saja Tirta terbawa oleh pengaruh mata dari kakak seperguruan dari ketua Cakar Iblis!
"Entah apa yang ada dalam otak Tirta,,, ! kata Bayu..
"Padahal ya , orang itu sudah tua,, mending kalau gadis cantik kayak mbak ayu Mawar ini, atau kayak Nadine! pantas kalau Tirta klepek klepek ! Eh ini.....!
Tirta klepek-klepek sama bandot tua!!! payah bener Tirta...!" lanjut Bayu dengan ceritanya.
"Siapa Nama lawan dari mas Tirta yang memiliki kemampuan menaklukkan orang dengan tatapan matanya itu mas Bay?" tanya Mawar penasaran!
"Namanya Ki Lodaya mbak ayu Mawar!" jawab Bayu.
Mawar nampak sangat kaget dengan nama yang di sebutkan oleh Bayu ini...
"Kk,,,Ki,,Ki,,Ki Lodaya ?" ulang mawar yang nampak sangat kaget dengan nama yang di sebut Bayu ini.
"Ada apa mbak ayu Mawar...?" tanya Bayu yang juga sangat terkejut dengan tanggapan Mawar..
Tanpa menjawab pertanyaan dari Bayu, Mawar segera bangkit dari duduknya dan menuju deretan kamar di belakang yang di gunakan untuk merawat orang-orang yang sedang terluka.
Di sebuah kamar yang pintunya sedang terbuka terlihat Tirta jaya Kusuma sedang duduk di sebelah pembaringan dan terlihat Tirta sedang mengerahkan tenaga batinnya mengobati seorang pria yang sedang memejamkan mata dan terbaring di atas pembaringan tersebut!
Mawar segera menerobos masuk , di pandangi nya pria tua yang terbaring lemah di pembaringan tersebut..
Setelah usai menyalurkan tenaganya untuk menembusi aliran darah yang tersumbat Tirta segera mendapati Mawar sudah duduk di sampingnya dan menandatangani Ki Lodaya yang masih terbaring tidak berdaya di atas pembaringan.
"Ayah,, bisik Mawar pelan di telinga orang tua itu.
Tirta Jaya Kusuma tampak tercengang mendengar bisikan Mawar yang menyebut pria tua ini dengan sebutan "Ayah ".
Ki Lodaya tampak membuka kedua kelopak matanya!
__ADS_1
kemudian dia tersenyum mendapati seorang gadis duduk di sampingnya sambil memegang jari tangannya!
"Apakah ini kamu Mawar!?" bisik Ki Lodaya lemah.
"Benar ayah, ini Mawar putrimu!" bisik Mawar..
"Syukurlah engkau sudah kembali untuk anak ayahmu Mawar .." bisik ki Lodaya lagi..
"Maafkan ayahmu ini Nduk!
"Ayah benar benar bukan orang tua yang baik bagimu !" kata Ki Lodaya pelan .
Selama ini ayah kurang memperhatikan mu, ayah sibuk dengan dunia ayah sendiri yang penuh dengan perbuatan cela dan mementingkan nafsu pribadi!" bisik Ki Lodaya yang ternyata adalah orang tua mawar!
Mawar tampak terharu dan matanya yang indah dengan bulu mata lentik berkaca kaca mendengar kata-kata ayahnya Ki Lodaya yang sedang terbaring lemah.
Selanjutnya mereka tampak bercakap-cakap berdua seperti layaknya ayah dan anak gadisnya yang lama tidak berjumpa, walaupun lebih banyak Mawar yang berbicara..
Tirta kemudian menyelinap keluar supaya Tidak menggangu mereka!
Sesampainya di pendopo ternyata di sana sudah datang para pimpinan Regu dan juga sahabat sahabat yang tadinya masih menjaga markas cabang cakar iblis yang sudah di taklukkan.
Hari ini rencananya mereka akan melakukan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya dengan agenda menentukan aset aset besar dari Cakar Iblis yang sudah di kuasai , juga tentang nasib Cakar Iblis yang sudah tertangkap dan menjadi tawanan.
Bang Leo dan Mahardhika tampak sudah hadir di antara mereka!
Kapten Waringin jari, Ki Sadewa, Ki Wigati, Siang Mo Kiam , Bayu, Adnan, kyai Wonokerti, eyang Pandu dan lain lainnya yang tidak sedang bertugas menjaga markas Cakar Iblis!
Selama ini dia cenderung lebih banyak diam Karena wataknya yang memang cenderung pendiam dan tertutup!
Tapi lambat laun dia berani berbicara di forum seperti ini, Karena kawan kawahnya percaya pada dirinya!
Siapa lagi yang mampu mempersatukan anak anak muda ini kalau bukan Tirta jaya Kusuma!
Seperti pembicaraan kita kemarin tentang nasib para tawanan , bahwa kapten Waringin Jati tidak setuju jika para tawanan anggota Cakar Iblis ini kita serahkan pada institusinya kapten Waringin Jati, Juga tidak setuju pula jika diserahkan kepada pihak kepolisian!.
Sampai di sini Tirta kemudian berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan lagi perkataannya ...
"Mungkin ada usulan dari kawan- kawan dalam masalah para tawanan kita ini yang jumlahnya sangat banyak!" kata Tirta Jaya Kusuma!
Kali ini Adnan berdiri dari duduknya kemudian dia mengemukakan pendapatnya...
Aku kira apa yang di sampaikan oleh kapten Waringin jati benar adanya..
Dan aku pikir alangkah baiknya apabila kita arahkan mereka untuk kembali ke jalan yang benar dan bagi mereka yang sudah terlanjur jadi pecandu narkoba kita kirim ke panti rehabilitasi khusus pecandu narkoba! lanjut Adnan..
Atau bagi yang mau tetap bekerja kita pekerjakan di perusahan jasa keamanan yang rencananya akan kita bentuk untuk menampung mantan mantan anggota Cakar Iblis." kata Adnan mengakhiri usulan nya
"Aku kira usulan mas Adnan cukup Bagus!" kali ini pak Michael memberi tanggapannya!
"Akan tetapi aset- aset Cakar Iblis ini sangat berlebihan jika hanya untuk mendirikan perusahaan jasa keamanan ! " lanjut pak Michael.
__ADS_1
"Ada sembilan markas mereka yang sudah kita kuasai! bayangkan Sembilan markas yang besar dengan segala isinya! Belum lagi aset aset mereka yang dalam bentuk uang tunai, batu permata dan juga emas! " kata pak Michael lagi.
Mendengar pemaparan pak Michale, semua tampak tercengang!
Ya memang di setiap cabang Cakar Iblis yang telah di taklukkan di temukan harta yang luar biasa banyak!
"Aku kira bisa gunakan harta benda ini untuk tujuan sosial dan kemanusiaan selain juga untuk mengembangkan usaha dan memberdayakan kalian semua !" kata pak Michael.
Demikianlah akhirnya di sepakati bahwa harta benda sitaan dari Cakar Iblis akan di pergunakan untuk mendirikan beberapa perusahaan yaitu perusahaan jasa keamanan , pusat belanja atau supermarket yang akan didirikan di bekas markas Cakar Iblis yang berada pada lokasi strategis!
Sementara untuk bekas markas yang berada jauh dari keramaian akan di gunakan untuk tempat pelatihan bagi orang orang yang berminat menjadi penjaga keamanan yang nantinya di salurkan bagi perusahaan yang menghendaki.
Tiga markas cakar Iblis akan di ubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan, markas di Bogor akan di gunakan untuk pelatihan, lainnya akan di gunakan untuk berbagai kantor dan usaha!
Demikian setelah di sepakati , beberapa anak anak muda memutuskan untuk tinggal di Jakarta ini seperti Sawung Cemani, Fatih dan juga yang lain lain yang belum punya pekerjaan yang mapan.
Mereka mempunyai berbagai alasan untuk tetap tinggal di Jakarta.
Kedepannya meraka semua akan mendapatkan saham dari usaha ini jika sudah berdiri dan beroperasi sesuai kontribusi mereka masing-masing.
Usai membicarakan ini semua, Tirta, Bayu dan Adnan kemudian berencana kembali ke padepokan gunung Ungaran , karena sudah cukup Lama mereka meninggalkan padepokan .
Juga dengan Ki Sadewa , Ki Wigati, Nastiti, Mahardhika dan lain nya. Mereka juga berencana untuk kembali ke Jawa Timur! kembali kepada keluarga dan lingkungannya.
Nadine tampak sangat keberatan akan rencana kepulangan Tirta dan kawan kawannya.
Dalam suatu kesempatan Nadine segera menyatakan keberatannya ini pada sang pemuda...
"Tinggallah beberapa saat terlebih dulu sini untuk beberapa hari ke depan Ta!" bujuk Nadine.
"Aku dan Papa sudah merencanakan jamuan bagi kalian semua," kata Nadine..
Setelah berbicara dengan Bayu dan Adnan serta yang lainnya , akhirnya Tirta Jaya Kusuma setuju untuk menunda rencana kepulangannya ke Semarang! kembali ke padepokan lereng Gunung Ungaran.
***
Sore itu tampak bang Leo yang sudah mulai sehat kembali tampak duduk di sebuah bangku di taman belakang rumah pak Michael bersama Mawar!.
Dalam kesempatan itu Mawar menyatakan kembalinya niatannya untuk tinggal di Jakarta setelah nanti usai mengantar sang ayah pulang ke desa di pinggiran Alas Purwo..
Bang Leo tampak mengangguk anggukkan kepalanya!
Ya, sejak Mawar berada di padepokan lereng Gunung Ungaran, bang Leo dan Mawar tampak dekat! Mereka tampak merasa cocok antara satu dengan lainnya..
Dan pandangan bang Leo yang selalu mencuri curi pandang pada Mawar juga sudah di ketahui oleh Mawar !
Dan seperti kali ini, ketika Mawar sedang bercerita tentang ayahnya Ki Lodaya, tampak bang Leo seperti mendengarkan cerita dari Mawar, akan tetapi ketika usai mawar berbicara , bang Leo masih saja melongo memandangi bibir merekah Mawar tanpa berkedip dan seperti tersihir saja!
"Bang, bang ,,, bang Leo !" seru Mawar!
Dengan gelagapan bang Leo segera berkata ..
__ADS_1
"Ah,,, maaf Mawar , aku terkena aji Gendam Kantil !" bisik bang Leo ..