
Hari sudah agak malam ketika Tirta keluar dari rumah Iza, dia mengendarai motornya melewati hutan karet yang terbentang sepanjang jalan menuju arah Gunungpati. Jam segini jalanan arah Gunungpati melewati Mijen sudah mulai lengang, hanya ada satu dua kendaraan yang di temui nya.
Sejak keluar dari rumah Faiza perasaannya sudah mulai curiga pada mobil yang berada agak jauh dari dirinya yang berjalan tidak terlalu cepat, mobil tersebut seperti menjaga jarak dengan dirinya. Dia ngebut, mobil di belakangnya juga mempercepat lajunya, dia melambat, mobil itu juga ikutan mengurangi kecepatannya.
Ketika perjalanan sampai di suatu pertigaan.
Kalau lurus bisa kearah Gonoharjo ataupun Boja dan kalau belok ke kiri arah Gunungpati, Tirta segera berbelok kearah Gunungpati, arah Padepokan.
Mobil yang berada di belakangnya juga ikutan berbelok.
Perasaan Tirta semakin curiga kalau mobil di belakangnya sengaja mengikuti dirinya.
Semakin lama jalanan semakin sepi dan berkelok- kelok dan naik turun, tanpa adanya penerangan jalan.
Dan ketika jalanan benar benar sepi juga tanpa ada rumah rumah penduduk di kanan dan kiri jalan, mobil dibelakangnya semakin mendekati dirinya dengan cepat.
Mobil semakin dekat saja, tampaknya di pacu dengan kencang. Jaraknya dengan dirinya hanya tinggal beberapa meter saja.
Tirta semakin meningkatkan kewaspadaannya.
Jikalau benar dugaannya mobil di belakang ini bermaksud tidak baik, dia sudah bisa mengantisipasi sejak dini.
Kali ini mobil sudah tepat di belakang dirinya dapat dilihat dari spion motornya.
Dan tepat dugaannya.
Mobil tersebut dengan sengaja menabraknya. Tirta sudah bersiap!
"Bruak , ,, gubrak duak!!!" suara-suara keras terjadi karena benturan yang sangat keras. Motor Tirta terlempar sepuluh meteran dari lokasi benturan dan jatuh ke sungai kecil di sebelah jalan.
Tirta melompat tinggi dan mendarat dengan enteng beberap meter dari mobil penabrak tersebut.
Mobil segera berhenti dan keluarlah pria-pria kekar dari dalam mobil tersebut.
Ada 7 orang pria yang langsung mendekati Tirta .
Mereka Segera mengurung Tirta. Belum sempat mereka bergerak ternyata ada mobil lagi di belakang mobil pertama yang berhenti, juga berisi pria-pria kekar berjumlah tujuh orang langsung bergabung dengan kelompok pertama.
Sekarang ini Tirta di kelilingi empat belas pria yang tampaknya sangat terlatih. sebagian dari mereka membawa potongan pipa besi sepanjang kurang lebih satu meter.
Seorang yang berambut panjang sebahu yang tampak nya sebagai pimpinan diantara mereka, sedang berhubungan dengan orang lain dengan ponselnya, dia terlihat mengangguk-anggukkan kepala. Setelah dia selesai berbicara dia kemudian menghampiri Tirta .
Dia memandang Tirta dengan seksama.
"Hmm anak muda yang tak tahu tingginya langit. sudah bosan hidup kamu ya." hardiknya.
__ADS_1
"Siapa kalian! dan apa mau kalian he!!!" tanya Tirta dengan santai. Tak ada sedikitpun rasa takut dan gentar di hatinya.
"Tak perlu tahu siapa kami, yang jelas malam ini kamu harus hilang dari bumi ini. Ayo hajar dia," seru orang berambut sebahu tersebut.
Beberpa orang langsung memyerang dengan pipa besi di tangan mereka!
Tirta tidak mengelak dari ayunan pipa -pipa besi yang mengarah dirinya. Ada tiga orang yang menyerang bersamaan dengan ayunan pipa besi.
Ketika pipa-pipa besi sudah terayun, Tirta hanya mengerahkan Aji Lembu Sekilan di sekitar tubuhnya dan akibatnya sungguh luar biasa!
Tiga orang yang menyerangnya segera terlontar oleh tenaga balik mereka sendiri.
Pipa-pipa besi tidak sempat menyentuh tubuh Tirta! Karena sudah mental bersama tubuh mereka!
Pemimpin mereka segera memerintah yang lainnya untuk maju.
"Hajar!!! semua maju!" Seru orang yang berambut gondrong tersebut.
Yang lainnya segera menyerbu Tirta secara bersamaan. Kali ini Tirta berlompatan seperti terbang kesana kemari.
Dia benar-benar marah karena dirasakan nya kelompok orang-orang ini sangat kejam dan keji, bermaksud membunuhnya!. Tirta segera mengerahkan kemampuannya melebihi yang sudah-sudah.
Tubuhnya berlompatan mengelak dan menerjang. Para pengeroyok nya kebingungan karena Tirta bergerak seperti hantu saja.
Hal ini menimbulkan kebingungan pada para pengeroyoknya dan beberapa diantaranya malahan saling baku hantam sendiri, salah sasaran.
Tirta sangatlah leluasa bergerak diantara para pengeroyoknya. Mereka tidak menyangka pemuda yang di keroyoknya ini sangat lincahnya .
pemimpin diantara orang-orang itu mulai gelisah, dia mulai menyadari akan kehebatan pemuda lawannya ini. kecepatan dan kekuatannya sungguh diluar akalnya.
Dia sendiri adalah seorang pimpinan preman dunia hitam yang sehari harinya bergelut dengan kekerasan.
Banyak pejabat dan pengusaha kaya yang menggunakam jasanya dan kelompoknya untuk menyelesaikan lawan-lawannya!
Hampir tidak bisa dipercayai oleh matanya, setelah beberapa saat di keroyok tiba-tiba pipa besi yang digunakan anak buahnya terlempar satu persatu menimbulkan suara berkelontangan nyaring ketika terbentur dengan aspal jalanan , diikuti teriakan kesakitan para pengeroyoknya.
"Aduh-aduh, ampun mas !!" Teriakan merintih dan kesakitan terdengar silih berganti! ada yang jatuh tidak bisa bangun dan meringkuk di pinggiran jalan, ada pula yang terduduk sambil memegangi kaki dan ada pula yang masih berdiri dengan salah satu tangan tergantung lurus tidak bisa bergerak, sikunya bergeser dari tempatnya.
Sekarang hanya tersisa satu orang yang berambut gondrong, panjang sebahu yang merupakan pimpinan mereka denga tatto memenuhi lengan dan wajahnya.
"Sekarang tinggal kamu seorang!" Tirta berkata sambil mendekati pemimpin diantara preman-preman itu.
Dengan gerakan sangat cepat, tangan Tirta sudah bergerak memukul perut orang tersebut. Tanpa bisa berbuat apa-apa saking cepatnya pukulan Tirta.
Pemimpin tersebut langsung jatuh telentang dan meringkuk mendekap perutnya yang kesakitan luar biasa. Rintihan kesakitan segera terdengar dari mulutnya.
__ADS_1
"Baru tahu ya,, kalau di pukul itu sakit?" tanya Tirta kalem tanpa ekspresi.
"Sudah berapa banyak orang-orang yang telah menjadi korban kalian hah!"
Pimpinan Preman tersebut masih saja merasakan kesakitan yang sangat, sehingga tidak mampu segera menjawab pertanyaan-pertanyaan Tirta.
"Siapa yang menyuruh kalian, pasti tidak karena kehendak kalian sendiri kan! tanya Tirta kalem.
Beberapa saat kemudian, ketika kesakitannya agak mereda, si pemimpin preman tersebut menjawab.
"Iya- iya mas, kami hanya suruhan , kami di sewa Bos Aldi, jawab preman tersebut berkata terus terang sambil terbata-bata.
"Baik, sekarang hubungi Aldi, katakan padanya kalo aku sudah berhasil kamu ringkus, suruh dia datang kemari untuk melihat aku yang sudah tidak berdaya..!"
"I,,i,,ya Mas," jawab sang pemimpin preman tersebut.
karena ketakutan, pemimpin preman segera menghubungi Aldi dengan si dengarkan oleh Tirta di sampingnya untuk memastikan kalau Aldi benar-benar di hubungi oleh pemimpin preman ini.
"Bos, ini pemuda yang suruh kami habisi sudah kami tangkap silahkan bos kemari. kata sang pemimpin preman. kemudian dia berkata lagi.
"pastikan dulu saja deh bos, khawatir nya salah orang," kemudian sang pimpinan preman tadi menutup ponselnya
"Sudah Mas, bos Aldi akan sampai kesini, dia tadi bersama kami tapi posisinya agak jauh di belakang kami.
"Baik, kalian berdi di pinggir jalan , tinggu sampai aldi kemari, aku akan bersembunyi dulu di sana," Tirta menunjuk pinggir jalan lain yang ada pohon perdu dan gelap.
Sekira 15 menit berselang, terlihat mobil pajero sport berhenti di dekat dua mobil yang di tumpangi para preman pengeroyok Tirta.
Seorang pemuda tinggi besar dan bertubuh atletis melompat turun dari mobil tersebut dan mendekati para preman yang duduk duduk di pinggir jalan yang gelap.
Mana pemuda itu Jack! bentak nya begitu dilihatnya pemimpin preman di hadapannya.
Pemimpin preman yang dipanggil dengan nama "Jack" tersebut agak takut-takut menjawab;
"Itu Bos ! disana," Jack menunjukkan arah dimana Tirta berada.
Aldi segera mengalihkan pandangan kearah kegelapan yang di tunjukkan Jack.
Aldi merasa hatinya sedikit curiga dengan kejadian ini, dia merasa ada yang tidak beres. Preman-preman suruhannya kenapa semuanya berdiam diri duduk, bahkan ada diantara mereka tiduran telentang.
Kemudian dari arah yang di tunjukkan Jack tadi melangkah keluar bayangan hitam, karena tempatnya memang gelap.
Ketika bayangan itu sudah semakin dekat, alangkah terkejutnya Aldi. Dia mengenali pemuda tersebut. Ternyata Tirta masih sehat tanpa menderita apapun.
Selamat bertemu lagi Aldi, ternyata dendammu padaku tak pernah pudar ya kata Tirta kalem
__ADS_1