Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pak Joyo


__ADS_3

Sementara itu rombongan Adnan menyusuri jalan-jalan atas petunjuk Irman, sehingga mobil yang mereka kendarai memasuki wilayah Bandungan.


Wilayah pariwisata di lereng Gunung Ungaran sebelah selatan.


ketika mobil sampai di area pasar Bandungan, Irman tampak berdiam beberapa saat . hingga Adnan bertanya;


"Kearah mana ini Ir ?" tanya nya.


Tampak Irman masih berdiam , tanpa menjawab pertanyaan Adnan.


"Biarkan Angger Irman berkonsentrasi dan menemukan arah Ngger Adnan." jawab mbah Hardjo menimpali perkataan Adnan.


Beberapa saat kemudian.


"kita ke arah candi Gedong Songo mas," kata Irman.


Adnan segera menginjak pedal gas Toyota Alphard hitam itu menuju ke arah candi Gedong Songo di daerah desa Candi juga masih berada pada wilayah Bandungan.


Candi Gedong Songo ini juga berada di lereng gunung Ungaran sebelah selatan. Berada pada ketinggian 1200 mdpl membuat udaranya terasa sejuk dan nyaman.


Candi Gedong Songo di ketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 Masehi. Dan di bangun pada masa Wangsa Syailendra pada abad ke 9.


Candi gedong songo ini merupakan candi Hindu dan mempunyai kemiripan dengan candi-candi di Dieng dan masih satu gugusan pegunungan dengan Dieng.


Sebutannya Gedong Songo yang artinya gedung sembilan memang candinya berjumlah sembilan, akan tetapi baru tujuh yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, sedangkan dua di antaranya masih dalam proses restorasi.


***


Pada waktu yang bersamaan.


Pertarungan antara Tirta Jayakusuma berlangsung semakin seru ..


Dua bayangan yang bekelebat-kelebat berputaran, kadang terpisah dan kadang bersatu kembali.. Cahaya biru pekat menyelimuti tubuh keduanya..


Aji Suryo Dahono dari Aryo Seto yang sudah mencapai puncak kesempurnaan mendapatkan lawan yang setanding..


Halaman yang luas menjadi arena pertarungan yang leluasa bagi keduanya..


Ketika keduanya sudah berada pada puncak aji Suryo Dahono dan mereka masih sama-sama kuatnya, maka Aryo Seto segera mengerahkan aji andalan nya yang lain.


Aji Sosrogodo ! akan tetapi ajian ini bukan lah ajian seperti pada saat berhadapan dengan Tirta Jayakusuma, sewaktu mereka berperang tanding di dukuh Srengseng di lereng Tengger.


Kali ini kekuatan aji Sosrogodo benar- benar sudah mencapai kesempurnaan seperti halnya aji Suryo Dahono miliknya.


Menghadapi dua ajian kuno warisan leluhur tanah Jawa ini, Tirta segera mengimbanginya dengan aji Tapak Geni ditangan kirinya dan aji Suryo Dahono di tangan kananya.


Tirta dengan Suryo Dahono dan Tapak Geni ! menghadapi Aryo Seto dengan Suryo Dahono dan Sosrogodo.

__ADS_1


Kali ini pertarungan diantara dua pemuda ini semakin bertambah nggegirisi.


Aji Bayu Bajra yang di terapkan keduanya dalam setiap pergerakannya membawa angin berputaran seperti lesus (topan) disertai kilatan- kilatan petir di lingkaran pertarungan.


Tampak nya kali ini Aryo Seto benar- benar mampu mengimbangi sepak terjang Tirta Jayakusuma.


Pertarungan antara dua pemuda pewaris ajian-ajian leluhur ini benar-benar sudah berada di luar nalar manusia..


Benturan-benturan segera terjadi dengan mengeluarkan suara menggelegar seperti guntur ! orang yang tidak tahu pasti mengira bahwa ini adalah suara guntur, apalagi cuaca hujan gerimis pada malam itu.


Ketika pertarungan masih berlangsung dalam keadaan seru serunya..


Terlihat dua mobil Alphard hitam berhenti di luar dan sepuluh orang langsung memasuki pintu gerbang dan memasuki halaman tempat Tirta Jayakusuma dan Aryo Seto bertarung.


Ternyata mereka adalah Daeng dengan kelompoknya !


Sebenarnya mereka di beri tugas oleh Peter untuk menghabisi keluarga Tirta Jayakusuma!


Akan tetapi begitu mereka sampai di lokasi rumah keluarga Tirta Jayakusuma, kelompok yang dipimpin oleh Daeng ini tidak menemukan rumah yang di maksud.


Rumah itu seakan-akan lenyap di telan bumi.. bahkan ketika kelompok ini berusaha mencari, mereka malahan hanya bisa berputar-putar tak karuan di sekitaran komplek itu.


Hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian ini pada Peter.


Peter yang mendapatkan laporan tentang kejadian ini merasa aneh juga, akan tetapi dia tidak bisa berpikir terlalu dalam karena sekarang ini dia dan Aryo Seto sedang menghadapi musuh utamanya yaitu Tirta Jayakusuma!


Peter segera memerintahkan Daeng untuk segera pergi dari situ dan menuju tempat dirinya yang sedang menghadapi serbuan Tirta Jayakusuma dan kawan-kawannya.


"Aku kirim share lok sekarang!" seru Peter lagi.


Share lok segera di kirimkan oleh Peter supaya Daeng dan kelompoknya bisa segera menemukan dirinya dan menambah kekuatannya Aryo Seto dalam menghadapi Tirta Jayakusuma dan kawan-kawannya.


Memang perencanaan Peter ini sudah sangat matang. Tiap kelompok tidak mengetahui tugas dari masing-masing kelompok.


***


Sebelumnya di rumah keluarga Tirta Jayakusuma.


Bapak mempunyai firasat yang tidak baik pada malam itu.


Dan memang sebelumnya ada orang- orang asing yang berada di sekitar rumah.


Dan Bapak merasa bahwa orang- orang asing ini ada mempunyai niat yang kurang baik pada keluarganya.


Bapak Tirta yang bernama pak Joyo memang seorang yang biasa saja dan cenderung orang rumahan !


Tetangganya pun hanya mengenalnya sebagai pria tengah baya yang biasa- biasa saja tanpa kelebihan apapun.

__ADS_1


Juga mengenalnya sebagai pria yang rajin beribadah di musholla di lingkungan perumahan itu, dan juga di kenal sebagai salah satu Imam di musholla komplek perumahan tersebut.


Akan tetapi di balik kesederhanaannya tersebut pak Joyo mempunyai doyo linuwih (kekuatan lebih) dalam hal roso dan batin yang akhirnya menurun pada Irman putra keduanya.


Dan sebenarnya juga baik Irman maupun Tirta tidak mengetahui kelebihan ayahnya ini hingga kemarin sewaktu Irman bermaksud ke padepokan, pak Joyo memberitahukan bahwa dia mengetahui apa yang di lakukan Irman di tempat-tempat yang sepi.


Dan malam itu, pak Joyo sengaja mengerahkan roso dan batin, untuk membuat rumahnya seperti lenyap tak berbekas. Ilmu seperti ini sebenarnya memang banyak di kuasai orang-orang jaman dahulu.


Seperti halnya padepokan mbah Hardjo di lereng gunung Ungaran yang tidak terlihat dari luar oleh orang awam.


Atau ketika makanan-makanan yang disuguhkan pada Tirta Jaya kusuma yang mendadak bisa hilang sewaktu Tirta untuk pertama kali berada di padukuhan Srengseng.


Atau pertunjukan-pertunjukan di pelosok-pelosok Nusantara yang bisa membuat seseorang hilang dan lenyap dari pandangan orang awam.


Demikianpun dengan Pak Joyo ayahnya Tirta Jayakusuma dan Irman. Walaupun tidak sama betul akan tetapi mempunyai kemiripan.


Pak Joyo ini memang tidak suka dengan kekerasan dia kurang berminat dalam olah kanuragan, dia cenderung malas menggerakkan tubuhnya.


Dia merasa bahwa hati nuraninya lebih condong untuk mendalami olah roso dan olah batin.


Demikianlah, akhirnya Daeng dan kelompoknya meninggalkan tugasnya tanpa bisa menemukan rumah keluarga Tirta Jayakusuma.


***


Sementara itu, begitu Daeng memasuki halaman rumah tersebut, disaksikannya Welang yang merupakan orang terkuat di antara mereka sedang bertarung dengan seru melawan seorang pemuda agak kurus dan tinggi.


Daeng sempat tercengang dengan pertempuran yang terjadi di antara dua pemuda ini.


Belum pernah Daeng menyaksikan pertarungan antara dua kekuatan yang berlandaskan ajian-ajian warisan leluhur tanah Jawa ini.


Sempat dia menyaksikan pertarungan antara Welang dan Mahardika beberapa waktu yang lalu , akan tetapi pertarungan kali ini jauh lebih mendebarkan!


Peter yang menyaksikan kedatangan Daeng dan kelompoknya segera memerintahkan untuk meringkus kawan-kawan Tirta dan juga pak Fajrul dan dua anak buahnya yang tersisa.


Daeng segera memerintahkan anak buahnya bergerak.


Pertarungan segera pecah antara Leo dan kang Damar dengan di bantu dua orang anak buah pak Fajrul.


Pak Fajrul yang sedari tadi sudah mempersiapkan pistol nya segera membidik orang-orang berjaket hitam itu yang berada paling dekat dengan dirinya.



Candi Gedong Songo



Candi Gedong Songo

__ADS_1



Umbul Sidomukti.


__ADS_2