Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
perubahan di padukuhan Wuni


__ADS_3

Beberapa saat berlalu hingga akhirnya seorang pemuda berdiri ..


Sebenarnya dia ragu dengan kemampuan nya sendiri ! tapi berhubung dia sangat kesemsem pada wanita ini, akhirnya dia nekat dan memberanikan diri untuk menghadapi Mawar, hanya demi ingin memandang lebih dekat saja dan apabila mungkin bisa menyentuhnya! Itu sudah sangat menyenangkan baginya!


"Jo, Parjo ! kamu sudah gila apa?" seru para pemuda yang berada di pinggir lingkaran.


"Brangah saja gak mampu menandingi wanita itu, apalagi kamu!?" seru pemuda yang lainnya lagi!


Tapi tampaknya Parjo tidak begitu perduli pada komentar kawan kawannya!


"Siap kang Parjo!?" seru Mawar..


Pardjo seperti orang linglung saja,, pandangannya hanya mengarah pada Mawar, dan senyum tampak menghiasi wajahnya !


Dan disela- sela senyumnya yang keliatan bloon itu ada setitik air liur yang menetes dari ujung bibirnya!!!


Hi, hi, hi.....jorok dan konyol !


"Awas kang ! Mawar mau nyerang nih !" seru Mawar memperingatkan pada pemuda di depannya ini!


Tampak Parjo tidak bersiap sama sekali !


Wajahnya tetap seperti semula! senyum juga masih menghiasi wajahnya!


Serangan Mawar segera sampai!


Mawar ,,, sangat kaget,,,, ternyata si Parjo tidak ada reaksi apapun! Hanya diam membeku di tempatnya!


Untunglah pada detik-detik akhir, Mawar sempat mengurangi tenaganya..


Dan...


"Bruagg!" tendangan yang sudah dikurangi tenaganya oleh Mawar tetap saja menghantam Parjo dengan keras!


Tendangan keras menghantam dada Parjo!


Parjo terpelanting dari tempatnya berdiri!


Dia terguling-guling di tanah yang agak becek sehingga tubuhnya kotor oleh lumpur!


Tidak ada suara mengaduh ataupun teriakan kesakitan dari Parjo!


Parjo segera duduk, dengan wajah tersenyum dan pandangan masih tertuju pada Mawar!


Rekan- rekan Parjo tampak terkejut dan kaget, kemudian salah satu di antara nya berseru!


"Paijo gila,,, pasti tuh anak sudah gila! seru pemuda kawan Parjo sambil tertawa..

__ADS_1


"Iya !! tergila-gila sama mbak Mawar!" seru yang lainnya lagi!


Semua penonton tampak tertawa terbahak - bahak melihat kelakuan Parjo ini..


Mawar pun akhirnya tersenyum menyaksikan kelakuan konyol Parjo!


Beberapa rekan Parjo akhirnya menghampiri Parjo yang masih terduduk dan mengangkat beramai-ramai si Parjo ini dan di bawa menyingkir!


Sebenarnya sejak tadi, dada Ki Sadewa sudah melonjak-lonjak ingin memenangkan hati Mawar!


Akan tetapi dia ragu ragu! Jika bisa menang sih gak apa-apa, tapi kalau kalah? pasti akan memalukan dirinya secara pribadi dan memalukan padukuhan ini, karena dia adalah seorang Jagabaya ! Orang yang benar-benar di hargai dan di hormati di padukuhan ini!


Akhirnya tidak ada lagi yang menghadapi mawar...


Sore itu para pemuda yang tergabung dalam pasukan pengawal padukuhan Srengseng segera membubarkan diri dengan membawa perasaan kagum pada Mawar ! Mereka semakin mengagumi Mawar dan hanya bisa memandang Mawar berduri ini tanpa bisa memiliki ataupun menyentuhnya!


Mereka segera bubar dan akan berkumpul lagi selepas Maghrib di pendopo ini .


***


Sementara itu di dukuh Wuni petang itu telah berkumpul Aryo Seto ,Ki Pradigdo, Ki Sardulo juga para gegeduk dukuh Wuni serta para anak-anak muda yang lain di rumah kepala padukuhan wuni ini.


Rumah kepala dukuh ini diambil alih oleh Aryo Seto dengan paksa, dan mengambil alih posisi kepala dukuh Wuni dengan paksa!


Tidak ada yang berani menentang keinginan Aryo Seto yang didukung oleh paman- pamannya , eyang gurunya juga pemuda- pemuda yang sudah di pengaruhinya.


Aryo Seto secara perlahan membuat padukuhan Wuni kearah kehancuran.


Main judi, mabuk mabukan , menggangu anak Istri orang dan mengambil paksa milik orang lain!


Dan parahnya lagi, Narkoba juga di bawanya pula masuk ke padukuhan Wuni ini.


Siapa kuat dialah yang berkuasa ! itulah prinsip Aryo Seto.


Dia juga mengajak orang orang asing masuk padukuhan Wuni. Para Begal, perampok, pengedar narkoba, bandar narkoba, juga penjahat lainnya! Para pegiat kejahatan mulai mendapatkan tempat nyaman di sini!


Wuni sekarang menjadi tempat persembunyian yang paling aman bagi para penjahat yang di buru pihak berwenang!


Padukuhan Wuni berubah menjadi "markas besar" bagi para penjahat, baik penjahat besar maupun penjahat kecil!


Para DPO akan sangat aman dan nyaman jika sudah masuk ke padukuhan Wuni ini.


Para penjahat ini membayar pada Aryo Seto untuk bisa tinggal di padukuhan Wuni ini!


Kehidupan di padukuhan Wuni yang tadinya aman dan tenang, lambat laun berubah menjadi padukuhan yang hingar bingar dengan berbagai kehidupan penuh kemaksiatan!


Para penjahat mulai membawa perubahan bagi kehidupan di padukuhan Wuni.

__ADS_1


Rumah judi ! Rumah bordil! Kedai kedai yang menyediakan minuman keras, dan model model kehidupan malam mulai tumbuh subur di padukuhan Wuni..


Penduduk padukuhan wuni yang tidak bisa mengikuti dan tidak setuju dengan perubahan padukuhan mereka mulai menyingkir ke pinggir padukuhan, ada juga yang pindah ke dukuh dukuh kecil di sekitar Dukuh Wuni.


***


"Tampak nya Tirta Jayakusuma dan kawan-kawannya sudah hadir di padukuhan Srengseng eyang Pradigdo!" Aryo seto mulai membuka pembicaraan.


Aryo Seto tampak menuangkan tuak ke dalam gelas-gelas di hadapan mereka..


"Silakan pakde, paklik, eyang Guru!"


Kemudian Aryo Seto kembali berkata;


"Terakhir Aryo belum berhasil mengalahkan Tirta si bocah sialan itu Eyang guru! tapi setelah kejadian itu Aryo kan sudah mendapatkan bimbingan dari eyang guru lagi!" kembali Aryo Seto meneguk Tuak di depannya!


"Kali Ini Aryo pasti mampu mengalahkan bocah kota itu eyang Pradigdo.!" lanjut Aryo Seto!


"Hmm,, Aku sudah memberikan semua ilmuku padamu cucuku, kali ini kamu pasti bisa mengalahkan bocah kota itu,,!" kata Ki Pradigdo.


"Pasti eyang ! jawab Aryo Seto yakin.


"Bagaimana rencanamu selanjutnya Aryo ? tanya Ki Pradigdo.


"Sebenarnya ada beberapa orang kuat yang masuk ke padukuhan ini eyang,! Mereka sudah aku minta untuk bergabung dengan kita untuk menghadapi padukuhan Srengseng!" kata Aryo Seto!


"Ada juga dalam beberapa hari ke depan beberapa kenalan dari Aryo akan mengadakan perjudian besar besaran di sini eyang,," lanjut Aryo Seto.


"Para pengusaha besar! juga para bandar-bandar narkoba akan berkumpul di padukuhan kita!"


"Kali ini keuntungan kita pasti sangat besar eyang!" lanjut Aryo Seto lagi!


"Berarti kamu harus merekrut banyak orang lagi untuk menjaga padukuhan ini Aryo!"


"Kalau kamu hanya mengandalkan para pemuda sini, aku kira masih sangat kurang!" lanjut Ki Pradigdo.


Ketika mereka sibuk membicarakan segala sesuatunya tentang padukuhan Wuni, tampak seorang pemuda Tinggi besar masuk kedalam dan berkata pada Aryo Seto.


"Aryo, ada beberapa orang datang ingin menemui mu!


katanya mereka datang karena kamu undang !?" kata pemuda tinggi besar itu pada Aryo Seto.


"Baik kang Wulungan ,"kata Aryo Seto pada pemuda tinggi besar itu yang ternyata adalah Wulungan!


Ternyata Wulungan sudah tidak terlihat di padukuhan Srengseng akhir akhir ini karena dia sudah bergabung dengan Aryo Seto!


Wulungan sudah berubah!

__ADS_1


Wulungan yang sakit hati dan kecewa karena gagal mendapatkan hati Nastiti juga gagal dalam pemilihan Jagabaya dari padukuhan Srengseng karena di kalahkan oleh ki Sadewa, akhirnya bergabung dengan Aryo Seto di dukuh Wuni ini..


Orang-orang padukuhan Srengseng tidak ada yang tahu bahwa Wulungan telah bergabung dengan Aryo Seto dan menjadi antek Aryo Seto!


__ADS_2