
Semakin hari kemampuan dari para pemuda yang mendapat didikan di padepokan lereng gunung Ungaran ini semakin meningkat dengan pesat.
Kyai Wonokerti ternyata secara diam-diam telah melatih Irman jaya Kusuma dan juga Tomy dan mengangkatnya menjadi muridnya..
Kemampuan kedua nya pun semakin mapan dan berkembang pesat.
Irman yang sebenarnya lebih suka mendalami olah rasa dan batin, mau tidak mau juga harus mengikuti jejak Tirta jaya Kusuma dalam olah Kanuragan.. Dalam dirinya telah mengalir darah Wasis jaya Kusuma!
Di sela-sela waktu senggangnya dia masih suka menyendiri ke tempat tempat wingit dan angker.
Irman yang ceria dan lincah membuat orang m;orang di sekitarnya sangat menyayangi nya.
karakternya yang terbuka dan suka bercanda membuat siapapun yang mengenalnya langsung menyukainya baik tua maupun muda. Pria maupun wanita.
Sedangkan Tomy yang lebih serius dan tertutup membuat orang orang menjadi segan padanya.
Tomy tumbuh menjadi seorang pemuda gagah perkasa dengan wajah khas blasteran eropa!
Tapi jika berada dekat dengan Irman, wajah nya yang biasanya tegas dan serius berubah menjadi senyum yang tidak bisa di sembunyikannya.
kyai wonokerti sangat bersyukur mendapatkan dua murid yang sangat berbakat ini walaupun keduanya mempunyai sifat yang jauh berbeda!
Malam itu setelah berlatih di puncak gunung Ungaran, Irman meminta izin pada kyai Wonokerti untuk mengunjungi tempat angker yang berada di lereng sebelah selatan gunung ungaran.
Kyai Wonokerti yang sudah mulai mengerti dengan kebiasaan Irman jayakusuma segera mengijinkan sang murid untuk melatih dirinya dalam olah rasa dan batin.
"Iya Ngger Irman,, hati hatilah..!" pesan kyai wonikerti.
__ADS_1
Irman segera melompat cepat turun dari puncak gunung Ungaran kearah selatan!
Kyai Wonokerti memandang kepergian muridnya itu dan bergumam dalam hati.
"Pemuda yang baik,, semoga kelak engkau menjadi pemuda yang tangguh tanggon dan bisa menjadi penerus dalam menjaga bumi Nusantara ini Ngger!"
Kemudian kyai Wonokerti mengajak Tomy untuk turun gunung dan kembali ke padepokan.
***
Sesaat kemudian Irman jaya Kusuma telah berada di sebuah hutan yang lebat di lereng sebelah selatan gunung Ungaran.
Menurut petunjuk dari eyang Wasis jayakusuma, Irman di wajibkan untuk mencari sebuah mata air yang berada di bawah sebuah pohon Randu Alas tua yang sudah berumur ratusan tahun.
Setelah beberapa saat. mencari cari , terlihat beberapa ratus meter jauhnya dari Irman berdiri terlihatlah sebuah pohon raksasa yang sangat besar, lebih besar dari yang biasa dia lihat. Mungkin besarnya sampai sepuluh pelukan orang dewasa.
Setelah mendekat ternyata di bawah pohon ini ada sumber mata air kecil dan membentuk sebuah sendang! dengan dikelilingi bebatuan gunung!
Dalam gelap nya malam seperti ini, Irman harus mengerahkan mata batinya untuk mengetahui keberadaan makhluk makhluk melata yang ber bahaya seperti ular berbisa dan kalajengking!
Juga di rasakan oleh Irman tentang keberadaan makhluk makhluk tak kasat mata yang berdiam di sendang dan juga Randu Alas Ini! Akan tetapi tampaknya keberadaan Irman dengan aura batin yang kuat dari keturunan eyang Wasis jaya Kusuma membuat makhluk-makhluk ini tidak berani menggangu sang pemuda!
Irman dengan sangat berhati hati mendekati bibir Sendang yang berair jernih tersebut.
Dengan pelan dia mengucapkan salam,
Selanjutnya dia mencuci mukanya untuk menghilangkan lelah dan kantuknya..
__ADS_1
Irman segera mendapati bahwa ternyata tempat ini dulunya di gunakan oleh orang-orang jaman dahulu untuk bersuci, karena di sendang ini terdapat beberapa arca.
"mungkin ini dulunya adalah petirtaan " pikir Irman..
Dulu bersama ayahnya dan juga keluarganya dia sempat melihat petirtaan di daerah Dieng , tepatnya di pintu masuk ke Dieng. Namanya Tuk Bima Lukar!
Dan arca-arca di sini tampak hampir mirip dengan yang ada di Dieng!
Setelah berkeliling di sekitar randu alas dan sendang atau petirtaan yang sudah penuh dengan semak belukar , Irman kemudian mencari tempat yang nyaman untuk dia bermeditasi atau bersemedi mengumpulkan energi alam!
Beberapa saat kemudian dia telah tenggelam dalam alam meditasi..
Ketika hati menjelang pagi , Irman segera beranjak dari meditasi dan berlari cepat kembali ke padepokan .
Irman melakukan ini selama tiga hari berturut-turut.
Dan pada malam hari, hari ketiga..
Ketika pikiran nya mulai kosong..dan akan pergi meninggalkan raganya. (Tanpa disadari oleh Irman , ternyata dia telah menguasai ilmu ngrogo Sukmo!).
Tiba-tiba saja dari arah depan tempat nya bermeditasi atau bersemedi,,, terdengar suara auaman keras dan menggetarkan...
"Auhhmm!""" Auhmm"
Irman terlonjak Kaget! Didepannya tiba tiba saja terlihat seekor kucing hitam besar dengan sorot matanya yang menakutkan sedang memandang kepadanya!
__ADS_1
pohon randu alas