
Nadine segera memeluk Tirta jaya Kusuma erat-erat ..!
Nastiti hanya bengong saja menyaksikan semua ini,, wajahnya terasa panas dan memerah...
Perasaan nya campur aduk tak karuan...!
Jantungnya berdegup keras..!
Sebenarnya dia sudah merasakan bahwa pemuda seperti Tirta Jaya Kusuma pasti banyak di gilai oleh banyak gadis.
Apalagi beberapa kali Tirta jaya Kusuma telah beberapa kali berusaha menolak dan menjauhinya.
Walaupun demikian dia tetap tidak bisa berpaling dari Tirta Jaya Kusuma!
Tapi kali ini, ketika di depan matanya ada seorang gadis cantik yang secara terang-terangan memperlakukan Tirta Jaya Kusuma sedemikian mesranya,,, mau tak mau hatinya merasakan sakit juga .
"Apakah karena gadis ini, Mas Tirta berusaha menjauhiku?" batin Nastiti
Di buangnya mukanya kearah lain.. Nastiti memandang ke arah samping , sehingga pandangannya bertumbukan dengan pandangan Mawar!
Tampak mawar tersenyum penuh arti kearah Nastiti, kemudian Mawar berkata dengan lembut..
"Jangan di masukkan dalam hati, Nastiti...!
Kamu harus tabah! harus kuat...perjuangkan hatimu Nastiti...
Sembunyikan perasaanmu!" bisik Mawar pelan.
"Akan tiba saatnya Tirta akan jadi milikmu ,," lanjut Mawar lagi ..
Nastiti tampak malu, perasaannya bisa di tebak oleh Mawar, akan tetapi dia juga membenarkan kata- kata dari Mawar!
"Sudah sudah Nadine," bisik Tirta jaya kusuma jengah dengan perilaku Nadine..
__ADS_1
Nadine kemudian melepaskan rangkulannya dari leher Tirta jaya Kusuma dan menarik si pemuda melangkah menuju pintu rumah yang terbuka lebar, dimana pak Michael tampak berdiri menyambut kedatangan rombongan Tirta jaya Kusuma.
Jangan dilihat dari luar nya yang sederhana, begitu Tirta dan kawan kawannya memasuki rumah ini, maka bak bumi dan langit!
Memang kali ini pak Michael sengaja membuat rumah seperti ini.
Sederhana jika di lihat dari luar! seperti rumah- rumah di sekitarnya.
Akan tetapi begitu kaki melangkah melewati pintu sederhana ini,, suasana berubah 360 derajat saja! bukan derajat Celcius!
Didalam rumah yang terlihat sangat sederhana dari luar , ternyata di dalamnya sangatlah mewah..
Hiasan-hiasan mahal tampak menghiasi tiap sudut ruangan!
Karpet Mahal, Guci besar yang indah yang tentunya juga berharga fantastis! Ukiran ukiran Jepara dari kayu jati tua..dan barang barang mewah dan wah! lainnya.
Tirta dan kawan- kawannya terus saja melewati ruang tamu dan berbelok kesamping.. keluar dari rumah utama.
Disamping rumah utama ternyata berdiri pula beberapa buah bangunan Iainnya..
"Pendopo ini di bangun oleh Papa , karena terinspirasi dari padepokan di lereng gunung Ungaran,," Terang Nadine.
"Pendopo ini juga sering di gunakan oleh para pengawal papa untuk berlatih.." lanjut Nadine.
"Kadang aku juga ikut berlatih bela diri dengan mereka," kata Nadine.
"Wah, ternyata kamu juga mulai tertarik dengan bela diri ya Din,! jawab Tirta sambil tersenyum.
"Iya Ta,, supaya tidak terlalu mengandalkan pada para pengawal ," jawab Nadine..
"Nanti aku di ajari ya Ta, Biar cepetan mahir kayak kamu," jawab Nadine manja..
Hmm, kalau Tirta yang ngajarin bela diri,,, ya malam gak pandai pandai lah kamu Nadine,, celetuk Bayu
__ADS_1
dengan wajah polos tanpa dosa..
"Hi, hi, hi,, memang salah ya Bay, ?" balas Nadine sambil tersenyum nakal.
"Ha, ha, ha ,,,,,, tau sendirilah," jawab Bayu..
Tirta jaya Kusuma hanya tersenyum saja mendengar semua ini...
Setelah menunjukkan pendopo tempat berlatih olah Kanuragan, Nadine kemudian menunjukkan tempat istirahat buat mereka ...
Kamar- kamar untuk para tamu telah di sediakan di dekat pendopo..
Setelah membersihkan diri dan beristirahat sejenak, kemudian mereka di minta oleh orang nya pak Michael berkumpul di pendopo.
Terlihat beberapa orang telah menyiapkan jamuan di pendopo tersebut.
Beberapa saat kemudian ternyata Mahardhika, bang Leo, kang Damar, Ki Wigati Ludiro, Ki Sadewo, sepasang pedang iblis juga tampak berdatangan.
Mereka tampak sedang asyik bercengkrama di pendopo besar itu dengan duduk- duduk di lantai pendopo tanpa menggunakan alas.
Semua tampak menikmati makanan yang sudah disiapkan di pendopo ini..
Tampak nya pak Michael ingin menghidupkan suasana padepokan lereng gunung Ungaran di rumahnya ini...
Bener-bener suasana kali ini seperti suasana di padepokan saja..
Setelah usai jamuan sarapan pagi..
Mereka kemudian membicarakan langkah langkah yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Pak Michael kemudian yang memulai pembicaraan ini.
"Organisasi ini sudah sangat kuat akhir akhir ini," kata pak Michael.
__ADS_1
"Beberapa hari yang lalu mereka kembali mendatangi perusahan kami untuk menawarkan kerjasama perlindungan dan keamanan!" lanjut pak Michael.
"Beberapa bulan yang lalu mereka sudah aku tolak dengan alasan aku sudah punya tim keamanan sendiri dan sekarang tampak nya mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu nya untuk bisa memaksa kami!" lanjut pak Michael.