
Kyai Wonokerti, Irman, Bayu serta Siang mo kiam segera mundur beberapa langkah ke belakang !
Ki Lodaya tampak menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya!
Setelah ungkapan semua kekuatan dalam dirinya usai, kali ini Tirta jaya Kusuma langsung melontarkan kedua aji sekaligus kearah ki lodaya yang tampaknya juga sudah bersiap- siap menghadapi serangan Tirta Jaya Kusuma!
Kedua Tangan segera terayun ke depan ke arah Ki Lodaya...
Dua berkas cahaya meluncur keluar dari kedua tangan Tirta Jaya Kusuma dan mengarah cepat kearah tubuh ki Lodaya..
Demikian pula Ki Lodaya juga mengambil sikap mengayun kedua tangannya sehingga terlihat gulungan angin dahsyat keluar dari kedua tangannya...
Satu cahaya berwarna kemerahan keluar dari tangan kiri dengan di selubungi oleh kilatan petir di sekitar cahaya merah tersebut!
Sedangkan Tangan kanan Tirta Jayakusuma mengeluarkan cahaya kebiruan yang merupakan bentuk dari aji Suryo Dahono!
Cahaya kebiruan ini juga diseluti kilatan petir di sekelilingnya !
Jadilah dua ajian yang di kuasai oleh Tirta Jaya Kusuma telah melebur dengan aji Bayu on Bajra! sehingga kekuatannya berkali kali lipat dari semula.
Kedua kekuatan raksasa segera berbenturan dengan dahsyatnya...
Dan...
"Jglaaaaarrrr!" ledakan hebat terjadi ...
dan..
"Arghhhhhhhh..!"
Batu-batu ikut beterbangan ketika dua kekuatan saling bertemu...
Akan tetapi tampaknya kekuatan ,Tirta jaya Kusuma benar-benar tidak tertahankan oleh kekuatan dari Ki Lodaya.
Kekuatan Tirta jayakusuma menerjang ke arah tubuh Tua Ki Lodaya !
Tubuh tua Ki Lodaya tampak terpental jauh beberapa belas meter dan jatuh berdebam di tanah dekat dengan bangunan Wisma Atlet yang tidak pernah jadi tersebut!
Semua menyaksikan betapa mengerikannya kekuatan Tirta Jayakusuma!
Tampak Ki Lodaya berusaha bangkit dengan bertelekan kedua sikunya, akan tetapi ternyata kedua sikunya itu tak mampu menyangga tubuh tuanya,,!
Ternyata ajian Gajah Birowo yang menjadi andalan nya tak mampu mengimbangi kekuatan Tirta Jaya Kusuma!
Sekarang ini ki Lodaya mulai menyesal telah menerima tawaran dari adik seperguruan nya ini..
Demi Harta dan kenikmatan sesaat , nyawa lah yang menjadi taruhannya.
Sementara itu Tirta Jaya Kusuma yang masih berdiri di tengah arena segera berseru ...
"Ayo majulah kalian berdua sekaligus !" serunya kepada Ki Semut Ireng dan bos Besar Cakar Iblis Manggolo Yudho!
Melihat apa yang terjadi dengan kakak seperguruannya dan melihat kemampuan pemuda yang menjadi lawannya ini tampaknya membuat Big Bos Cakar Iblis ini tergetar! Demikian pula dengan Ki Semut Ireng!
"Adi Semut Ireng, jika kita menghadapi satu lawan satu tidaklah mungkin kita melawannya , akan tetapi jika kita berdua maju secara bersamaan ada kemungkinan kita bisa mengalahkan pemuda ini!" kata sang Big Bos Cakar Iblis Manggolo Yudho!
"Baik kang Manggolo Yudho!" seru Ki Semut Ireng yang segera saja melompat tinggi dan langsung menyerang ke arah Tirta Jayakusuma!
__ADS_1
Sedangkan Manggolo Yudho segera mengambil arah yang berlawanan dari arah serangan dari Ki Semut Ireng!
Pertarungan tingkat tinggi segera terjadi! Bayangan ketiganya bergulung-gulung saling libas!
Medan energi yang di timbulkan dari Aji Bayu Bajra masih mengitari tubuh Tirta Jaya Kusuma, Sehingga gerakan dari Manggolo Yudho dan Semut Ireng tidak bisa bebas seperti biasanya.
Pertarungan diantara orang orang dengan tingkat ilmu sangat tinggi seperti ini jarang jarang Terjadi!
Pertarungan yang terjadi bukanlah dari jarak dekat!
Medan energi dari ketiganya adalah tidak lah mungkinkah untuk saling sentuh secara wadag!
Aji Tapak Geni dan aji Suryo Dahono membuat tubuh Tirta tersaput warna kemerahan dan kebiruan!
Ketika ajian- ajian di tangan ketiga orang ini saling membentur maka suara menggelar memecah keheningan malam!
"Blaaar...!"
"Blaaar...!"
Bumi berguncang dan tanah berhamburan seperti terkena ledakan mortir!
Beberapa kali benturan terjadi antara aji Tapak Geni di tangan Tirta dengan aji Tapak Iblis dari Manggolo Yudho!
Dan beberapa kali pula sang Bos Cakar Iblis ini tergetar beberapa langkah dan darah di dadanya bergolak hampir tumpah...!
Sedangkan Ki Semut Ireng dengan ajian Gajah Birowo tampak juga terlempar dan terbanting keras di tanah tiap kali terjadi benturan dengan kekuatan Tirta Jaya Kusuma.
Menyadari perbedaan kekuatan antara dirinya dengan Tirta Jayakusuma yang terlalu jauh, maka sang Bos besar Cakar Iblis ini telah bersiap-siap dengan rencananya semula, yaitu melarikan diri..!
Dan suatu saat ketika terjadi benturan antara kekuatan Gajah Birowo di tangan ki Semut Ireng dengan aji Tapak Geni dan di waktu yang bersamaan Aji Tapak Iblis di tangan big Bos Cakar Iblis dengan aji Suryo Dahono!
Maka dengan sengaja sang pemimpin Cakar Iblis tersebut melemparkan tubuhnya jauh melayang beberapa puluh meter jauhnya seraya tangannya melemparkan beberapa bom asap yang juga berisikan gas air mata!
Dan...
"Boom,,,, Booom,,,, Booom!
Bom asap segera meledak menutupi pandangan Tirta Jaya Kusuma dan juga Kawan kawannya!
Dan beberapa saat kemudian terdengar suara mobil menderu menjauhi komplek Wisma Atlet di bukit Hambalang tersebut.
Tan siang Wi, sempat melontarkan dirinya tinggi ke udara dan mengarahkan kiam Ki ke arah bayangan sang Bos Cakar Iblis Manggolo Yudho! akan tetapi bayangan itu sudah terlalu jauh sehingga Kiam Ki tak mampu menjangkaunya.
"Sudahlah tak perlu di kejar !" seru kyai Wonokerti ketika asap dari Bom yang di lemparkan oleh sang Bos Cakar Iblis tersebut mulai memudar!
Terlihat beberapa langkah di depan ki Semut Ireng tampak bersimpuh di sebelah ki Lodaya yang tampak masih terbujur di tanah dengan Wajah pucat pasi dan nafas berat.
"Kenapa kamu tidak lari Ki?!" tanya kyai Wonokerti.
Kamu kan bisa lari mengikuti jejak Manggolo Yudho! kata kyai Wonokerti.
Sesaat ki Semut Ireng terdiam , kemudian dia menjawab
"Bukan Sifatku untuk meninggalkan saudara seperguruanku! "
"Kami, sudah kalah jika kalian ingin membunuhku maka akan aku pertahankan harga diriku sampai ajal menjemput."
__ADS_1
Setelah berkata demikian tampak Ki Semut Ireng berusaha berdiri.
Beberapa kali ia berusaha berdiri tegak dan beberapa kali pula ia harus jatuh kembali.
Hingga akhirnya dia mampu berdiri dengan tegak walaupun kakinya bergetar keras menahan berat tubuhnya
"Silahkan, akan aku terima dengan mata terbuka ! " aku tak akan mundur setapak pun !" kata Ki Semut Ireng.
"Kami hargai sikap ksatriamu dan kesetiakawanan mu tapi sayang kamu sudah salah jalan Ki! " kata kyai Wonokerti lembut.
"Untuk itu aku berharap kalian berdua ini bisa merubah jalan hidup yang salah." kata Kyai Wonokerti berusaha membujuk pria tua di depannya ini .
"Sebenarnya nya siapakah kalian berdua ini , mengapa bisa membantu bos Cakar Iblis si Manggolo Yudho itu?!" tanya Kyai Wonokerti.
"Kmi adalah murid-murid dari kyai Bogorame dari hutan Alas Purwo di Banyuwangi!" kata Ki Semut Ireng
"Ki Lodaya ini adalah Kakak seperguruan tertua, kemudian Manggolo Yudho kedua dan aku sendiri Semut Ireng!" terang Ki Semut Ireng.
Mendengar keterangan dari Ki Semut Ireng , kyai Wonokerti tampak mengangguk-anggukkan kepala... tampaknya dia mengetahui sedikit tentang apa yang di sampaikan oleh Ki Semut Ireng ini.
"Ketahuilah ki Semut Ireng, aku mengenal baik kyai Bogorame gurumu itu." kata kyai Wonokerti.
"Guru mu adalah seorang pertapa baik, kenapa kalian para muridnya bisa terjerumus pada perbuatan yang merugikan masyarakat!" kata Kyai Wonokerti.
"Tapi... yaa ... sudahkah itu urusan kalian...!" lanjut kyai Wonokerti.
"Kami tidak akan bertindak lebih jauh pada kalian. Akan tetapi luka dalam pada tubuh kakak seperguruanmu itu sangat parah dan membutuhkan pertolongan secepat nya !" lanjut kyai Wonokerti.
"Jika ki semut Ireng setuju kalian akan kami bawa untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut!"
Demikianlah akhirnya Ki semut Ireng setuju untuk di bawa oleh kyai Wonokerti ke rumah pak Michael untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
***
Sementara itu, Adnan, ki Sadewa, Ki Wigati, kapten Waringin Jati juga eyang Pandu dan sebagian besar kekuatan telah mengepung markas besar Cakar Iblis!
Dan ketika Adnan dan kawan- kawan sudah berhasil masuk, Ternyata markas besar ini sudah dalam keadaan kosong!
Para penghuni sudah pergi meninggalkan markas besar ini!
Rumah mewah dua lantai dengan arsitektur modern ini ditinggalkan begitu saja oleh para anggota Cakar Iblis!
Sore tadi sebelum sang Bos Besar pergi bersama dengan Lodaya serta Ki Semut Ireng, sang Bos Besar sudah memberi perintah Jeni untuk memindahkan semua aset berharga markas ini ke kantor Scratch Goblin, dengan di Bantu oleh Ujang dan juga Julius serta anak buah yang tersisa dari kelompok Cakar Iblis.
Tampaknya sang Big Bos Manggolo Yudho sudah mempunyai firasat akan jatuhnya markas utama dari Cakar Iblis ini.
Seperti yang telah di rencanakan semula, Sratch Goblin akan menggantikan organisasi Cakar Iblis!
Dengan perusahaan keamanan yang resmi, maka semua usahanya dari hasil kejahatan bisa di cuci bersih!.
Mendapati Markas yang sudah kosong ini, Adnan segera menginformasikan akan kejadian ini pada Tirta Jaya Kusuma .
Ya sudah Ad, kamu segera kembali ke Rumah pak Michael! Tinggalkan beberapa orang untuk berjaga jaga di markas Cakar iblis itu ! kata Tirta jaya Kusuma .
Setelah berunding dengan Kapten Waringin Jati dan yang lainnya, maka di putuskan bahwa sang kapten dan anak buahnya serta beberapa orang lain tetap berjaga di markas pusat Cakar Iblis yang sudah kosong ini!
Sementara itu, Tirta Jaya Kusuma sudah sampai kembali ke rumah pak Michael dengan disambut suka cita dan pelukan hangat dari Nadine, Nastiti dan juga Mahardhika dan bang Leo yang kali ini tidak ikut serta dalam penyerangan di markas Induk Cakar Iblis!
__ADS_1