Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
jejak penculik


__ADS_3

Mahardika kali ini agaknya terluka cukup parah ! Eyang pandu kemudian membawanya ke teras rumah pak Michael untuk dirawat.


Sementara anak buahnya segera di kumpulkan menjadi satu, dan diikat kuat dengan tambang.


Sementara yang terluka di rawat sekedarnya supaya tidak membahayakan nyawa mereka.


Ketika semua sedang sibuk mengurus orang-orang yang terluka dan juga para penjahat yang tertangkap. Ponsel Tirta tiba-tiba berdering tanpa ada nama dari si pemanggil.


Tirta segera mengangkat ponselnya.


Terdengar suara berat di seberang.


" Faiza ada di tangan kami!" . Jika kamu ingin mereka selamat, jl kamu harus mengikuti keinginan kami dan petunjuk kami, kata pria ini, sambil tertawa dingin.


Mendengar ini, Tirta tampak sangat terkejut sekali.. Tak disangka kelompok penjahat ini menargetkan Faiza untuk membuatnya takluk.


"Ini kalo kamu tidak percaya, lihat!"


Pria ini tampak mengubah panggilan suara menjadi Video Call.


Segera terlihat Faiza duduk di sebuah kursi dengan rambut awut awutan dengan tangan di ikat kebelakang. Tampak Iza terus saja menangis dan menyebut nama mama papanya juga Tirta..


Tirta yang melihat keadaan Iza yang demikian mengenaskan menjadi sangat sedih. Airmata menitik dari sudut matanya.


Dia semakin bingung apa yang seharusnya di perbuatanya..


Hmm, sudah jelaskan , kata pria itu di telpon..


"Tunggu perintah kami lebih lanjut," Terdengar suara berat dari seberang. Dan segera pria tersebut menutup sambungan teleponnya.


Sementara itu pak Fajrul yang mendapatkan laporan dari pak Dul penjaga rumahnya tentang kejadian yang menimpa anaknya gadis satu satunya, segera menghubungi orang-orang terpercayanya dan juga menghubungi Tirta..


"Aku akan mengerahkan semua orang- orangku mas !" seru pak Fajrul menahan amarah.


Nanti akan aku beritahukan kalau sudah ketahuan lokasi para penculik Iza ! akan aku bunuh semua yang sudah berani menyentuh anakku, geram pak Fajrul. Sebagai ayah pak Fajrul benar benar sangat marah dengan kejadian ini.. Berani-beraninya ada orang berurusan dengan dirinya yang notabene seorang pengusaha sukses di kota Semarang ini dengan kekuasaan dan kekuatan yang sangat besar.


Tapi pak Fajrul memang tidak tahu, bahwa penculiknya kali ini adalah Gembong narkoba besar di seluruh Indonesia dan asia tenggara yang terbiasa melakukan kejahatan sambil tersenyum..

__ADS_1


"Pak ini tadi penculik Iza menghubungi ponsel saya," kata Tirta pada pak Fajrul.


"Ini nomor ponsel nya pak !" kata Tirta lagi.


"Mungkin pak Fajrul punya orang-orang yang ahli di bidang IT yang bisa melacak no ponsel ini !" lanjut Tirta.


"Iya mas kebetulan sekali !" seru pak Fajrul bersemangat .


Tirta segera menyebutkan beberapa nomor dari orang yang tadi menghubunginya.


"Pak Fajrul harus hati hati,, penculik Faiza adalah Gembong Narkoba besar, kata Tirta memperingatkan pak Fajrul.


"Iya Mas !" seru pak Fajrul.


"Mereka berjumlah cukup banyak Pak,". lanjut Tirta.


Demikianlah , pak Fajrul segera menyuruh anak buahnya untuk melacak no ponsel yang di berikan oleh Tirta tersebut.


Beberapa saat kemudian pak Fajrul kembali menghubungi Tirta.


"Mas,.ini alamatnya!" seru pak Fajrul .


Pak Fajrul segera menyebut sebuah alamat perumahan elit di daerah pantai di kota Semarang bawah . Tepatnya perumahan di sekitar pantai Marina.


Semetara itu Adnan, bang Leo, dan lainnya yang mengikuti pembicaraan ini menjadi sangat khawatir dengan perkembangan yang terjadi..


Bang Leo juga sudah menginterogasi orang-orang berjaket hitam ini, tapi tampaknya mereka tidak banyak mengetahui..


Sedangkan Mahardika ketika ditanya eyangnya dengan lemah juga menyatakan bahwa ada empat kelompok yang bergerak sendiri-sendiri, jadi jika satu kelompok gagal hubungan otomatis akan terputus dan tidak membahayakan tugas kelompok yang lain.


Sungguh sebuah perencanaan tugas yang sangat matang dan teliti. tetapi seteliti dan sematang apapun perencanaan kejahatan pasti ada celah kelemahannya.


Seperti tak disangka oleh para penjahat bahwa ponsel yang mereka pergunakan ternyata bisa terdeteksi dengan mudah oleh orang-orang yang ahli di bidang IT.


Tirta segera mengajak bang Leo, Adnan, kang Damar serta mbah Hardjo..! Sedangkan Bayu yang masih dalam keadaan terluka di tinggal di rumah pak Michael.


Sedangkan eyang Pandu masih merawat Mahardika dan menjaga para tawanan di rumah pak Michael.

__ADS_1


Ketika Tirta, bang Leo dan lainnya bermaksud masuk ke mobil Alphard hitam yang di gunakan oleh para penjahat tadi, mendadak Tirta mendapatkan panggilan Video Call dari mama nya Dinda..


"Mas! mas Tirta Dinda hilang Mas !" seru mamanya Dinda tampak sangat khawatir.


"Hilang gimana bu ?" sahut Tirta bingung..


"Sudah dari tadi Dinda belum pulang mas, ini sudah jam dua belas malam anak itu belum pulang ! ,, Mama telponin juga enggak diangkat- angkat seru sang mama.


"Deg,,!!!" jantung Tirta serasa tertimpa pohon pisang,, berdegup keras !!! pikirannya segera terhubung dengan omongan Mahardika yang mengatakan ada empat kelompok dari Mr Budiman yang mempunyai tugas yang berbeda- beda.


"Tolong cari Dinda mass,, hu, hu, uhu..!! .Mama Dinda sudah tidak bisa menahan perasaannya sehingga menangis tersedu sedu.


"Tolong cari Dinda mas,,, !" serunya diantara tangisnya.


"Iya bu, saya akan berusaha mencarinya kata Tirta berusaha menenangkan mamanya Dinda.


Semua orang yang mendengar percakapan kali ini bertambah bingung lagi..


Iza belum berhasil di selamatkan eh,,, Dinda juga tampaknya berada di tangan orang orang jahat ini.


"Mbah Hardjo, gimana ini ?" tanya Tirta pada Mbah Hardjo untuk minta pendapatnya..


"Sebaiknya kita membagi diri menjadi dua saja Ngger, biarlah aku dan Adnan juga Angger Irman dan Tomy juga agaknya mengajak Angger Bayu juga, mencari keberadaan Dinda, sedangkan Angger Tirta bersama Damar dan nak Leo pergilah untuk menyelamatkan nak Faiza.. kata mbah Hardjoikoro.


"Irman dan Tomy kenapa harus ikutan Mbah ?" tanya Tirta.


"Sebenarnyalah Ngger, adikmu. Irman ini mempunyai kemampuan linuwih ( lebih) yang langka.!" terang mbah Hardjoikoro.


"Irman selama ini sudah mampu mengolah roso dan batinnya sedemikian rupa, sehingga dia mampu mengetahui hal-hal yang bagi orang lain adalah mustahil..


Dan dalam hal ini, adik mu Irman mungkin dengan "olah roso dan olah batinnya" mampu mengikuti arah pergerakan orang- orang yang menculik nak Dinda." Kata Mbah Hardjo.


"Sedangkan Tomy ini, walaupun baru saja belajar olah kanuragan, dengan keseriusannya dan kemauan nya yang kuat, membuat dirinya cepat menguasai pelajaran yang di berikan Damar dan Leo,"


Demikianlah akhirnya Tirta menyetujui usulan dari mbah Hardjo yang memang masuk akal.


Sesuai saran mbah Hardjoikoro, Tirta, bang Leo dan Damar segera meluncur menggunakan Alphard hitam milik para penjahat yang sudah di tundukkan ini.

__ADS_1


Sedangkan Adnan dan lain lain lebih dulu menjemput Irman dan Tomy di padepokan dan kemudian menuju rumah Dinda lebih dahulu supaya Irman mampu melihat dan merasakan jejak jejak Dinda dan para penculik nya.


__ADS_2