
*Di padukuhan Wuni*
Malam itu para penjudi sudah mulai melakukan kegiatannya,,
Rencana dari Aryo Seto adalah tiga hari tiga malam.
para pegiat judi, dari judi sabung ayam, judi dadu judi kartu semua ada di sini..
Dan pada malam itu seorang pria pendek gendut dan botak di sebuah tempat judi dadu sedang bertaruh dengan segepok uang kertas warna merah! sekali bertaruh sepuluh juta di pertaruhkan ! dan itu barulah permulaan saja!
Pria gendut ini ditemani dua orang gadis sexy dengan pakaian minim dan menggoda! dan siapaun yang melihatnya pasti akan menelan ludah!
Tidak hanya di situ saja, ternyata pria gendut ini pun di kawal oleh dua puluh pria kekar yang semuanya tampak garang dan kuat dengan di pinggangnya terselip pistol revolver!
Para pengawal ini berada di luar rumah judi itu.
Tampak sekali si pria pendek gemuk dan botak ini sangat menikmati permainan ini, walaupun beberapa kali dia sudah mengalami kekalahan!
Di rumah judi ini, selain judi Dadu juga ada judi domino dan poker!
Ketika sudah bosan dengan permainan dadu yang membuatnya kalah terus, si bos pendek gemuk dan botak ini kemudian di undang oleh para big Boss yang tampaknya juga barusan datang ke sebuah ruangan khusus yang tampaknya di sediakan khusus untuk para penjudi kelas kakap.
Didalam ruangan ini telah di sediakan sebuah meja bundar dan memanjang, yang ternyata hanya menyisakan satu kursi saja, Karena empat kursi telah terisi oleh orang orang yang tampaknya bukanlah bos-bos sembarangan!
"Ayo Boss, sudah siap main nih!" seru seorang pria gendut akan tetapi tidak botak! dengan di dampingi seorang wanita cantik di sebelahnya!
Tampak nya para Bos ini membawa wanitanya masing- masing yang cantik molek dan berkain minim.
Ternyata disana sudah ada empat big Boss yang sudah menunggu .
"Ayo, segera mulai saja !" seru Sorang bos berwajah penuh senyum bertubuh agak gemuk dan terlihat awet muda walaupun usianya tampaknya juga tidak muda lagi.
"Sebentar,,, sebentar,,,! berapa taruhan awalnya nih," kata seorang boss berwajah cukup tampan dengan rambut klimis.
Bagaimana kalo 100 jt, usul pria yang penuh senyum!
"Terlalu kecil! " sahut si botak pendek!
"Bagaimana kalo 1 m saja dan ditambah wanita wanita kita?" tambahnya!
"Masa kita yang sudah tua tua ini kalah taruhan sama yang muda-muda!? lihat tuh ( sambil nunjuk ke luar ruangan itu) mereka dah bertaruh ratusan juta! " kata si botak gendut dan pendek dengan suara beratnya.
Akhirnya di sepakati taruhan pertama adalah satu miliar dan diakhir permainan siapa pemenang nya akan di berikan bonus Wanita wanita cantik yang mendampingi Mereka!
__ADS_1
Ketika hari semakin malam! permainan bertambah seru saja! jumlah taruhan juga menjadi semakin tinggi!
Dari awal satu miliar sekarang menjadi sepuluh miliar! taruhan yang bagi mereka adalah permulaan! karena acara judi kali ini berlangsung tiga hari tiga malam! sungguh memuaskan bagi para penggila judi!
Di dukuh Wuni ini tidak menggunakan koin, juga tidak menggunakan alat alat modern seperti mesin Jackpot atau alat perjudian yang lain.
Taruhan menggunakan uang tunai!
Sedangkan untuk taruhan yang sangat besar mereka menggunakan Check ataupun Bilyet Giro (BG).
***
Sementara pada malam itu kyai Wonokerti dan Ki Wigati Mengatur orang orang padukuhan Wuni yang masih setia kepada Ki Wigati!
Sedangkan Mawar ke tempat perjudian yang ada di pusat Dukuh Wuni!
Rumah judi sendiri ada beberapa buah di padukuhan induk.
Dan Mawar memasuki salah satu rumah judi yang tampaknya cukup ramai di malam itu.
Banyak mata laki- laki yang memandangnya dengan penuh nafsu ketika Mawar melangkahkan kaki indahnya kedalam rumah judi ini.
Mengetahui ada sesosok wanita cantik seksi memasuki rumah judi, banyak pria yang menggoda dengan kata-kata jorok dan kotor.
Beberapa pria muda tampak mendekatinya! tangan-tangan mereka berusaha menyentuh nya ! tapi mudah saja bagi Mawar untuk menepis atau menghindari semua itu.
Akhirnya Mawar memilih ikut bermain di judi Dadu, sehingga menambah ramai suasana!
Akibat nya banyak pria yang mendekati tempat judi di mana Mawar bermain!
Dengan dress warna merah menyala dengan belahan dada yang rendah membuat gundukan bukit kecilnya seakan akan mau melompat keluar dari tempatnya!
Sementara itu di sudut yang lain beberapa pria yang tampaknya penjahat kelas berat sedang duduk duduk sambil merokok dengan beberapa minuman alkohol tampak berbisik-bisik dengan kawan-kawan nya.
"Jon ,wanita itu sungguh menggoda sekali, lihatlah dadanya, tubuhnya!?" bisik seorang pria bertampang kasar.
" Uh, bisakah kau mendapatkannya untukku! " bisik pria itu yang tampaknya adalah pimpinan di antara orang-orang itu!
Sementara di sofa, di salah satu sudut yang lain.
Sekelompok pemuda juga tampak memperhatikan Mawar yang sedang ikutan main judi dadu!
Beberapa pria di tempat itu tampaknya tidak dapat menahan hasratnya melihat Mawar ! padahal di sana ada pula pelayan-pelayan cantik seksi yang hilir mudik melayani para tamu di rumah judi itu.
__ADS_1
Keberadaan Mawar di manapun pasti akan selalu menarik perhatian para pria, apalagi kedatangan Mawar kali ini adalah sengaja membuat kekacauan di antara para pengunjung dukuh Wuni ini.
Ketika seorang pria yang terlihat sangar dengan codet di wajahnya mendekati Mawar.
Tampak dalam waktu yang bersamaan pula beberapa pria Juga mendekati Mawar.
Orang yang pertama segera berkata pada Mawar !
"Manis , bos aku ingin kamu menemainya malam ini,, apapun yang kamu mau pasti akan penuhinya," kata pria ini.
"Eh, mas kalau bosmu kamu menginginkan aku harusnya bos kamu sendiri dong yang kemari!" jawab Mawar dengan senyum yang sangat menggoda apalagi sengaja dia telah mengerahkan aji Gendam kantilnya...
"Eh,, Mbak cantik! bos aku juga menginginkan Mbak lho !"seru seorang yang lain!
"Mbak cantik! aku juga ingin bersama mbak malam ini!" seru yang lainnya lagi...
Begitulah suasana di ruangan itu menjadi gaduh karena mereka berebutan mendapatkan Mawar atau Marni ini.
Tampak nya kegaduhan makin tak terkendali lagi!
Mawar yang mengetahui kalo usahanya untuk membuat kerusuhan hampir terlaksana segera berseru!
"Siapa yang menginginkan aku haruslah pria yang paling tangguh diantara kalian! " seru Mawar sambil memasang senyum mautnya! dengan lambaran aji Gendam Kantil.
Para penjaga rumah judi itu yang tadinya ingin melerai kegaduhan ini menjadi ikut tergila-gila dengan Mawar!
Akhirnya perkelahian masal pun tak terhindarkan!
Perkelahian tanpa memperhatikan kawan atau lawan terjadi! mata mereka sudah di butakan oleh kemolekan Mawar!
Mereka sudah tidak perduli bos, kawan atau pun sahabat! yang ada di mata dan pikiran mereka adalah gadis cantik ini saja..
Beberapa saat kemudian korban mulia berjatuhan!
Satu, dua , tiga orang mulai jatuh terluka! entah luka berat ataupun ringan atau mungkin mati !
Darah mulai berceceran di mana mana!
Dari puluhan pria yang terlibat perkelahian, kini tinggal lima orang saja yang saling baku hantam dengan senjata parang yang sudah berlumuran darah dari orang-orang yang sudah di jatuhkannya.
Rintihan dan teriakan kesakitan memenuhi ruangan!
Dalam kekacauan yang masih berlangsung Mawar berkelebat cepat keluar dari rumah judi itu dan menghilang di gelapnya malam!
__ADS_1