
Jika mau, mudah saja bagi Adipati Pragola atau Wasis Jayakusuma untuk membunuh mas Jolang, tapi itu tidaklah mungkin!
Dia sangat mencintai kakaknya juga sang keponakan ..
Dia tahu, demi kekuasaan, Iparnya (panembahan Senopati) ini sanggup melakukan apapun..
Dia ingin menghadapi Panembahan Senopati secara langsung, bukan berhadapan dengan keponakannya sendiri..
Raden Mas jolang akhirnya menjadi raja mataram kedua bergelar panembahan Hanyakrawati mengganti kan sang ayahanda Panembahan Senopati sang pendiri kerajaan Mataram.
***
Malam itu, Tirta Jayakusuma dan Irman jayakusuma, sudah menunggu di dalam sentong atau kamar di mana mereka sering bertemu dengan eyang Wasis Jayakusuma.
Setelah menunggu sejenak, terasa angin lembut melewati mereka berdua.
Dan sesosok tubuh pria tua dan terlihat samar seperti bayangan sudah duduk di kursi kebesaran yang ada di sentong itu.
"Selamat datang eyang Wasis Jaya Kusuma!" Sambut Tirta jayakusuma dan Irman Jayakusuma , sambil membungkuk dan menyembah sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.
Tampak, eyang Wasis jaya Kusuma tersenyum lembut pada Tirta Dan Irman..
"Hmm, kamu makin hebat dan kuat saja tampaknya cucuku," kata Eyang Wasis membuka pembicaraan..
"Tampak nya kamu sudah mampu menguasai aji tapak Geni dan aji Suryo Dahono dengan baik walaupun belum mencapai tingkat tertinggi," kata Eyang Wasis Jayakusuma..
"Seperti yang dahulu pernah eyang sampaikan kepadamu cucuku, bahwa akan ada saatnya tugas yang menunggu mu!"
"Sekarang tugas itu sudah datang cucu ku Tirta jaya Kusuma dan juga Irman jayakusuma," kata Eyang Wasis Jaya Kusuma.
"Telah datang saatnya tugas itu menantimu! tugas yang sangat berat!" kata eyang Wasis jayakusuma.
"Tugas ini aku serahkan kepadamu!..." lanjutnya.
"Ketahuilah bahwa di balik Cakar iblis ini berdiri seseorang yang telah sempurna ilmu kanuragannya," eyang Wasis tampak berdiam sejenak, kemudian beliau melanjutkan,
"Dia adalah anak turun dari seorang yang sakti mandraguna pada masa lalu."
"Orang sakti yang menyalah gunakan kesaktian nya untuk berbuat semena-mena." kata eyang Wasis Jayakusuma.
"Seperti dirimu, orang yang berdiri di belakang cakar iblis ini juga mendapatkan ilmu ilmu kuno dari masa lalu yang jarang di kuasai manusia- manusia jaman sekarang" kata eyang Wasis Jayakusuma lagi.
"Dia adalah keturunan seorang penjahat besar di masa lalu,,"
"Dia telah melakukan semua kajahatan, dari membunuh, menculik, merampok , memperkosa, semua di lakukan oleh gerombolan ini!" lanjut eyang Wasis jayakusuma.
__ADS_1
"Penjahat ini bernama ki Wiroguno dan Wirojoyo, dua orang kakak beradik!
Sepak terjangnya di dunia kejahatan pada masa itu sangat kejam!"
"Dengan kelompoknya mereka telah membakar bumi Jawa dari pesisir timur Surabaya sampai pesisir Batavia dan Banten! kelompok nya pada waktu itu juga bernama Cakar Iblis!" kata eyang Wasis Jayakusuma menerangkan apa yang telah di lakukan oleh kelompok Cakar iblis di masa lalu.
"Seluruh Adipati pesisir pantai Utara Jawa ini sudah mengerahkan pasukannya untuk memburu dan menumpas kelompok Cakar iblis ini, tapi semua gagal!"
"Wiroguno dan Wirojoyo selalu berhasil lolos dari sergapan- sergapan pasukan yang di tugaskan memberantas kelompok mereka,"
"Adipati Surabaya, Adipati Tuban, Adipati Rembang dan masih banyak lagi." kata eyang Wasis jaya Kusuma.
"Eyang sendiri pernah berhadapan dengan mereka! Dan eyangmu ini telah gagal menumpas mereka, akan tetapi eyang telah berhasil melukai mereka dan sejak itu kejahatan mereka telah berhenti dan sekarang anak turun mereka telah membuat keonaran lagi di Nusantara, maka sudah seharusnya kalian yang mewakili eyang mu untuk menumpas gerombolan Cakar Iblis ini." lanjut eyang Wasis.
"Njih Eyang,!"jawab Tirta dan Irman menyanggupi nya.
"Juga aku telah meminta tolong pada kyai Wonokerti kemari untuk membantu kalian dalam menumpas gerombolan Cakar iblis ini, juga membantu untuk lebih menyempurnakan ilmu- ilmu yang sudah kalian kuasai."
"Untuk cucu ku Irman, kamu sudah eyang turunkan ilmu ilmu seperti kakakmu juga, sebenarnya lah dalam dirimu telah mengalir trah Jayakusuma,! selain olah rasa dan olah batin yang sudah kamu kuasai , dasar dasar ilmu Kanuragan juga sudah ada di tubuhmu. Jangan ragu untuk menempanya! ingat kamu adalah cucu ku , trah Wasis jayaKusuma.
Demikianlah malam itu Tirta jaya Kusuma dan Irman Jayakusuma mendapatkan banyak wejangan dan nasehat serta pesan pesan dari Eyang Wasis Jayakusuma, sang leluhur!
Hari telah lewat tengah malam, ketika Tirta dan Irman Jayakusuma keluar dari sentong dan beberapa saat kemudian para penghuni yang lain berdatangan dari puncak gunung Ungaran.
***
Pagi itu sebagian penghuni sedang berkumpul di pendopo juga di teras.
Tirta, Bayu dan Adnan sedang menikmati hawa sejuk sambil duduk duduk di teras padepokan,,
Ketika ada sebuah notifikasi WhatsApp yang masuk di ponsel nya..
Nomor yang tidak di kenal.
setelah membaca, tampak wajah Tirta berubah..
"Ada apa Ta?" tanya Bayu yang melihat perubahan mimik muka sang sahabat..
Tirta segera menyerahkan ponsel nya ke Bayu .
supaya Bayu melihat nya sendiri.
"Kurang ajar!" seru Bayu seraya bangkit berdiri.
Adnan segera mengambil ponsel dari tangan Bayu dan membacanya.
__ADS_1
Disana tertulis;
" Jika ingin Bu Dosen mu selamat, kamu harus datang kamari! aku menantang mu !"
"Aku tunggu hari ini di daerah Jimbaran, arah Umbul Sidomukti, Bandungan.
Ikuti share Lok ini.!"
Dan di bawah kata kata tersebut terpampang foto bu Dosen cantik Devania yang sedang di sekap dengan rambut awut awutan dan pakaian amburadul. mungkin terlalu banyak berontak atau mungkin mengalami kekerasan.
"kurang ajar! siapa yang berbuat gila seperti ini?" geram Adnan.
"Tampak nya musuh mulai mengincar kita?" lanjut Adnan.
"Aku yakin Cakar iblis ada di balik ini semua! " kata Adnan lagi.
"Tampaknya memang demikian dan juga Mantan kekasih Bu Devania, Diky juga pasti ikut terlibat," kata Tirta.
"Apakah kita akan mengajak anggota padepokan memenuhi tantangan ini Ta,?" tanya Bayu.
"Sebaik nya kita menyampaikan hal ini kepada para sesepuh," kata Tirta.
Tirta kemudian menyampaikan masalah ini pada Mbah Hardjo dan juga kepada eyang Pandu yang sedang duduk di dalam pendopo sambil nyeruput kopi hitam dengan sebatang udud di tangan.
Setelah di bicarakan bersama maka di putusan kalau Tirta jayakusuma , Bayu, Adnan serta dua bersaudara Siang mo Liam berangkat melalui jalan raya.
Sedangkan bang Leo, kang Damar, Mawar, Irman dan Tomy akan melewati puncak gunung Ungaran kemudian turun ke arah selatan langsung ke Sidomukti yang letaknya memang ada di lereng sebelah selatan gunung Ungaran ini.
Pagi itu juga mereka langsung berangkat menuju wilayah Bandungan, tepatnya di sekitar Umbul Sidomukti ! Jimbaran, Bandungan..Umbul adalah bahasa Jawa yang artinya sumber mata air .
Perjalanan kurang lebih satu jam. Dari pasar Jimbaran kemudian belok ke kanan kearah umbul Sidomukti.
Di dalam komplek wisata Umbul sido Mukti inilah tamaknya Bu Devania di sekap oleh para penjahat ini.
Tirta jaya Kusuma, Bayu, Adnan dan sepasang pedang iblis atau siang mo kiam datang secara terang terangan, karena undangan duel juga secara terang-terangan.
Ternyata share Lok mengarah pada sebuah bangunan Villa mewah yang letaknya paling jauh dan terletak di lereng yang curam dan terjal.
Umbul Sidomukti .
Umbul Sidomukti, Bandungan.
__ADS_1